MAJENE – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Kamis (15/10/2026), menghanguskan sekitar 4–5 hektare lahan. Kobaran api yang muncul sekitar pukul 13.00 WITA itu bergerak dari arah barat ke timur hingga mendekati bangunan sekolah.
Situasi tersebut memicu aksi cepat petugas pemadam kebakaran (Damkar), Satpol PP, personel TNI, warga, serta pihak sekolah. Mereka berjibaku memadamkan api dan mencegah kobaran menjalar lebih jauh, terutama ke kawasan permukiman dan bangunan sekolah.
Setelah berjam-jam melakukan upaya pemadaman, sekitar pukul 18.00 WITA, api di sekitar kawasan permukiman dilaporkan berhasil dikendalikan sehingga situasi di area tersebut berangsur aman dan kondusif.
Namun, upaya penanganan belum sepenuhnya mudah. Kobaran api masih merembet dan meluas ke kawasan lahan yang sulit dijangkau, sehingga berpotensi menyulitkan proses pemadaman lanjutan. Kondisi ini menjadi perhatian karena api yang tersisa dapat kembali meluas apabila tidak segera ditangani
Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan sekitar 4–5 hektare lahan. Luas area terdampak masih perlu dipastikan melalui pendataan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa ancaman karhutla tidak berakhir hanya karena api di dekat permukiman berhasil dikendalikan. Kawasan yang sulit dijangkau tetap membutuhkan perhatian dan pemantauan agar kobaran tidak kembali membesar atau menjalar ke wilayah lain.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Penanganan cepat dan kerja sama seluruh pihak menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas serta melindungi permukiman dan fasilitas umum.

BERITA TANPA BATAS





Tinggalkan Balasan