BPBD Majene Koordinasi Karhutla di Malunda, Bantuan Stimulan Tahap II Kembali Disorot

MALUNDA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menggelar rapat koordinasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Malunda, Sabtu (3/10/2026).

‎Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Malunda tersebut dihadiri para kepala desa, lurah, jajaran BPBD Kabupaten Majene, serta anggota pemadam kebakaran.Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri langsung Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Majene, Suwardi, S.Ag., M.Pd.


Dalam kesempatan itu, Suardi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terlebih di tengah kondisi kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

‎Ia menekankan bahwa aktivitas pembakaran yang tidak terkendali dapat dengan mudah meluas dan berdampak terhadap lingkungan serta permukiman warga.

‎Selain membahas karhutla, Suwardi juga menyinggung perkembangan bantuan stimulan tahap II bagi masyarakat terdampak gempa yang hingga kini masih dalam proses pengusulan dan koordinasi dengan pemerintah pusat.

‎Menurutnya, pihak BPBD terus melakukan komunikasi dan menanyakan perkembangan bantuan tersebut ke pemerintah pusat.

‎“Tidak henti-hentinya kita mengusulkan dan menanyakan ke pusat. Ada beberapa kabupaten yang sampai sekarang masih terus mengusulkan dan belum selesai,” ujar Suardi.

‎
Ia mencontohkan kondisi di Palu yang menurutnya masih menghadapi proses penyelesaian bantuan pascabencana gempa tahun 2018.

‎“Untuk itu kita berdoa saja, semoga harapan kita bantuan stimulan tahap kedua ini bisa terealisasi,” katanya.

‎Sementara terkait kondisi kekeringan, Suwardi menyebut BPBD telah melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai perkembangan musim.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil koordinasi tersebut, musim hujan diperkirakan mulai berlangsung hingga sekitar Desember, bahkan berpotensi berlanjut hingga Maret 2027.

‎Di sisi lain, Lurah sekaligus Sekcam Malunda, Yusriah, mengatakan rapat koordinasi juga membahas kesiapan Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Malunda.

‎Menurutnya, kelengkapan sarana dan prasarana serta kebutuhan operasional anggota Damkar menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan tersebut.

‎“Termasuk kelengkapan Damkar Pos Malunda, baik peralatan maupun operasional anggota, akan menjadi perhatian dan pembahasan lebih lanjut,” ujar Yusriah.

‎Koordinasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat menghadapi potensi karhutla, sekaligus memastikan kebutuhan penanganan bencana di wilayah Malunda mendapat perhatian.

BERITA TANPA BATAS
‎

  • Jalan Poros Salutambung–Mambi Nyaris Putus, Warga Ulumanda Minta Pemerintah Segera Bertindak

    Akses utama penghubung Salutambung–Mambi yang berada di perbatasan Desa Tandeallo dan Desa Ulumanda, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Badan jalan mengalami retakan serius dan nyaris putus akibat curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Ulumanda dalam beberapa waktu terakhir. Kamis, Juni (18/6/2026) ‎Kondisi tersebut diperparah oleh getaran gempa yang terjadi dua…

  • Majene Kota Pendidikan, Namun Dugaan Ketidakadilan Penilaian di SDN 11 Karema Jadi Sorotan

    Kasus yang dialami Ahmad Nafis, siswa SD Negeri 11 Karema, Kecamatan Tameroddo Sendana, Kabupaten Majene, terus menjadi perhatian publik. Keluarga kini mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Majene dan pihak terkait untuk segera turun tangan menelusuri persoalan yang mereka nilai perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka.‎‎Keluarga Ahmad Nafis mengaku masih mempertanyakan hasil penilaian akhir yang menyebabkan anak mereka…

  • Merasa Tak Dapat Penjelasan, Keluarga Ahmad Nafis Minta Sekolah Datang Klarifikasi Langsung dan Dinas Terkait Turun Menelusuri Persoalan Ini,

    Persoalan yang dialami Ahmad Nafis, siswa SD Negeri 11 Karema, Kecamatan Tameroddo Sendana, Kabupaten Majene, terus menjadi perhatian keluarga besarnya. Setelah pengumuman kelulusan dan penamatan sekolah, keluarga mengaku masih mempertanyakan alasan sehingga Nafis yang selama ini dikenal sebagai siswa berprestasi tidak memperoleh peringkat seperti yang mereka harapkan.‎‎Saat ditemui di kediamannya, keluarga Ahmad Nafis yang dihadiri…

  • NCW Desak Kejari Majene Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dugaan Intervensi Diminta Diklarifikasi

    NCW Desak Kejari Majene Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dugaan Intervensi Diminta Diklarifikasi

    MAJENE, — Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nusantara Corruption Watch (NCW), Muh. Falar Anwar, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene agar proaktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Majene Tahun Anggaran 2026. Desakan tersebut disampaikan melalui pernyataan tertulis yang diterima EPN Media. Dalam pernyataannya, Muh. Falar menyoroti adanya isu dugaan intervensi dan…


  • Pos tanpa judul 1253

    Pemda dan Tim Hukum Cermati Pemberitaan Setoran Rp540 Juta Anggaran Revitalisasi Sekolah Disorot MAJENE — Dugaan setoran Rp540 juta yang dikaitkan dengan anggaran revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terus menjadi sorotan. Persoalan ini turut menjadi perhatian setelah media Teluk Mandar memberitakan pernyataan Pemerintah Daerah (Pemda) yang bersama tim hukum akan mencermati perkembangan pemberitaan…


  • Sekda Majene Buka Suara soal Dugaan Aliran Dana Rp540 Juta Revitalisasi Sekolah, Tegaskan Tak Terlibat

    Sekda Majene Buka Suara soal Dugaan Aliran Dana Rp540 Juta Revitalisasi Sekolah, Tegaskan Tak Terlibat

    MAJENE — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majene, H. Ardiansyah, S.STP., memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan aliran dana sebesar Rp540 juta yang dikaitkan dengan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Dalam pemberitaan Teluk Mandar yang terbit pada 24 Oktober 2026, Ardiansyah membantah keterlibatan dirinya bersama Bupati Majene dalam dugaan aliran dana tersebut. Klarifikasi itu…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *