Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan belakang Rumah Sakit Pratama Salutambung, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Kamis (8/10/2026).
Kobaran api yang membentang hingga ratusan meter membuat warga panik, terlebih karena titik api berada di medan terjal dan sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
Api mulai terlihat sejak sebelum waktu Magrib. Besarnya kobaran api serta sulitnya akses menuju lokasi membuat upaya pemadaman secara manual oleh warga belum mampu mengendalikan kebakaran secara maksimal.
Situasi semakin mengkhawatirkan ketika kobaran api terus bergerak mendekati kawasan permukiman. Petugas pemadam kebakaran yang sebelumnya bersiaga akhirnya berupaya menjangkau titik kebakaran setelah akses memungkinkan bagi armada dan peralatan pemadaman.
Berkat upaya petugas pemadam kebakaran bersama aparat keamanan, kepolisian, dan ratusan warga yang turut membantu, kondisi berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.00 WITA. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah api semakin mendekati permukiman warga.
Menurut keterangan warga, sumber api diduga berasal dari kawasan hutan di wilayah Desa Sambabo. Kebakaran di kawasan tersebut dilaporkan telah berlangsung selama tiga hari sebelum api merembet ke wilayah Salotambun yang berada dalam bentang pegunungan yang sama.
Meski situasi telah terkendali, petugas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi. Pasalnya, kobaran api masih terlihat di sejumlah titik sehingga potensi munculnya kembali api tetap perlu diwaspadai.
Peristiwa ini kembali menunjukkan sulitnya penanganan karhutla di kawasan pegunungan dengan medan terjal dan akses terbatas. Keterlibatan warga bersama petugas menjadi faktor penting dalam mengendalikan api, terutama ketika kobaran mulai mengancam kawasan permukiman.
Hingga berita ini disusun, petugas masih memantau perkembangan situasi untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif.

BERITA TANPA BATAS





Tinggalkan Balasan