‎Dapur MBG di Malunda Terhenti, Persoalan Anggaran Seret Penyaluran dan Gaji Karyawan‎

‎
Majene- Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali menjadi perhatian. Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Mekkatta Selatan terpaksa menghentikan sementara operasionalnya karena dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) disebut belum masuk. Kamis (6/8/2026)

Foto : para siswa sekolah yg dihentikan MBG nya

Informasi tersebut diterima dari sejumlah pihak sekolah tingkat SD hingga SMA di wilayah Malunda. Berdasarkan penelusuran langsung, terdapat sekolah yang penyaluran MBG-nya berhenti sejak Senin, 3 Agustus 2026.


‎Namun, di sisi lain, sejumlah sekolah masih menerima MBG dari dapur SPPG lainnya. Perbedaan kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah sekolah, siswa, maupun masyarakat: mengapa ada SPPG yang tetap berjalan, sementara SPPG lainnya harus menghentikan penyaluran?


‎Salah seorang pihak sekolah yang ditemui saat penelusuran menyebut, pihaknya menerima informasi melalui grup komunikasi dari satuan pelayanan bahwa penyaluran MBG pada Senin tidak berjalan karena belum tersedia dana operasional untuk membeli bahan makanan.

“Dananya belum cair masih menunggu dari pusat” Ujar salah satu pihak sekolah


‎Informasi serupa juga disampaikan sejumlah siswa yang ditemui di sekolah. Mereka mengaku tidak lagi menerima MBG sejak Senin dari SPPG yang selama ini melayani sekolah mereka.


‎Dana BGN Belum Masuk, Operasional Terhenti


‎Untuk memastikan informasi tersebut, EPN Media mendatangi langsung SPPG Mekkatta Selatan dan meminta penjelasan kepada pihak pengelola.
‎Pihak SPPG membenarkan bahwa operasional penyaluran MBG untuk sementara dihentikan karena dana dari BGN di tingkat pusat belum masuk.

“Dana topwat dari BGN pusat belum cair, semua persyaratan sudah lengkap, kami masi menunggu dananya masuk, ujar kepala dapur


‎Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan dapur SPPG dalam memenuhi kebutuhan operasional, khususnya pembelian bahan makanan untuk penyaluran MBG.


‎Bukan hanya penyaluran yang terdampak. Pihak SPPG juga mengakui bahwa keterlambatan pencairan dana turut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan gaji karyawan belum dapat dibayarkan.


‎Kepala dapur SPPG Mekkatta Selatan menjelaskan, kondisi tersebut tidak terjadi begitu saja. Sebelumnya, SPPG mereka sempat mengalami kendala teknis sehingga dilakukan asesmen dan pembenahan. Dalam proses tersebut, penyaluran dana sempat terhenti.


‎Setelah kembali diperbolehkan beroperasi, pihak SPPG menggunakan sisa dana yang masih tersedia d untuk menjalankan operasional. Namun, setelah dana tersebut habis, mereka kembali berada dalam kondisi menunggu pencairan dana berikutnya.


‎Menurut pihak SPPG, kondisi inilah yang kemudian membuat penyaluran MBG harus dihentikan sementara.


‎Menunggu Pencairan, Kapan MBG Kembali Berjalan?


‎Pihak SPPG menyampaikan masih menunggu dana masuk dan berharap pencairan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Mereka menyebut akan menunggu hingga Jumat, 7 Agustus 2026, dan apabila dana telah masuk, penyaluran MBG akan kembali dijalankan seperti biasa.


‎Kondisi ini menjadi perhatian karena penghentian operasional SPPG kali ini bukan semata-mata berkaitan dengan kualitas makanan atau persoalan teknis dapur, melainkan menyangkut ketersediaan anggaran operasional dan pencairan dana dari pusat.


EPN Media akan terus menelusuri perkembangan persoalan ini, termasuk memastikan bagaimana mekanisme pencairan dana, penyebab keterlambatan, serta kapan hak operasional dan pembayaran tenaga kerja pada SPPG yang terdampak dapat kembali dipenuhi.


‎Sebab, ketika dapur MBG berhenti beroperasi, yang ikut terdampak bukan hanya distribusi makanan kepada siswa, tetapi juga para pekerja yang menggantungkan penghasilan dari operasional dapur tersebut.

Diharapkan kepada Presiden Prabowo Subianto bersama pihak Badan Gizi Nasional (BGN) agar segera menindaklanjuti dan mempercepat pencairan anggaran bagi SPPG yang telah memenuhi persyaratan, sehingga operasional dapur dapat kembali berjalan dan penyaluran MBG kepada para siswa tidak terhenti.

BERITA TANPA BATAS

  • Kapolsek Malunda Pimpin Langsung Penanganan Kasus Bocah Ditemukan Hanyut di Jembatan Deking

    Menindaklanjuti penemuan jenazah bocah berinisial Sa (L) di bawah kolong Jembatan Deking pada pukul 17:00, Manaraya dusun lombong induk, Desa Lombong, Kecamatan Malunda, aparat kepolisian dari Polsek Malunda segera bergerak melakukan penanganan. Kamis (5/3/2026). Kapolsek Malunda, IPTU Antonius , bersama jajaran anggota turun langsung ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat. Jenazah korban kemudian…

  • Warga Malunda Digegerkan, Bocah 3 Tahun yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Jembatan Deking

    Warga Dusun Manaraya, Desa Lombong, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang bocah yang diperkirakan berusia sekitar 3–4 tahun, pada Kamis sore, (5/3/2026). Sebelumnya pukul 14 :00 WITA Warga setempat melaporkan bahwa seorang bocah hilang dan sedang dicari oleh keluarga serta masyarakat sekitar. Pencarian sempat dilakukan oleh warga di sekitar lingkungan tempat tinggal…

  • Polisi Tindak Lanjuti laporan. Misteri Tas Hitam Akhirnya Terungkap

    Tas warna hitam milik Taslim, sopir asal Tinambung yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan. Rabu (4/3/2026) Anggota Polsek Malunda sempat menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area SPBU Malunda. Namun, dari hasil pemeriksaan dan pantauan CCTV, tidak ditemukan rekaman yang memperlihatkan aktivitas hilangnya tas tersebut karena lokasi diduga tidak berada…

  • Fasilitas Penanganan ODGJ Didorong Jadi Prioritas, Kadinkes Majene Apresiasi Aspirasi BPKP NKRI,‎

    Fasilitas Penanganan ODGJ Didorong Jadi Prioritas, Kadinkes Majene Apresiasi Aspirasi BPKP NKRI,‎

    Kadis kesehatan Majene: Dra. Hj. Yuliani, M.Adm.Pemb.


  • Dermawan Buka Suara! Akui Pukul Ilham, Sebut Dipicu Utang Piutang

    Dermawan Buka Suara! Akui Pukul Ilham, Sebut Dipicu Utang Piutang

    MAJENE, EPN Media – Seorang pria bernama Dermawan mengaku terlibat dalam pemukulan terhadap Ilham. Ia menegaskan, peristiwa tersebut dipicu persoalan pribadi terkait utang-piutang dan penggunaan namanya untuk meminjam uang, bukan berkaitan dengan laporan dugaan suap dan penipuan proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene. Dalam klarifikasinya, Dermawan mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, dirinya sempat bertemu dan berbincang…


  • Pemdes Sulai Gelar Musyawarah Perubahan APBDes 2026, Anggaran Siltap Dialihkan‎

    Pemdes Sulai Gelar Musyawarah Perubahan APBDes 2026, Anggaran Siltap Dialihkan‎

    Pemerintah Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, menggelar musyawarah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut dihadiri pendamping desa, para kepala dusun, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Jumat, (30/10/2026). ‎‎Dalam musyawarah tersebut, salah satu pembahasan utama adalah pergeseran anggaran penghasilan tetap (siltap) yang sebelumnya dialokasikan untuk…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *