JANGAN GADUH SOAL PENULIS, JAWAB SUBSTANSI KRITIK! EPN MEDIA: DPRD BUKAN LEMBAGA YANG KEBAL PENGAWASAN PUBLIK

TANGGAPAN REDAKSI: KRITIK DIBALAS DENGAN DATA, BUKAN MENYERANG PENULIS

Majene- Menanggapi tulisan salah satu media online yang mempersoalkan produk tulisan EPN Media, mulai dari tudingan tidak memenuhi kaidah jurnalistik, penggunaan identitas Edhy Putra Negara, hingga dugaan penggunaan aplikasi AI, kami memandang kritik tersebut sah-sah saja. Namun, kritik juga harus disertai argumentasi dan fakta yang jelas.

Pertama, jika tulisan EPN Media dianggap tidak memenuhi kaidah jurnalistik, tunjukkan secara spesifik bagian mana yang keliru. Jangan hanya memberikan penilaian sepihak tanpa menguraikan letak kesalahan dan fakta pembandingnya.

Kedua, menyebut tulisan sebagai opini bukanlah sebuah penghinaan. Namun, perlu dipahami bahwa opini, kritik, dan produk jurnalistik sama-sama memiliki ruang dalam kehidupan pers. Substansi tulisan EPN Media adalah mempertanyakan fungsi penganggaran dan pengawasan DPRD terhadap pelayanan publik, bukan menuduh DPRD sebagai penyebab buruknya kondisi RSUD.

Ketiga, mengenai dugaan penggunaan AI, kami mempertanyakan dasar tuduhan tersebut. Apakah penilaian kualitas sebuah tulisan sekarang ditentukan oleh dugaan siapa yang mengetik, atau oleh akurasi fakta dan substansi yang disampaikan?

Keempat, pernyataan bahwa tulisan tersebut menjadi bahan tertawaan justru tidak menjawab satu pun pertanyaan mendasar yang disampaikan EPN Media.

Kami ingin mengingatkan, DPRD merupakan lembaga publik yang memiliki kewenangan sekaligus tanggung jawab kepada masyarakat. Mempertanyakan pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD bukanlah tindakan menyerang, melainkan bagian dari kontrol sosial.

Jika kritik kami dianggap keliru, bantahlah dengan data. Jika pengawasan DPRD sudah berjalan, buka rekam jejaknya. Jika ada fakta yang salah, tunjukkan koreksinya. Sesederhana itu.

EPN Media menegaskan kembali Jangan habiskan energi untuk menyerang penulis. Jawab saja kritiknya dengan data. Jangan sibuk mencari siapa yang menulis, tetapi lupa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

EPN Media tidak membutuhkan pembelaan dari siapa pun. Kami hanya tidak ingin substansi persoalan pelayanan publik tenggelam oleh perdebatan yang justru menyeret identitas penulis.

Satu hal yang perlu dipahami: mengkritik media boleh, mengoreksi tulisan juga boleh. Namun, jangan sampai kritik terhadap sebuah tulisan justru menjadi cara untuk menghindari pertanyaan yang seharusnya dijawab kepada masyarakat.

BERITA TANPA BATAS

  • Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Aksi perampasan kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang perempuan yang akrab disapa Mama I’mang diduga menjadi korban perampasan tas di Karanamu, Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WITA, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Kamis (29/10/2026). Berdasarkan kronologi yang dihimpun, dua pria awalnya berteduh di salah…

  • DPRD Majene Bantah 3.000 PPPK Paruh Waktu Tak Dapat Gaji.Begini Penjelasannya

    DPRD Komisi II DPRD Kabupaten Majene, Napirman, membantah informasi yang menyebut sekitar 3.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Majene tidak terakomodasi dalam penggajian. Rabu 28/10/2026 Saat di konfirmasi Menurut Napirman, dari total 5.749 PPPK yang terdaftar dalam database, sekitar 2.000 lebih telah dimasukkan dalam pembahasan anggaran perubahan. Sementara itu, sekitar…

  • ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    MAJENE — Setelah berbulan-bulan diwarnai kelangkaan BBM bersubsidi dan antrean panjang di sejumlah SPBU, kondisi pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini mulai kembali normal. Kondisi ini patut diapresiasi sebagai langkah positif dalam upaya mengatasi persoalan yang sempat meresahkan masyarakat. ‎Pada September hingga Oktober 2026, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter…

  • JANGAN GADUH SOAL PENULIS, JAWAB SUBSTANSI KRITIK! EPN MEDIA: DPRD BUKAN LEMBAGA YANG KEBAL PENGAWASAN PUBLIK

    JANGAN GADUH SOAL PENULIS, JAWAB SUBSTANSI KRITIK! EPN MEDIA: DPRD BUKAN LEMBAGA YANG KEBAL PENGAWASAN PUBLIK

    TANGGAPAN REDAKSI: KRITIK DIBALAS DENGAN DATA, BUKAN MENYERANG PENULIS Majene- Menanggapi tulisan salah satu media online yang mempersoalkan produk tulisan EPN Media, mulai dari tudingan tidak memenuhi kaidah jurnalistik, penggunaan identitas Edhy Putra Negara, hingga dugaan penggunaan aplikasi AI, kami memandang kritik tersebut sah-sah saja. Namun, kritik juga harus disertai argumentasi dan fakta yang jelas.…


  • DPRD Majene Kritik Kondisi RSUD, Masyarakat: Jangan Hanya Jago Berkomentar di Media Sosial

    DPRD Majene Kritik Kondisi RSUD, Masyarakat: Jangan Hanya Jago Berkomentar di Media Sosial

    MAJENE, – Ramainya sorotan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene terhadap kondisi fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene melalui media sosial justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Sabtu, 7/11/2026 Publik mulai mempertanyakan sejauh mana fungsi penganggaran dan pengawasan yang selama ini dijalankan para wakil rakyat terhadap rumah sakit milik pemerintah…


  • Sekcam Malunda Yusria Ungkap Bapenda Sudah Hubungi Vendor Reklame Tumbang, Tindakan Tegas Menanti Jika Tak Segera Diperbaiki

    Sekcam Malunda Yusria Ungkap Bapenda Sudah Hubungi Vendor Reklame Tumbang, Tindakan Tegas Menanti Jika Tak Segera Diperbaiki

    MALUNDA,– Penanganan reklame yang tumbang akibat angin puting beliung di wilayah Kecamatan Malunda mulai mendapat perhatian Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).jumat 6/11/2026 Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Malunda, Yusria, S.IP., mengungkapkan bahwa pihak Bapenda telah menghubungi pimpinan vendor yang bertanggung jawab atas reklame tersebut untuk meminta tindak lanjut perbaikan. Menurut informasi yang diperolehnya setelah melakukan konfirmasi kepada Bapenda,…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *