‎Dosen UNY Latih KWT Guwosari Bertani Sayuran Tanpa Tanah dan Listrik‎

BANTUL — Keterbatasan lahan pekarangan tidak menghalangi Kelompok Wanita Tani (KWT) Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, untuk mengembangkan budidaya sayuran. Dengan pendampingan dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), anggota KWT belajar menanam berbagai jenis sayuran menggunakan teknologi hidroponik sederhana yang tidak membutuhkan tanah maupun listrik.
‎
‎Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026, melalui program bertajuk “Penerapan Teknologi Hidroponik Sistem Wick untuk Optimalisasi Produksi Sayuran di KWT Guwosari Pajangan Bantul” yang dilaksanakan tim dosen UNY.
‎
‎Program ini merupakan bagian dari PKM Penugasan Guru Besar dan Dosen Struktural UNY tahun 2026, di bawah afiliasi Pusat Unggulan IPTEKS Center of Environmental Impact Assessment and Conservation for SDGs Achievement.
‎
‎Tim pengabdian diketuai Dr. Risky Setiawan, S.Pd., M.Pd, dosen Sekolah Pascasarjana UNY, bersama Tri Wulaningrum, M.Pd., Dheny Wiratmoko, M.Pd., dan Dr. Nurul Huda, M.Pd. Pelaksanaan kegiatan turut didukung mahasiswa UNY, yakni Asyif Awaludin Romadhoni, Syahrul Hidayat, Ryma Aghfira Nindya Susanto, Asma’ Khoirunnisa’, Catur Yuanita, Irwan, Nurul Arsyi, dan Sefi Fifit Ferdana.
‎
‎Dalam pelatihan, anggota KWT diperkenalkan dengan hidroponik sistem wick atau sistem sumbu. Metode ini memungkinkan tanaman tumbuh tanpa menggunakan tanah dengan memanfaatkan kain flanel atau tali sebagai penghantar larutan nutrisi dari wadah penampung menuju akar tanaman melalui proses kapilaritas.
‎
‎Sistem wick tidak membutuhkan pompa sehingga dapat digunakan tanpa listrik. Teknologi tersebut dinilai sederhana dan sesuai untuk diterapkan pada skala rumah tangga, terutama di wilayah dengan keterbatasan lahan.
‎
‎“Keterbatasan lahan pekarangan dan rendahnya produktivitas sayuran menjadi persoalan utama yang selama ini dihadapi anggota KWT Guwosari. Hidroponik sistem wick kami pilih karena sederhana, murah, dan mudah direplikasi oleh ibu-ibu di sini,” ujar Dr. Risky Setiawan.
‎
‎Pelatihan dilakukan secara langsung dengan melibatkan peserta dalam proses pembuatan instalasi hidroponik. Mereka belajar melubangi wadah tanam, memasang sumbu pada netpot, menyiapkan media tanam berupa rockwool atau cocopeat, hingga meracik larutan nutrisi AB Mix. Jenis sayuran yang dikembangkan antara lain selada, pakcoy, sawi, dan kangkung.
‎
‎Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan teknis anggota KWT. Tim pengabdian juga mendorong penguatan kelembagaan kelompok agar kegiatan budidaya dapat dikelola secara berkelanjutan.
‎
‎Hasil panen diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber nilai tambah ekonomi. Tim menargetkan sedikitnya 30 persen hasil panen dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai ekonomi anggota KWT.
‎
‎Kegiatan hidroponik tersebut merupakan kelanjutan dari program pengabdian tim UNY di wilayah yang sama. Pada 2025, tim yang sama telah melaksanakan program penerapan teknologi akuaponik untuk budidaya ikan lele di KWT Guwosari.
‎
‎Pengembangan hidroponik pada 2026 diharapkan dapat melengkapi kegiatan sebelumnya sekaligus memperkuat ekosistem pertanian terpadu yang ramah lingkungan di kawasan tersebut.
‎
‎“Program ini kami harapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan oleh kelompok sehingga teknologi yang diperkenalkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Risky.
‎
‎Melalui teknologi hidroponik sederhana tersebut, KWT Guwosari diharapkan mampu mengoptimalkan lahan pekarangan, memenuhi sebagian kebutuhan sayuran rumah tangga, sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi anggotanya. Model budidaya ini juga diharapkan dapat dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok masyarakat lain yang menghadapi keterbatasan lahan.

BERITA TANPA BATAS

  • ‎Bukan Mobil Box Kuning, Juga Bukan Mobil Box Putih!. Polisi Masih Buru Pelaku Tabrak Lari Misterius.

    Terkait perkembangan kasus dugaan tabrak lari yang terjadi di wilayah Salletto, Kabupaten Mamuju pagi, senin (11/5/2026), yang sebelumnya sempat disebut terjadi di Taludu, aparat kepolisian terus melakukan penelusuran terhadap sejumlah kendaraan yang dicurigai terlibat.‎‎Kurang lebih satu jam setelah kejadian, anggota Polsek Malunda sempat memeriksa sebuah mobil box berwarna kuning yang melintas di Kecamatan Malunda. Namun…

  • ‎TABRAK LARI DI TALUDU MULAI TERUNGKAP! Polisi Kantongi Identitas Mobil, Ternyata Bukan Warna Kuning‎

    Kasus tabrak lari yang terjadi di wilayah Taludu, Kabupaten Mamuju, dan melibatkan korban warga Desa Mekatta, Kecamatan Malunda, mulai menemui titik terang.‎‎Sebelumnya, informasi awal dari saksi di lokasi menyebutkan bahwa kendaraan pelaku merupakan mobil berwarna kuning. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh Satuan Lalu Lintas melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, informasi tersebut tidak benar.‎‎Diduga,…

  • Bocah di Malunda Meninggal Dunia Tersambar Petir Saat Mandi di Laut

    Duka menyelimuti kecamatan Malunda, Seorang anak berusia 10 tahun, yang diketahui masih duduk di bangku kelas 4 SD, dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar petir di lingkungan Karewaca , Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Senin, 4 Mei, sekitar pukul 15.30 WITA. Berdasarkan keterangan warga setempat, peristiwa tragis ini terjadi saat korban bersama beberapa temannya sedang mandi…

  • Dermawan Buka Suara! Akui Pukul Ilham, Sebut Dipicu Utang Piutang

    Dermawan Buka Suara! Akui Pukul Ilham, Sebut Dipicu Utang Piutang

    MAJENE, EPN Media – Seorang pria bernama Dermawan mengaku terlibat dalam pemukulan terhadap Ilham. Ia menegaskan, peristiwa tersebut dipicu persoalan pribadi terkait utang-piutang dan penggunaan namanya untuk meminjam uang, bukan berkaitan dengan laporan dugaan suap dan penipuan proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene. Dalam klarifikasinya, Dermawan mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, dirinya sempat bertemu dan berbincang…


  • Pemdes Sulai Gelar Musyawarah Perubahan APBDes 2026, Anggaran Siltap Dialihkan‎

    Pemdes Sulai Gelar Musyawarah Perubahan APBDes 2026, Anggaran Siltap Dialihkan‎

    Pemerintah Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, menggelar musyawarah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut dihadiri pendamping desa, para kepala dusun, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Jumat, (30/10/2026). ‎‎Dalam musyawarah tersebut, salah satu pembahasan utama adalah pergeseran anggaran penghasilan tetap (siltap) yang sebelumnya dialokasikan untuk…


  • Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Aksi perampasan kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang perempuan yang akrab disapa Mama I’mang diduga menjadi korban perampasan tas di Karanamu, Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WITA, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Kamis (29/10/2026). Berdasarkan kronologi yang dihimpun, dua pria awalnya berteduh di salah…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *