Lapangan Sepak Bola Sulai Berubah Cokelat, Dampak Kemarau dan Fenomena El Nino‎

Kondisi lapangan sepak bola Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini tak lagi menghijau. Hamparan rumput yang biasanya tampak hijau mulai berubah kecokelatan dan mengering akibat musim kemarau.
‎

‎Lapangan tersebut merupakan salah satu lapangan utama yang kerap digunakan masyarakat untuk berbagai turnamen dan kegiatan sepak bola di Kecamatan Ulumanda.

Foto Kondisi lapangan desa Sulai
‎

‎Kondisi ini menjadi salah satu gambaran dampak musim kemarau yang mulai dirasakan di wilayah pedesaan. Kondisi tersebut juga terjadi di tengah fenomena El Nino yang turut berpengaruh terhadap meningkatnya kondisi kekeringan.
‎
‎Sebelumnya, Bupati Majene secara resmi menetapkan status siaga darurat bencana dalam menghadapi musim kemarau, sebagai langkah kewaspadaan pemerintah daerah terhadap potensi dampak kekeringan, kebakaran lahan, dan bencana hidrometeorologi lainnya.
‎
‎Di tengah kondisi tersebut, Kepala Desa Sulai Abdullah juga terus mengimbau dan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.
‎
‎Masyarakat diminta menghindari pembakaran lahan maupun kebun, terutama dalam kondisi cuaca yang kering. Api dapat dengan mudah menyebar ke lahan lainnya dan berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas.
‎
‎Pemerintah Desa Sulai mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran selama musim kemarau.


“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati, terutama saat membakar lahan atau membersihkan kebun. Jangan sampai api lepas dan menyebar ke lahan lain. Selain dapat merugikan masyarakat dan lingkungan, pembakaran lahan yang menyebabkan kebakaran juga dapat berujung pada persoalan hukum dan pidana,” ujar Abdullah Kepala Desa Sulai.

BERITA TANPA BATAS
‎
‎

  • ‎Datang Membawa Kesalahan, Pulang Membawa Maaf, Mediasi Insiden Khataman Al-Qur’an di Malaiya Berujung Damai

    ‎Datang Membawa Kesalahan, Pulang Membawa Maaf, Mediasi Insiden Khataman Al-Qur’an di Malaiya Berujung Damai

    Perselisihan yang terjadi dalam acara khataman Al-Qur’an di Desa Maliaya, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang melibatkan warga Desa Bababuko utara dan warga desa Maliaya berujung damai setelah kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan melalui mediasi pada Rabu, 21-oktober 2026 ‎Mediasi berlangsung di Kantor Desa Maliaya dan dihadiri keluarga kedua belah pihak, baik dari pihak korban…


  • GMMPH kecam dugaan pembebanan biaya listrik kepada orang tua siswa SDN Mangkura 1, desak kepala sekolah dievaluasi

    GMMPH kecam dugaan pembebanan biaya listrik kepada orang tua siswa SDN Mangkura 1, desak kepala sekolah dievaluasi

    MAKASSAR — Gerakan Mahasiswa Masyarakat Pemerhati Hukum (GMMPH) mengecam rencana pembebanan biaya pemasangan kWh meter dan iuran listrik kepada orang tua siswa SDN Mangkura 1, Kota Makassar. GMMPH mendesak Dinas Pendidikan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengevaluasi kepala sekolah apabila ditemukan pelanggaran. Ketua GMMPH, Ishadul, S.H., menegaskan bahwa persoalan teknis kelistrikan sekolah negeri harus diselesaikan melalui…


  • Dari Jalanan untuk Konstitusi, Ketum GRH Sulsel Tantang Prabowo-Gibran: 21 Inpres Dinilai Rampas Kewenangan DPR

    Dari Jalanan untuk Konstitusi, Ketum GRH Sulsel Tantang Prabowo-Gibran: 21 Inpres Dinilai Rampas Kewenangan DPR

    MAKASSAR – Ketua Umum DPD Gerakan Revolusi Hukum (GRH) Sulawesi Selatan, M. Ishadul Islami Akbar, S.H., melontarkan kritik terhadap penggunaan 21 Instruksi Presiden (Inpres) pada masa pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menilai, penggunaan instrumen tersebut berpotensi menimbulkan persoalan konstitusional apabila memasuki ranah legislasi dan penganggaran yang menjadi kewenangan lembaga negara lain. Mengusung semangat “Dari Jalanan untuk Konstitusi”,…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *