Keterbatasan Armada Jenazah di Puskesmas Malunda, Pemerintah Diharapkan Beri Perhatian

Keterbatasan armada pengangkut jenazah di wilayah Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, diharapkan mendapat perhatian dari pemerintah. Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian setelah adanya warga yang meninggal dunia di Puskesmas Malunda, Senin (28/9/2026).
‎
‎Pihak keluarga yang tengah berduka membutuhkan kendaraan untuk membawa jenazah ke rumah duka. Namun, hingga saat ini Puskesmas Malunda belum memiliki armada khusus pengangkut jenazah.
‎
‎Dalam kondisi tersebut, pihak Puskesmas terpaksa meminjamkan ambulans untuk membantu proses pengangkutan jenazah kepada keluarga. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan di tengah keterbatasan sarana yang tersedia.
‎
‎Namun, penggunaan ambulans untuk mengangkut jenazah juga menjadi dilema tersendiri. Sebab, ambulans merupakan kendaraan pelayanan medis yang sewaktu-waktu harus digunakan untuk menangani pasien dalam kondisi darurat maupun kebutuhan rujukan.
‎
‎Terlebih, armada ambulans yang tersedia di Puskesmas Malunda masih terbatas, sementara wilayah pelayanan Puskesmas mencakup masyarakat dalam jumlah yang cukup banyak dan wilayah Malunda merupakan salah satu wilayah terjauh dari pusat Kabupaten Majene.
‎
‎Kepala Puskesmas Malunda, Irwan, mengatakan pihaknya telah mengusulkan kebutuhan kendaraan pengangkut jenazah dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP). Menurutnya, kebutuhan tersebut penting mengingat tuntutan pelayanan kepada masyarakat cukup tinggi, sementara sarana transportasi yang tersedia masih terbatas.
‎
‎ “Kami sudah mengusulkan mobil jenazah dalam RDP. Kami berada di wilayah terjauh di Kabupaten Majene, sehingga dituntut memberikan pelayanan yang maksimal, sementara armada kami masih terbatas,” ujar Irwan.
‎
‎Ia mengungkapkan, kondisi tersebut kerap menempatkan pihak Puskesmas dalam situasi dilematis ketika terdapat pasien yang meninggal dunia.
‎
‎ “Kami dilema. Di satu sisi, kalau ada pasien yang meninggal di Puskesmas, ada aturan bahwa ambulans tidak boleh digunakan untuk membawa jenazah. Di sisi lain, keluarga yang berduka membutuhkan bantuan. Jadi, dalam kondisi tertentu kami mengutamakan sisi kemanusiaan,” katanya.

Foto: kapus malunda bersama pihak puskesmas malunda
‎

‎Menurutnya, penyediaan kendaraan khusus pengangkut jenazah akan sangat membantu masyarakat sekaligus menjaga agar ambulans tetap dapat menjalankan fungsi utamanya sebagai kendaraan pelayanan kesehatan dan rujukan medis.
‎
‎Karena itu, pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian dan mempertimbangkan penyediaan armada khusus pengangkut jenazah untuk wilayah Kecamatan Malunda.
‎
‎Dengan adanya kendaraan khusus tersebut, kebutuhan masyarakat dalam kondisi kedukaan dapat terbantu tanpa mengganggu fungsi utama ambulans dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

BERITA TANPA BATAS

  • Majene Bersiap Hadapi Ancaman Wabah, Karantina Kesehatan Mulai Dirintis, Vaksin Internasional Dibidik

    MAJENE, — Pemerintah Kabupaten Majene mulai merintis layanan karantina kesehatan dan mempersiapkan pelayanan vaksinasi internasional. Langkah ini menjadi upaya memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman penyakit menular sekaligus mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. ‎Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, persiapan tersebut dimatangkan lewat kunjungan kaji tiru ke Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Sulawesi Selatan di…

  • Dugaan Setoran Rp540 Juta di Majene, Nama Bupati dan Sekda Disebut dalam Pengakuan Ilham

    MAJENE — Dugaan setoran dana sebesar Rp540 juta yang dikaitkan dengan kegiatan revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, memunculkan pertanyaan mengenai tujuan pembayaran, pihak-pihak yang terkait, serta pertanggungjawaban dana tersebut. Jumat 23 (Oktober 2026) ‎‎Informasi ini berasal dari keterangan Ilham, yang mengaku mengetahui dan terlibat dalam pengurusan penyetoran dana tersebut. Menurut pengakuannya, uang sebesar…

  • GRH Sulsel Dukung Pemberantasan Narkoba, Desak Bandar Besar Dimiskinkan dan Jaringannya Dibongkar

    MAKASSAR — Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Revolusi Hukum (DPD GRH) Sulawesi Selatan, M. Ishadul Islami Akbar, S.H., menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika di Indonesia. Ia menegaskan, perang terhadap narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, tegas, dan tanpa pandang bulu, termasuk dengan membongkar jaringan bandar besar serta menelusuri aset yang…

  • Majene Bersiap Hadapi Ancaman Wabah, Karantina Kesehatan Mulai Dirintis, Vaksin Internasional Dibidik

    Majene Bersiap Hadapi Ancaman Wabah, Karantina Kesehatan Mulai Dirintis, Vaksin Internasional Dibidik

    MAJENE, — Pemerintah Kabupaten Majene mulai merintis layanan karantina kesehatan dan mempersiapkan pelayanan vaksinasi internasional. Langkah ini menjadi upaya memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman penyakit menular sekaligus mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. ‎Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, persiapan tersebut dimatangkan lewat kunjungan kaji tiru ke Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Sulawesi Selatan di…


  • Dugaan Setoran Rp540 Juta di Majene, Nama Bupati dan Sekda Disebut dalam Pengakuan Ilham

    Dugaan Setoran Rp540 Juta di Majene, Nama Bupati dan Sekda Disebut dalam Pengakuan Ilham

    MAJENE — Dugaan setoran dana sebesar Rp540 juta yang dikaitkan dengan kegiatan revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, memunculkan pertanyaan mengenai tujuan pembayaran, pihak-pihak yang terkait, serta pertanggungjawaban dana tersebut. Jumat 23 (Oktober 2026) ‎‎Informasi ini berasal dari keterangan Ilham, yang mengaku mengetahui dan terlibat dalam pengurusan penyetoran dana tersebut. Menurut pengakuannya, uang sebesar…


  • GRH Sulsel Dukung Pemberantasan Narkoba, Desak Bandar Besar Dimiskinkan dan Jaringannya Dibongkar

    GRH Sulsel Dukung Pemberantasan Narkoba, Desak Bandar Besar Dimiskinkan dan Jaringannya Dibongkar

    MAKASSAR — Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Revolusi Hukum (DPD GRH) Sulawesi Selatan, M. Ishadul Islami Akbar, S.H., menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika di Indonesia. Ia menegaskan, perang terhadap narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, tegas, dan tanpa pandang bulu, termasuk dengan membongkar jaringan bandar besar serta menelusuri aset yang…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *