SETAHUN BERLALU, JALAN MASIH JALAN DI TEMPAT! YUDI SUDIRMAN: SAMPAI KAPAN WARGA HARUS DITANDU?

MAJENE — Setahun berlalu, persoalan akses jalan yang menghubungkan Desa Lombang-Lombang Timur dengan Salutahongan, Kecamatan Malunda, kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam datang dari Anggota DPRD Kabupaten Majene, Yudi Sudirman, dalam momentum Hari Jadi Majene ke-481, Sabtu (15/8/2026).

Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat yang hadir mewakili Gubernur Sulbar, Yudi Sudirman mengingatkan bahwa persoalan tersebut bukan isu baru yang baru muncul hari ini.

‎Menurutnya, persoalan akses jalan itu sudah pernah disampaikan pada momentum Hari Jadi Majene tahun sebelumnya. Namun, setelah satu tahun berlalu, masyarakat masih menghadapi persoalan yang sama.

Foto ; sudirman saat menyampaikan pada momentum yang sama hari jadi majene ke 480.

“Persoalan ini sudah pernah saya sampaikan pada momentum yang sama tahun lalu mengenai akses jalan yang menghubungkan Desa Lombang-Lombang Timur dengan Salutahongan di Kecamatan Malunda, serta beberapa ruas jalan di Kecamatan Ulumanda,” ujar Yudi Sudirman.

‎Ia menilai, kondisi ini menunjukkan masih adanya pekerjaan pembangunan yang belum benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah pelosok.

‎Yang lebih ironis, persoalan jalan bukan sekadar soal kendaraan sulit melintas. Ini menyangkut keselamatan dan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar.

‎Yudi mengungkapkan, ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan, masyarakat bahkan harus menandu pasien hingga beberapa kilometer untuk bisa keluar dari wilayah tersebut.

‎“Yang lebih memprihatinkan, ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka harus ditandu beberapa kilometer untuk dapat keluar dari wilayah tersebut,” ungkapnya.

Foto: warga desa salutahongan ditandu saat sakit

‎Kondisi tersebut, menurut Yudi, seharusnya tidak boleh terus berulang setiap tahun tanpa kejelasan penyelesaian.

‎Ia meminta persoalan akses jalan tersebut mendapat perhatian serius, bukan hanya dari Pemerintah Kabupaten Majene, tetapi juga Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, mengingat konektivitas antarwilayah menjadi bagian penting dalam pemerataan pembangunan.

‎“Kami berharap agar kondisi ini dapat menjadi perhatian serius dan memperoleh tindak lanjut yang nyata, sehingga tidak terus menjadi permintaan yang berulang dari rapat ke rapat hingga dari paripurna ke paripurna setiap tahunnya,” tegas Yudi.

‎‎Bagi Yudi Sudirman, Hari Jadi Majene bukan sekadar seremoni, tepuk tangan dan pidato. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk melihat kembali apa yang belum selesai dan apa yang masih dirasakan masyarakat di lapangan.

‎Ia menegaskan, ukuran kemajuan Majene tidak boleh hanya dilihat dari wajah pusat kota. Sebab, masyarakat di desa, pesisir, pegunungan hingga wilayah pelosok juga memiliki hak yang sama untuk merasakan pembangunan.

‎“Kemajuan Majene tidak cukup diukur dari apa yang terlihat di pusat kota, tetapi dari sejauh mana masyarakat di desa, pesisir, pegunungan, dan pelosok benar-benar merasakan manfaat pembangunan,” katanya.

‎Dalam kesempatan itu, Yudi juga mengutip pemikiran Bung Hatta tentang pentingnya pemerataan pembangunan.

“Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta, akan tetapi Indonesia bercahaya karena lilin kecil di desa,” ucapnya.

‎Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada wilayah yang mudah terlihat. Justru, kata Yudi, wilayah yang selama ini sulit dijangkau harus menjadi perhatian serius pemerintah.

‎Setahun sudah berlalu. Persoalannya kembali disampaikan. Pertanyaannya kini sederhana: sampai kapan warga harus menunggu akses jalan yang layak?

‎Yudi berharap peringatan Hari Jadi Majene ke-481 tidak kembali berakhir sebagai agenda tahunan semata, tetapi menjadi titik awal lahirnya langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

‎Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Yudi Sudirman dalam sambutannya pada momentum peringatan Hari Jadi Majene ke-481, Sabtu (15/8/2026).

BERITA TANPA BATAS
‎

  • Dari 52 ke 47 SPPG Ditutup. Alarm Keras bagi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

    Kebijakan tegas kembali diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sulawesi Barat. Melalui surat resmi tertanggal 6 April 2026, BGN menetapkan penghentian operasional sementara terhadap sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar kelayakan. ‎Langkah ini diambil setelah ditemukan bahwa beberapa SPPG belum mengantongi Sertifikat…

  • ‎Dinas PMD Sukses Gelar Pelantikan, Bupati Majene Kukuhkan 52 BPD PAW

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Majene, Sudirman, menggelar agenda pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tingkat kabupaten di Aula Kantor PMD Majene. kamis, (2/april/2026). ‎Kegiatan ini turut dihadiri oleh para camat, kepala desa, serta ketua BPD se-Kabupaten Majene. Sebanyak 52 anggota BPD PAW resmi dilantik langsung oleh Bupati…

  • Pendamping KOPDES Sulai Angkat Tangan, Pembangunan Jalan, Meski Administrasi Pemanfaatan Lahan Dipertanyakan

    Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KOPDES) di Desa Sulai, kecamatan Ulumanda, kabupaten Majene Sulbar, saat ini terus berjalan dengan hanya berlandaskan surat keterangan kepemilikan aset dari Pemerintah Daerah (Pemda). Namun ironisnya, hingga proses pembangunan berlangsung, dokumen pemanfaatan aset yang menjadi syarat utama dalam tata kelola Barang Milik Daerah (BMD) justru belum terlihat. Padahal, dalam praktik…

  • Cuaca ekstrem di Malunda, 42 rumah rusak, BPBD Majene salurkan bantuan darurat

    Cuaca ekstrem di Malunda, 42 rumah rusak, BPBD Majene salurkan bantuan darurat

    Dampak cuaca ekstrem yang disebut angin puting beliung melanda wilayah Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mulai terdata. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 36 rumah mengalami kerusakan di Kelurahan Malunda dan enam rumah di Desa Kayu Angin. Sementara itu, pendataan di wilayah Lamongan Batu masih berlangsung. Sebagai langkah penanganan awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…


  • Cuaca Ekstrem Terjang Malunda Puluhan Rumah Rusak, Camat dan Sekcam Turun Langsung Tinjau Rumah Warga Terdampak

    Cuaca Ekstrem Terjang Malunda Puluhan Rumah Rusak, Camat dan Sekcam Turun Langsung Tinjau Rumah Warga Terdampak

    MAJENE – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan suara guntur menggelegar menerjang Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Sabtu (31/10/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dan sejumlah pohon tumbang. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 14.30–14.40 WITA itu diperkirakan berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Meski relatif singkat, terjangan angin…


  • Rekaman Dugaan Jatah Proyek Revitalisasi untuk APH Beredar, NCW Tantang Kejaksaan Buka Suara

    Rekaman Dugaan Jatah Proyek Revitalisasi untuk APH Beredar, NCW Tantang Kejaksaan Buka Suara

    MAJENE – Pegiat hukum sekaligus Ketua Bidang Investigasi LSM Nusantara Corruption Watch (NCW), Muh. Falar Anwar Bulan, mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majene memberikan penjelasan secara terbuka terkait rekaman suara berdurasi hampir 30 menit yang beredar dan menjadi sorotan publik. Menurut Falar, Kepala Dinas Pendidikan perlu menjelaskan sekaligus memperjelas maksud dari sejumlah pernyataan yang disampaikan…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *