‎Camat Ulumanda: Penanganan Mendesak, Warga Kolehalang Mengungsi, Jalan Tertutup Longsor Butuh Alat Berat

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 14.00 hingga menjelang Magrib, Kamis (16/04/2026), memicu terjadinya longsor di sejumlah titik.

‎Di Dusun Kolehalang, Desa Panggalo, bebrapa warga dilaporkan berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman smentara . Hal ini menyusul adanya longsoran tanah di bagian belakang beberapa rumah yang berpotensi mengancam keselamatan.

Foto:Jalan yg tertutup longsor dibelakan rumah warga di dusun kolehalan


Longsor juga menutup akses jalan penghubung antara Dusun Kolehalang dan Dusun Tasambulang. Jalan tersebut merupakan jalur kawasan transmigrasi yang cukup vital bagi aktivitas warga.

‎Camat Ulumanda, Muhammad Arif, membenarkan kondisi tersebut dan menegaskan bahwa penanganan darurat sangat mendesak.

‎“Kami sudah melaporkan ke BPBD Kabupaten Majene dan Dinas Transmigrasi agar segera menurunkan alat berat untuk membuka akses ke Dusun Tasambulang,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, kondisi longsoran tidak memungkinkan ditangani secara manual sehingga membutuhkan alat berat secepatnya.

‎Sementara itu, salah satu warga terdampak menyampaikan bahwa kondisi saat ini masih relatif aman, namun tetap perlu kewaspadaan tinggi.

‎“Kondisi masih aman, hanya saja tetap hati-hati. Dikhawatirkan longsornya semakin meluas,” ujar warga dalam keterangannya.

‎Hingga saat ini, belum ada dokumentasi lengkap dari lokasi longsor yang menutup akses jalan karena posisi hujan terus mengguyur wilyah tersebut hingga hari mulai gelap . Namun dipastikan material longsoran cukup besar dan tidak bisa diatasi tanpa alat berat.

‎Pihak media masih terus melakukan penelusuran dan konfirmasi lanjutan di lapangan guna memperoleh data lebih lengkap terkait dampak kejadian tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, khususnya di wilayah rawan longsor, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

PEMBERITAAN TANPA BATAS

  • Kasus Pemukulan dan Pembakaran Motor di Malunda Berakhir Damai, Polsek Fasilitasi Mediasi Kedua Pihak

    Majene — Perkembangan terbaru terkait insiden pemukulan yang berujung pada pembakaran dua unit sepeda motor di Dusun Lombong, Desa Lombong, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, akhirnya menemui titik terang. Melalui upaya penyelesaian secara kekeluargaan yang difasilitasi oleh pihak kepolisian, kedua pihak yang sebelumnya berselisih kini sepakat mengakhiri persoalan tersebut secara damai. Proses mediasi berlangsung pada Jumat…

  • Polemik Tanah KOPDES Sulai. Pemda Keliru Maknai SE Mendagri, Potensi Masalah Hukum. Gubernur, Bupati dan DPRD Harus Bertindak

    Majene, Sabtu 14 Maret – Polemik pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KOPDES) di Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, semakin memanas. Pemerintah Kabupaten Majene (Pemda) memberikan penjelasan yang keliru dan menyesatkan terkait Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 100.3.1.3/4911/SJ Tahun 2025 yang mengatur pemanfaatan BMD untuk kegiatan KDKMP. Dalam pesan yang…

  • Anggota Polisi, Polsek Malunda Pantau Jagung di Desa Bambangan

    Pastikan Tanaman Jagung Tumbuh Optimal, Bhabinkamtibmas Polsek Malunda Pantau Jagung Usia 30 Hari di Desa Bambangan Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Malunda Polres Majene, AIPDA Ansar Dg. Tinggi, melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung milik warga di Dusun Bambangan, Desa Bambangan, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Jumat (13/3/2026). Kegiatan pemantauan tersebut…


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *