Unggah Menu MBG Dikritik ke Media Sosial,SPPG Aulia 2 Laporkan Pemilik Akun Ke Polisi

Pemilik akun TikTok @dyputri_ resmi dilaporkan ke kepolisian oleh pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aulia 2 Desa Sumberagung, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (25/2/2026). Laporan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik.

Pelaporan ini berawal dari unggahan video berdurasi 27 detik yang menampilkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi kering. Dalam video itu, terlihat paket MBG berisi jeruk, singkong goreng, dan tahu bakso, disertai narasi bernada sindiran.

Unggahan tersebut kemudian viral dan ditonton puluhan ribu pengguna TikTok. Pihak SPPG Aulia 2 menilai konten itu memicu opini publik negatif dan mencoreng nama lembaga, sehingga dilaporkan ke Polres Bojonegoro.
Humas SPPG Aulia 2 Sumberagung, Haryono, menyebut unggahan dilakukan lebih dari satu kali dan berdampak serius terhadap institusi. Bahkan, pihaknya menerima teguran dari atasan akibat viralnya video tersebut.

“Unggahan itu memicu penilaian publik yang merugikan lembaga kami,” ujarnya.
Haryono juga menegaskan tidak ada laporan penerima MBG yang mengalami gangguan kesehatan atau keracunan makanan.

Kuasa hukum pelapor, Sunaryo Abuma’in, mengatakan laporan ini ditempuh sebagai langkah hukum untuk menjaga nama baik kliennya. Menurutnya, unggahan tersebut telah menimbulkan kerugian baik materiel maupun immateriel.

Pihak pelapor berharap kepolisian segera memanggil pemilik akun untuk dimintai keterangan guna memperjelas persoalan.
Sumber: blokBojonegoro

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemilik akun TikTok yang dilaporkan belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. Upaya konfirmasi belum berhasil.

(editor:EPN)

EPN Pemberitaan Tanpa Batas

  • ‎Dugaan Penganiayaan Siswa oleh Oknum Guru di SMPN 1 Malunda, Kasus Dilaporkan ke Polisi

    Seorang siswa bernama Muhammad Revan, warga Kaloran, Kecamatan Malunda, diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum guru di lingkungan SMP Negeri 1 Malunda. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada hari Senin 27/4/2026, usai pelaksanaan upacara bendera di area sekolah.‎‎Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula saat seorang guru perempuan mencukur rambut Revan karena dianggap terlalu panjang. Namun, dalam…

  • BKAD Majene Buka Suara, ADD Belum Cair, Gaji Desa Diprioritaskan

    Majene — Di tengah keluhan puluhan desa terkait mandeknya belanja operasional, pihak Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Majene akhirnya memberikan klarifikasi. sabtu, (25/4/2026) Sekretaris BKAD Majene, Rudi Hartanto, menjelaskan bahwa keterlambatan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) disebabkan oleh belum masuknya sumber anggaran yang menjadi dasar penyaluran dana tersebut. Meski demikian, pemerintah daerah disebut…

  • ‎62 Desa di Majene “Kering” Operasional, ADD Tak Kunjung Cair hingga Akhir April

    Majene — Memasuki akhir April, sebanyak 62 desa di Kabupaten Majene masih belum merasakan pencairan Biaya Operasional Pemerintah Desa (BOP) yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). Kondisi ini memicu keluhan serius dari para kepala desa, karena roda pemerintahan di tingkat desa mulai tersendat. Sabtu, 25 April 2026. ‎Padahal, dalam Peraturan Bupati (Perbup) secara tegas…


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *