Sempat Hilang Diterjang Badai, Tiga Nelayan Asal Malunda Pulang Selamat Disambut Tangis Haru Keluarga

Tiga Nelayan Asal Malunda yang sebelumnya dikabarkan hilang kontak sejak dini hari, Rabu 20 Mei 2026, akhirnya kembali dengan selamat setelah sempat terombang-ambing akibat cuaca buruk ekstrem di perairan pesisir Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
‎
‎Informasi yang dihimpun menyebutkan, ketiga nelayan tersebut diduga terbawa badai dan arus hingga mencapai perairan Somba. Setelah berjuang di tengah gelombang tinggi dan cuaca ekstrem, mereka akhirnya berhasil kembali dan tiba sekitar pukul 20.30 WITA.
‎
‎Kedatangan para nelayan disambut penuh haru oleh keluarga dan warga yang sejak pagi terus menanti kabar keselamatan mereka. Suasana tangis bahagia pun pecah saat ketiganya tiba dalam keadaan selamat.


‎
‎Sebagai bentuk penanganan cepat, pihak Puskesmas Malunda turut menurunkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para nelayan.
‎
‎Tim tersebut terdiri dari satu orang dokter dan dua orang perawat guna memastikan kondisi korban tetap stabil setelah berjam-jam berada di laut akibat cuaca buruk.
‎
‎Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang beberapa hari terakhir melanda wilayah perairan Sulawesi Barat, khususnya di kawasan pesisir Malunda.
‎
‎Smentara itu Tim sar yg stembai di lokasi yg ingin melaukian pencairan dan menunggu kapal kembalinkemjen stelah korban dugana hilang dinyatakan pulang dgn selamata
‎
‎Lebih lanjut , tim SAR yang sebelumnya bersiaga di lokasi dan bersiap melakukan pencarian akhirnya membatalkan proses pencarian setelah kapal yang membawa ketiga nelayan tersebut berhasil kembali.

Setelah para korban yang sempat diduga hilang dinyatakan pulang dengan selamat, suasana di posko pemantauan pun berubah menjadi penuh rasa syukur dan haru. **

©️epn

  • Legalitas Lahan KOPDES Sulai Dipersoalkan, DPRD Majene Siap Turun Tangan

    MAJENE – Persoalan legalitas lahan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KOPDES) di Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, mulai mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Majene. Komisi I DPRD menyatakan siap menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sulai terkait penggunaan lahan yang dinilai belum memiliki kepastian administrasi. Selasa,(10/3/2026) Melalui sambungan telepon, anggota Komisi I DPRD…

  • Honorer Kantor Camat Malunda Keluhkan Gaji 2025 Belum Cair, Sudah Lebih dari Enam Bulan

    Sejumlah pegawai honorer di Kantor Camat Malunda mengeluhkan belum cairnya insentif atau gaji mereka untuk tahun 2025. Hingga kini, memasuki tahun 2026 dan telah melewati lebih dari enam bulan, pembayaran tersebut belum juga diterima. Senin,(9/3/2026) Salah satu pegawai honorer yang enggan disebutkan namanya menyampaikan harapannya agar persoalan ini mendapat perhatian dari pihak terkait. “Kami mempertanyakan…

  • Sorotan Administrasi Pemanfaatan Aset dalam Pembangunan KOPDES di Desa Sulai

    Program Koperasi Desa Merah Putih (KOPDES) merupakan program nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat desa. Karena itu, pelaksanaannya tentu patut didukung oleh semua pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat desa. Namun demikian, percepatan pembangunan program tersebut juga tetap harus memperhatikan prinsip tertib administrasi dalam pengelolaan aset pemerintah daerah. Mengacu pada **Surat Edaran Menteri Dalam Negeri…


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *