MAJENE,— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene melalui Komisi II Bidang Perekonomian dan Pembangunan akan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk membahas persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Majene. Senin (7/9/2026)
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat internal Komisi II DPRD Kabupaten Majene yang dilaksanakan pada 7 Agustus 2026, terkait rencana pembahasan mengenai kelangkaan BBM bersubsidi yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Berdasarkan surat undangan Komisi II DPRD Majene Nomor T.170.13/735/IX/2026 tertanggal 7 September 2026, rapat dijadwalkan berlangsung pada:
Hari/Tanggal: Selasa, 8 September 2026
Pukul: 14.00 WITA
Tempat: Gedung DPRD Kabupaten Majene
Agenda: Membicarakan terkait kelangkaan BBM bersubsidi di Kabupaten Majene.
Dalam rapat tersebut, Komisi II DPRD Majene mengundang sejumlah pihak yang dinilai berkaitan langsung dengan persoalan distribusi dan kebutuhan BBM masyarakat.
Mereka yang diundang antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Majene, Staf Ahli Bupati Majene Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Koperasi UKM,Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Majene, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Majene.
Selain unsur pemerintah daerah, Komisi II juga mengundang pengelola SPBU Lembang, SPBU Rangas, SPBU Tammerodo dan SPBU Malunda.
Rapat ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan pemerintah daerah, DPRD dan pengelola SPBU guna membahas secara langsung persoalan kelangkaan BBM bersubsidi yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Sebelumnya, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Majene menjadi pemandangan yang kerap terjadi. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena BBM merupakan kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas ekonomi, mulai dari nelayan, petani, pelaku usaha hingga masyarakat pengguna kendaraan untuk aktivitas sehari-hari.
Kini publik menanti, apakah rapat dengar pendapat tersebut mampu menghasilkan solusi konkret, bukan sekadar pembahasan, di tengah keresahan masyarakat akibat sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi.

BERITA TANPA BATAS


Tinggalkan Balasan