Merasa Tak Dapat Penjelasan, Keluarga Ahmad Nafis Minta Sekolah Datang Klarifikasi Langsung dan Dinas Terkait Turun Menelusuri Persoalan Ini,

Persoalan yang dialami Ahmad Nafis, siswa SD Negeri 11 Karema, Kecamatan Tameroddo Sendana, Kabupaten Majene, terus menjadi perhatian keluarga besarnya. Setelah pengumuman kelulusan dan penamatan sekolah, keluarga mengaku masih mempertanyakan alasan sehingga Nafis yang selama ini dikenal sebagai siswa berprestasi tidak memperoleh peringkat seperti yang mereka harapkan.
‎
‎Saat ditemui di kediamannya, keluarga Ahmad Nafis yang dihadiri puluhan kerabat menyampaikan harapan agar pihak sekolah bersedia datang langsung menemui keluarga untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi secara terbuka terkait mekanisme penentuan peringkat siswa.
‎
‎Menurut keluarga, kekecewaan yang dialami Nafis bukan hanya terkait hasil yang diumumkan, tetapi juga karena mereka mengaku tidak pernah menerima informasi sebelumnya mengenai perubahan posisi peringkat yang dialami anak tersebut.
‎
‎”Kami hanya ingin penjelasan yang jelas. Kalau memang ada alasan dan dasar penilaiannya, silakan disampaikan secara terbuka agar persoalan ini tidak menjadi tanda tanya,” ungkap salah seorang anggota keluarga.
‎
‎Keluarga juga mengaku telah melakukan berbagai persiapan untuk mengikuti acara penamatan massal yang dirangkaikan dengan pawai budaya Sayyang Pattuqduq. Berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi keluarga, perlengkapan acara hingga biaya penyewaan kuda disebut telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya.
‎
‎Namun menurut pengakuan keluarga, suasana berubah saat pengumuman peringkat dilakukan. Mereka mengaku terkejut ketika nama Ahmad Nafis tidak masuk dalam deretan siswa yang memperoleh peringkat sebagaimana yang mereka perkirakan berdasarkan prestasi akademiknya selama ini.Mirisnya Ahmad Nafis justru berada pada posisi belakangan


‎Kondisi tersebut disebut membuat Ahmad Nafis merasa kecewa dan malu sehingga memutuskan untuk tidak mengikuti pawai Sayyang Pattuqduq maupun rangkaian penamatan yang berlangsung meriah dan turut dihadiri oleh Bupati Majene.
‎
‎Atas kejadian tersebut Ahmad Nafis mendafatara disekolah lain untuk mengikuti pawai kuda yg akan berlangsung 20 Juni di poniang, keluarga meminta instansi terkait untuk memberikan perhatian terhadap persoalan yang mereka sampaikan.
‎
‎Mereka berharap adanya penelusuran dan klarifikasi agar seluruh proses penilaian siswa dapat dipahami secara terbuka dan tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
‎
‎Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak SD Negeri 11 Karema terus dilakukan. Saat didatangi langsung di lingkungan sekolah, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan yang disampaikan keluarga Ahmad Nafis.
‎
‎Media ini tetap membuka ruang seluas-luasnya kepada pihak sekolah maupun instansi terkait untuk memberikan hak jawab, klarifikasi, dan penjelasan resmi guna menjaga keberimbangan informasi yang disampaikan kepada publik.***

Rabu, 17 juni (2026).

©️EPN
‎

  • Dari Jalanan untuk Konstitusi, Ketum GRH Sulsel Tantang Prabowo-Gibran: 21 Inpres Dinilai Rampas Kewenangan DPR

    MAKASSAR – Ketua Umum DPD Gerakan Revolusi Hukum (GRH) Sulawesi Selatan, M. Ishadul Islami Akbar, S.H., melontarkan kritik terhadap penggunaan 21 Instruksi Presiden (Inpres) pada masa pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menilai, penggunaan instrumen tersebut berpotensi menimbulkan persoalan konstitusional apabila memasuki ranah legislasi dan penganggaran yang menjadi kewenangan lembaga negara lain. Mengusung semangat “Dari Jalanan untuk Konstitusi”,…

  • ‎UANG MAINAN BERNILAI Rp203,8 JUTA DIDUGA DIGUNAKAN DALAM MODUS PENIPUAN PENGGANDAAN UANG DI MAMUJU

    MAMUJU — Modus penipuan berkedok ritual penggandaan uang kembali menjadi perhatian publik. Di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, polisi mengungkap dugaan penipuan yang melibatkan uang mainan dengan nilai nominal mencapai Rp203,8 juta dan menyebabkan korban mengalami kerugian hingga Rp80 juta. Kasus ini menyeret seorang pria berinisial RM (50), yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim…

  • Turnamen Tasinara Cup Resmi Dibuka, Kapolsek Malunda Ajak Jaga Kamtibmas

    ‎MAJENE — Turnamen sepak bola Tasinara Cup resmi dibuka pada Senin (19/10/2026) di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Pembukaan berlangsung meriah dan menjadi awal persaingan antartim dalam ajang olahraga tersebut. ‎Pembukaan turnamen dihadiri Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Malunda, Lurah, Kapolsek Malunda Iptu Antonius B., serta penyelenggara Tasinar Cup, Naharunding. ‎Dalam sambutannya, Kapolsek Malunda Iptu…

  • Majene Bersiap Hadapi Ancaman Wabah, Karantina Kesehatan Mulai Dirintis, Vaksin Internasional Dibidik

    Majene Bersiap Hadapi Ancaman Wabah, Karantina Kesehatan Mulai Dirintis, Vaksin Internasional Dibidik

    MAJENE, — Pemerintah Kabupaten Majene mulai merintis layanan karantina kesehatan dan mempersiapkan pelayanan vaksinasi internasional. Langkah ini menjadi upaya memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman penyakit menular sekaligus mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. ‎Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, persiapan tersebut dimatangkan lewat kunjungan kaji tiru ke Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Sulawesi Selatan di…


  • Dugaan Setoran Rp540 Juta di Majene, Nama Bupati dan Sekda Disebut dalam Pengakuan Ilham

    Dugaan Setoran Rp540 Juta di Majene, Nama Bupati dan Sekda Disebut dalam Pengakuan Ilham

    MAJENE — Dugaan setoran dana sebesar Rp540 juta yang dikaitkan dengan kegiatan revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, memunculkan pertanyaan mengenai tujuan pembayaran, pihak-pihak yang terkait, serta pertanggungjawaban dana tersebut. Jumat 23 (Oktober 2026) ‎‎Informasi ini berasal dari keterangan Ilham, yang mengaku mengetahui dan terlibat dalam pengurusan penyetoran dana tersebut. Menurut pengakuannya, uang sebesar…


  • GRH Sulsel Dukung Pemberantasan Narkoba, Desak Bandar Besar Dimiskinkan dan Jaringannya Dibongkar

    GRH Sulsel Dukung Pemberantasan Narkoba, Desak Bandar Besar Dimiskinkan dan Jaringannya Dibongkar

    MAKASSAR — Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Revolusi Hukum (DPD GRH) Sulawesi Selatan, M. Ishadul Islami Akbar, S.H., menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika di Indonesia. Ia menegaskan, perang terhadap narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, tegas, dan tanpa pandang bulu, termasuk dengan membongkar jaringan bandar besar serta menelusuri aset yang…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *