Darurat Kebakaran di Musim Kemarau, Damkar Keluhkan Solar: Camat Cari Solusi, PSC Ikut Bergerak

Majene- Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kian mengkhawatirkan. Sejumlah titik kebakaran dalam beberapa waktu terakhir membuat petugas pemadam kebakaran (Damkar) harus bekerja ekstra, bahkan mengerahkan puluhan tangki untuk menangani api yang merembet di lahan dan semak belukar. kamis, (6/8/2025)

‎Petugas Damkar yang siaga di Posko Malunda mengungkapkan kekhawatiran lain yang tak kalah serius, yakni keterbatasan operasional untuk pembelian solar bagi satu-satunya armada pemadam yang saat ini disiagakan di Malunda.

‎“Jangankan untuk membeli solar, setiap malam kami stand by secara bergiliran. Untuk sekadar membeli kopi saja kami harus patungan,” ujar salah seorang anggota Damkar Malunda.

‎Menurutnya, sebelumnya terdapat kesepakatan dengan sejumlah pemerintah desa di Kecamatan Malunda untuk membantu operasional Damkar. Namun, sejak beberapa tahun terakhir kontribusi tersebut disebut tidak lagi berjalan.

Kondisi ini membuat petugas harus mengandalkan upaya sendiri serta bantuan dari masyarakat yang peduli.‎Padahal, armada Damkar yang disiagakan di Malunda tidak hanya menangani wilayah Kecamatan Malunda, tetapi juga siap bergerak ke Ulumanda, Tubo Sendana, hingga Tapalang jika terjadi kebakaran.

‎“Kami khawatir ketika terjadi kebakaran, justru solar tidak tersedia. Saat ini kondisi sudah darurat kebakaran, sehingga operasional harus dipastikan ada,” keluhnya.

Lebih lanjut, selain operasional pembeli solar damkar Malunda juga kekurangan kebutuhan perlengkapan, perawatan kendaran, senter, selang pengisapan 10 meter

“Kami juga membutuhkan senter kepala untuk digunakan kalau terjadi kebakaran pada saat malam hari, selain itu selang pengisapan kami pendek, sehingga harus jauh masuk ke pelosok mosso ambil air” Tambahnya

‎Menanggapi hal tersebut, Camat Malunda Muslimin, S.Ag., mengatakan pihaknya akan segera mencari solusi. Ia juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa agar dapat ikut membantu operasional Damkar sesuai kemampuan, tanpa adanya unsur paksaan.

‎“Kita akan mencari solusi, sekaligus mengedukasi pemerintah desa agar bisa berpartisipasi membantu operasional Damkar dengan kesadaran sendiri. Apalagi Malunda termasuk wilayah yang rawan kebakaran,” ujarnya saat ditemui di Kantor Camat Malunda.

‎foto:camat Malunda saat dikonfirmasi

Muslimin menambahkan, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi menjadi salah satu kendala. Namun, kondisi darurat kebakaran membuat persoalan operasional Damkar dinilai perlu segera dicarikan jalan keluar.

‎Sementara itu, Lewat via telepon Pimpinan Petugas Penaganan Darurat, Public Safety Canter Majene (PSC) , Aslan menyatakan Kesiapannya mencari solusi dan akan turut berkoordinasi dengan pemerintah terkait persoalan operasional tersebut, agar kebutuhan Damkar, khususnya bahan bakar, dapat diupayakan di musim kemarau mengingat darurat kebakaran.

Di tengah meningkatnya ancaman kebakaran pada musim kemarau, persoalan solar bukan sekadar urusan operasional. Ketika api sudah membesar, keterlambatan armada bergerak karena keterbatasan bahan bakar dapat berujung pada ancaman yang lebih besar bagi permukiman dan keselamatan warga.

Berita Tanpa Batas©️EPN

  • ‎62 Desa di Majene “Kering” Operasional, ADD Tak Kunjung Cair hingga Akhir April

    Majene — Memasuki akhir April, sebanyak 62 desa di Kabupaten Majene masih belum merasakan pencairan Biaya Operasional Pemerintah Desa (BOP) yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). Kondisi ini memicu keluhan serius dari para kepala desa, karena roda pemerintahan di tingkat desa mulai tersendat. Sabtu, 25 April 2026. ‎Padahal, dalam Peraturan Bupati (Perbup) secara tegas…

  • ‎Diterkam Buaya di Sungai Mandar, Warga Tinambung Ditemukan Meninggal Dunia

    Polewali Mandar – Peristiwa tragis kembali terjadi di wilayah Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban serangan buaya di aliran Sungai Mandar, Kamis malam (23/04/2026). ‎Korban diketahui berinisial ML (sekitar 50 tahun), warga Kande Api, yang bermukim di sekitar area depan SPPG Tower. Informasi yang dihimpun…

  • ‎Seorang Ibu Muda Meninggal dalam Kecelakaan, Polsek Malunda Amankan Lokasi Kecelakaan di Pao-pao

    Majene — Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan poros Majene–Mamuju, tepatnya di Lingkungan Pao-pao, Kelurahan Lamungan Batu, Kecamatan Malunda, Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu korban jiwa. ‎Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari rilis resmi Polsek Malunda, insiden melibatkan dua unit sepeda motor yang sama-sama bergerak dari arah Majene menuju Mamuju. ‎Kendaraan…

  • Dermawan Buka Suara! Akui Pukul Ilham, Sebut Dipicu Utang Piutang

    Dermawan Buka Suara! Akui Pukul Ilham, Sebut Dipicu Utang Piutang

    MAJENE, EPN Media – Seorang pria bernama Dermawan mengaku terlibat dalam pemukulan terhadap Ilham. Ia menegaskan, peristiwa tersebut dipicu persoalan pribadi terkait utang-piutang dan penggunaan namanya untuk meminjam uang, bukan berkaitan dengan laporan dugaan suap dan penipuan proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene. Dalam klarifikasinya, Dermawan mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, dirinya sempat bertemu dan berbincang…


  • Pemdes Sulai Gelar Musyawarah Perubahan APBDes 2026, Anggaran Siltap Dialihkan‎

    Pemdes Sulai Gelar Musyawarah Perubahan APBDes 2026, Anggaran Siltap Dialihkan‎

    Pemerintah Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, menggelar musyawarah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut dihadiri pendamping desa, para kepala dusun, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Jumat, (30/10/2026). ‎‎Dalam musyawarah tersebut, salah satu pembahasan utama adalah pergeseran anggaran penghasilan tetap (siltap) yang sebelumnya dialokasikan untuk…


  • Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Aksi perampasan kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang perempuan yang akrab disapa Mama I’mang diduga menjadi korban perampasan tas di Karanamu, Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WITA, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Kamis (29/10/2026). Berdasarkan kronologi yang dihimpun, dua pria awalnya berteduh di salah…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *