Air Mata Petani Coklat di Malunda Harga Anjlok Jelang Panen, Tangis dan Doa Sarman Terdengar dari Kebun

Menjelang musim panen, air mata justru tumpah di kebun coklat. Seorang petani coklat asal Desa Kayu Angin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, provinsi Sulawesi Barat tak kuasa menahan tangis akibat anjloknya harga coklat di tingkat petani. Sabtu, (28/2/2026),

Petani tersebut bernama Sarman, pemilik akun Facebook Sarman Alakdarnya. Selama ini, Sarman dikenal sebagai sosok petani yang kerap tampil dengan gaya humor di media sosial. Namun kali ini, keceriaan itu sirna. Ia larut dalam kesedihan melihat hasil panen coklatnya yang tak lagi bernilai seperti dahulu.

Dalam sebuah video sederhana yang diunggah di akun Facebook pribadinya pada Sabtu sore, 28 Februari, Sarman merekam langsung buah coklat hasil kebunnya. Suaranya terdengar lirih, penuh keputusasaan, menggambarkan kegundahan seorang petani kecil yang berharap pada hasil panen.Sambil mengarahkan kamera ke tumpukan buah coklat, Sarman merintih,

“Wahai pedagang coklat, seandainya bisa ini coklat agak mahal sedikit…”
Tangisnya pecah. Bibirnya bergetar. Ia menyebut Tuhannya, Lailahaillallah, sambil mengenang masa-masa ketika harga coklat masih berpihak kepada petani.Ia mengingat, pada masa lalu harga coklat pernah menyentuh angka Rp50 ribu hingga Rp100 ribu bahkan lebih per kilogram. Namun kini, harga itu jatuh drastis dan hanya berkisar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
“Ada apa dengan dunia…” ucap Sarman sambil menangis.

Kesedihan Sarman semakin dalam karena situasi tersebut terjadi bulan ramadhan menjelang lebaran . Zakat fitrah sudah menanti, kebutuhan rumah tangga meningkat, dan anak-anak membutuhkan baju Lebaran. Namun hasil panen yang diharapkan menjadi penopang ekonomi keluarga justru tak lagi memberi harapan.

“Oh Tuhan, kasihan coklat saya. Pas panen, pas musimnya, tapi harganya murah. Semoga ke depan harga coklat bisa mahal lagi,” ujar Sarman penuh harap.

Doa itu meluncur dari seorang petani kecil yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari tanah dan tanaman. Kisah Sarman bukanlah cerita satu orang semata, melainkan potret nyata kehidupan petani coklat di Malunda.

Diketahui Dahulu, wilayah Malunda dikenal sebagai salah satu sentra penghasil coklat. Namun ketika harga jatuh, banyak petani menebang tanaman coklat dan beralih ke komoditas lain.

Saat harga kembali naik, khususnya pada tahun 2025 yang sempat mencapai Rp50 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram, petani kembali
berbondong-bondong menanam coklat.
Kini, memasuki tahun 2026, harga coklat kembali anjlok. Petani kembali menangis.
Kondisi ini menjadi pelajaran pahit yang terus berulang di sektor pertanian.

Petani kerap terjebak dalam pola tanam musiman, menanam komoditas hanya ketika harga sedang tinggi, lalu meninggalkannya saat harga jatuh.

Air mata Sarman hari ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Bahwa persoalan pertanian bukan hanya soal menanam dan memanen, tetapi juga tentang keberpihakan pasar, stabilitas harga, dan edukasi agar petani mampu bertahan secara konsisten di tengah fluktuasi harga yang tak menentu.(Rls/EPN).

Epn Pemberitaan Tanpa Batas

Explorer Pemberitaan Nyata

  • Breaking News: Kebakaran Lahan Meluas, 4 Hektar Terbakar, Medan Ekstrem Bikin Petugas Hanya Bisa Pantau‎

    MAJENE, – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. Api dilaporkan mulai terlihat sejak sore dan hingga Jumat malam sekitar pukul 22.30 WITA masih berkobar, luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 4 hektare. Titik api diduga bersumber dari wilayah Desa Puttada, kemudian merambat hingga ke wilayah  tinghas tinggas Desa Limbua. ‎Kondisi…

  • Niat Tertibkan dan Bersihkan Kota, Pemkab Majene Malah Diprotes: Defyul Meidam Soroti Potensi Bertambahnya Pengangguran

    MAJENE — Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh petugas gabungan di sejumlah kawasan perkotaan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Kamis (27/8/2026), mendapat sorotan dari pelaku UMKM. Protes tersebut disampaikan Pelaku UMKM Sekaligus Kreator Digital, Defyul Meidam melalui siaran langsung Facebook berdurasi sekitar 28 menit yang dikutip dari unggahannya akun milik pribadinya, ketika proses penertiban tengah berlangsung.…

  • Ribuan Pasang Mata Saksi, Duel Kalorang FC vs KayuAngin FC,

    Malunda- ‎Ribuan pasang mata memadati Lapangan Tasinara, Kecamatan Malunda kabupaten Majene , untuk menyaksikan laga puncak turnamen sepak bola yang diprakarsai oleh pemuda setempat dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.​Partai final menyajikan duel sengit antara Kayuangin FC melawan Kalorang FC.. Kamis (27/8/2026).‎‎Tampil dominan sejak awal, Kayuangin FC unggul 3-0 di babak pertama hingga babak…

  • Dermawan Buka Suara! Akui Pukul Ilham, Sebut Dipicu Utang Piutang

    Dermawan Buka Suara! Akui Pukul Ilham, Sebut Dipicu Utang Piutang

    MAJENE, EPN Media – Seorang pria bernama Dermawan mengaku terlibat dalam pemukulan terhadap Ilham. Ia menegaskan, peristiwa tersebut dipicu persoalan pribadi terkait utang-piutang dan penggunaan namanya untuk meminjam uang, bukan berkaitan dengan laporan dugaan suap dan penipuan proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene. Dalam klarifikasinya, Dermawan mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, dirinya sempat bertemu dan berbincang…


  • Pemdes Sulai Gelar Musyawarah Perubahan APBDes 2026, Anggaran Siltap Dialihkan‎

    Pemdes Sulai Gelar Musyawarah Perubahan APBDes 2026, Anggaran Siltap Dialihkan‎

    Pemerintah Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, menggelar musyawarah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut dihadiri pendamping desa, para kepala dusun, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Jumat, (30/10/2026). ‎‎Dalam musyawarah tersebut, salah satu pembahasan utama adalah pergeseran anggaran penghasilan tetap (siltap) yang sebelumnya dialokasikan untuk…


  • Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Aksi perampasan kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang perempuan yang akrab disapa Mama I’mang diduga menjadi korban perampasan tas di Karanamu, Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WITA, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Kamis (29/10/2026). Berdasarkan kronologi yang dihimpun, dua pria awalnya berteduh di salah…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *