‎Puluhan TNI Mendadak Masuk Pelosok Majene, Warga Sempat Bertanya-tanya, Ternyata Bawa Kabar Baik

MAJENE — Suasana Dusun Kasambi, Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, mendadak berubah, Rabu (5/8/2026).

Puluhan prajurit TNI berseragam loreng lengkap terlihat lalu-lalang di tengah permukiman warga. Kehadiran pasukan dalam jumlah cukup banyak itu sontak mengundang perhatian. Warga sempat bertanya-tanya, bahkan ada yang menduga terjadi sesuatu yang serius di wilayah tersebut. Rabu ( 5/8/2026)

Namun, dugaan itu justru berbalik menjadi kabar menggembirakan. Para prajurit TNI tersebut bukan datang membawa senjata untuk menghadapi konflik. Mereka datang membawa kabar baik: meresmikan Jembatan Garuda, sebuah akses vital yang selama ini dinantikan masyarakat pelosok Desa Sulai.

‎Peresmian Jembatan Garuda dihadiri Kasdim 1401/Majene, Mayor Inf Husain, yang mewakili Dandim 1401/Majene, jajaran Danramil, pemerintah Kecamatan Ulumanda, Pemerintah Desa Sulai, tokoh masyarakat, serta warga setempat.


Dalam sambutannya, Mayor Inf Husain menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut berawal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui pemerintah desa dan kemudian dikawal oleh Babinsa hingga akhirnya dapat direalisasikan.

‎“Usulan pembangunan ini murni berawal dari aspirasi warga masyarakat yang disampaikan melalui pemerintah desa dan dikawal oleh Babinsa, hingga akhirnya bisa terealisasi,” ujar Mayor Inf Husain.

‎Ia menjelaskan, terdapat sejumlah jenis jembatan dalam program Presiden yang disesuaikan dengan kondisi medan dan tingkat kemanfaatannya, di antaranya jembatan Aramco, jembatan besi, dan jembatan gantung.

‎
Menurutnya, keberadaan Jembatan Garuda bukan sekadar membangun sarana penyeberangan, tetapi menghadirkan akses yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

“Semoga jembatan ini membawa manfaat besar dan kita jaga bersama agar dapat dinikmati hingga generasi mendatang,” katanya.

‎BUKAN SEKADAR JEMBATAN, TAPI MEMBUKA AKSES WARGA


Bagi masyarakat setempat, Jembatan Garuda memiliki arti lebih besar daripada sekadar bangunan penghubung.

‎Jembatan tersebut menjadi salah satu akses penting yang membuka konektivitas wilayah Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, menuju Desa Lombang, Kecamatan Malunda.

‎Akses ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi geografis wilayah.

‎Mewakili Pemerintah Kecamatan Ulumanda, pihak kecamatan menyebut jalur tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu penghubung antarwilayah yang sangat dibutuhkan masyarakat.

BERTAHUN-TAHUN DIUSULKAN, AKHIRNYA TERWUJUD

‎Rasa haru dan apresiasi juga disampaikan Hammadia Kasi Pemerintahan Desa Sulai yang mewakili pemerintah desa dan masyarakat.

‎Ia mengungkapkan, pembangunan jembatan tersebut bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Pemerintah desa mengaku telah berulang kali mengusulkannya melalui Musrenbang, namun terbentur keterbatasan anggaran.

‎“Jembatan ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sudah berkali-kali kami usulkan melalui Musrenbang namun belum terwujud,” ungkap hammadia.

Menurutnya, keterlibatan TNI melalui program tersebut akhirnya membuat harapan masyarakat pelosok Desa Sulai menjadi kenyataan.

‎“Alhamdulillah, melalui keterlibatan TNI dan Program Kepresidenan, impian warga Desa Sulai akhirnya nyata. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian TNI kepada warga di pelosok,” ujarnya.

‎Peresmian kemudian ditutup dengan peninjauan langsung Jembatan Garuda oleh jajaran TNI, pemerintah setempat, dan masyarakat.

Hari itu, puluhan prajurit TNI memang ‘turun’ ke pelosok Majene. Tetapi bukan untuk perang. Bukan untuk mengangkat senjata. Mereka datang untuk membuka jalan harapan bagi masyarakat.

‎Dari loreng yang biasanya identik dengan medan tempur, kali ini warga melihat sesuatu yang berbeda: jembatan yang menjadi penghubung kehidupan.***

BERITA TANPA BATAS

  • Sekda Majene Buka Suara soal Dugaan Aliran Dana Rp540 Juta Revitalisasi Sekolah, Tegaskan Tak Terlibat

    MAJENE — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majene, H. Ardiansyah, S.STP., memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan aliran dana sebesar Rp540 juta yang dikaitkan dengan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Dalam pemberitaan Teluk Mandar yang terbit pada 24 Oktober 2026, Ardiansyah membantah keterlibatan dirinya bersama Bupati Majene dalam dugaan aliran dana tersebut. Klarifikasi itu…

  • Majene Bersiap Hadapi Ancaman Wabah, Karantina Kesehatan Mulai Dirintis, Vaksin Internasional Dibidik

    MAJENE, — Pemerintah Kabupaten Majene mulai merintis layanan karantina kesehatan dan mempersiapkan pelayanan vaksinasi internasional. Langkah ini menjadi upaya memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman penyakit menular sekaligus mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. ‎Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, persiapan tersebut dimatangkan lewat kunjungan kaji tiru ke Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Sulawesi Selatan di…

  • Dugaan Setoran Rp540 Juta di Majene, Nama Bupati dan Sekda Disebut dalam Pengakuan Ilham

    MAJENE — Dugaan setoran dana sebesar Rp540 juta yang dikaitkan dengan kegiatan revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, memunculkan pertanyaan mengenai tujuan pembayaran, pihak-pihak yang terkait, serta pertanggungjawaban dana tersebut. Jumat 23 (Oktober 2026) ‎‎Informasi ini berasal dari keterangan Ilham, yang mengaku mengetahui dan terlibat dalam pengurusan penyetoran dana tersebut. Menurut pengakuannya, uang sebesar…

  • ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    MAJENE — Setelah berbulan-bulan diwarnai kelangkaan BBM bersubsidi dan antrean panjang di sejumlah SPBU, kondisi pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini mulai kembali normal. Kondisi ini patut diapresiasi sebagai langkah positif dalam upaya mengatasi persoalan yang sempat meresahkan masyarakat. ‎Pada September hingga Oktober 2026, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter…


  • NCW Desak Kejari Majene Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dugaan Intervensi Diminta Diklarifikasi

    NCW Desak Kejari Majene Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dugaan Intervensi Diminta Diklarifikasi

    MAJENE, — Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nusantara Corruption Watch (NCW), Muh. Falar Anwar, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene agar proaktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Majene Tahun Anggaran 2026. Desakan tersebut disampaikan melalui pernyataan tertulis yang diterima EPN Media. Dalam pernyataannya, Muh. Falar menyoroti adanya isu dugaan intervensi dan…


  • Pos tanpa judul 1253

    Pemda dan Tim Hukum Cermati Pemberitaan Setoran Rp540 Juta Anggaran Revitalisasi Sekolah Disorot MAJENE — Dugaan setoran Rp540 juta yang dikaitkan dengan anggaran revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terus menjadi sorotan. Persoalan ini turut menjadi perhatian setelah media Teluk Mandar memberitakan pernyataan Pemerintah Daerah (Pemda) yang bersama tim hukum akan mencermati perkembangan pemberitaan…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *