Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kampung Dusun Kasambi membuat warga panik. Api yang sebelumnya membakar kawasan pegunungan dilaporkan mulai merembet mendekati permukiman warga pada Kamis siang. 1 Oktober 2026
Kondisi tersebut membuat sebagian warga mulai membereskan barang-barang berharga sebagai langkah antisipasi apabila api semakin mendekati rumah dan warga harus mengungsi.
Kampung Dusun Kasambi diketahui dikelilingi lahan yang ditumbuhi padang rumput, ilalang, semak belukar hingga pepohonan jati. Kondisi vegetasi yang kering membuat api dengan cepat menjalar dari kawasan yang terbakar di bagian timur gunung.
Kebakaran disebut telah berlangsung sejak pagi. Sekitar pukul 12.00 WITA, kobaran api dilaporkan mulai menyebar ke arah kawasan permukiman sehingga membuat warga semakin khawatir.
Sulitnya akses menuju lokasi juga menjadi kendala bagi mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk menjangkau titik api. Akibatnya, warga bersama-sama melakukan upaya pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya guna mencegah api semakin meluas.
Sejumlah lahan milik warga dilaporkan ikut terdampak. Tanaman pertanian seperti pisang, ubi, kakao atau cokelat, kelapa hingga durian disebut hangus terbakar akibat kobaran api.
Luas lahan yang terbakar masih dalam pendataan. Namun, warga menyebut kebakaran telah menghanguskan lahan dalam jumlah cukup luas dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari hasil perkebunan.
Di tengah kondisi tersebut, Kepala Desa dan warga juga meminta pihak kepolisian memberikan perhatian serius terhadap peristiwa karhutla yang berulang terjadi di wilayah tersebut.
Warga menduga terdapat kemungkinan unsur kesengajaan dalam sejumlah peristiwa kebakaran lahan dan berharap pihak berwenang dapat melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran serta pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan adanya unsur pidana.
Hingga berita ini ditulis, warga masih berjibaku melakukan pemadaman secara manual untuk mengantisipasi api kembali mendekati permukiman.





Tinggalkan Balasan