‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

MAJENE — Setelah berbulan-bulan diwarnai kelangkaan BBM bersubsidi dan antrean panjang di sejumlah SPBU, kondisi pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini mulai kembali normal. Kondisi ini patut diapresiasi sebagai langkah positif dalam upaya mengatasi persoalan yang sempat meresahkan masyarakat.

‎Pada September hingga Oktober 2026, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter di sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Malunda, Tameroddo, Rangas, dan Lembang. Kelangkaan BBM bersubsidi saat itu bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada harga BBM eceran yang sempat melonjak hingga Rp 20.000 per liter.

‎Senin 26 Oktober 2026 Kini, berdasarkan pantauan di lapangan, situasi mulai berubah. Pendistribusian BBM di SPBU Malunda terpantau lancar tanpa antrean panjang. Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Tapalang yang dilaporkan kembali beroperasi secara normal.

‎Harga BBM eceran pun mulai terkendali. Jika sebelumnya sempat mencapai Rp15-20.000 per liter, kini harga di tingkat pengecer terpantau berada di kisaran Rp13.000 per liter.

‎Perubahan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya pengendara, pelaku usaha, dan warga dari wilayah pegunungan yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

‎Langkah pemerintah daerah dalam merespons persoalan distribusi BBM patut mendapat apresiasi. Ketika persoalan kebutuhan dasar masyarakat mendapat perhatian dan kondisi di lapangan mulai membaik, hal tersebut layak menjadi catatan positif bagi pemerintah.

‎Namun, apresiasi harus berjalan beriringan dengan pengawasan. Masyarakat tentu berharap kondisi ini bukan sekadar perbaikan sementara. Ketersediaan BBM bersubsidi, kelancaran distribusi, serta kestabilan harga di tingkat pengecer harus terus dijaga agar persoalan serupa tidak kembali terulang.

‎Pemerintah Kabupaten Majene patut diapresiasi atas perkembangan positif ini. Tantangan selanjutnya adalah memastikan distribusi BBM tetap lancar dan merata, sehingga masyarakat tidak lagi dihantui kelangkaan maupun antrean panjang.

Sebelumnya, persoalan kelangkaan dan antrean panjang BBM tidak hanya terjadi di Kabupaten Majene dan Sulawesi Barat, tetapi juga dilaporkan di sejumlah wilayah di Sulawesi. Karena itu, membaiknya kondisi distribusi BBM di Majene menjadi perkembangan positif yang patut diapresiasi.

‎Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, DPRD, Pertamina dan APH dalam menjaga pasokan serta kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat.

‎Apresiasi layak diberikan ketika persoalan mulai teratasi, sembari berharap komitmen dan kerja sama seluruh pihak terus terjaga agar kelangkaan, antrean panjang, dan lonjakan harga BBM tidak kembali membebani masyarakat.

BERITA TANPA BATAS

‎

  • Karhutla di Desa Sulai Bikin Warga Panik, Api Mendekati Permukiman Kades Beri Himbauan

    Kebakaran lahan kembali terjadi di Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, di dusun Parihuang Selasa malam. Kobaran api mulai membesar saat hari beranjak gelap dan semakin mendekati kawasan permukiman warga. ‎ Situasi sempat membuat warga panik. Petugas Bhabinkamtibmas, Babinsa bersama masyarakat berjibaku melakukan pemadaman secara manual. Dengan peralatan seadanya, warga memukul kobaran api menggunakan ranting…

  • Pemdes Sulai Kukuhkan Perangkat Desa Baru, Kades Tekankan Pelayanan Maksimal untuk Warga

    Pemerintah Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, resmi mengukuhkan perangkat desa yang dinyatakan lolos setelah melalui proses penjaringan dan perekrutan perangkat desa. Kaur Perencanaan, Kaur Keuangan dan Kasi Pelayanan Pengukuhan tersebut berlangsung pada Senin, 21 September 2026, di Kantor Desa Sulai dan disaksikan oleh para kepala dusun serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sulai. Pelantikan…

  • Perpanjangan Kontrak 2.479 PPPK Majene, Kebijakan Bupati atau Pelaksanaan Aturan Pusat?

    ‎MAJENE, — Pemerintah Kabupaten Majene memperpanjang perjanjian kerja 2.479 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penuh Waktu. Penandatanganan sekaligus penyerahan perpanjangan kontrak tersebut dilakukan Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele pada Kamis, 17 September 2026, di Lapangan Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene. Perpanjangan tersebut berlaku untuk periode Oktober hingga Desember 2026, setelah masa perjanjian kerja…

  • Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Aksi perampasan kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang perempuan yang akrab disapa Mama I’mang diduga menjadi korban perampasan tas di Karanamu, Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WITA, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Kamis (29/10/2026). Berdasarkan kronologi yang dihimpun, dua pria awalnya berteduh di salah…


  • DPRD Majene Bantah 3.000 PPPK Paruh Waktu Tak Dapat Gaji.Begini Penjelasannya

    DPRD Majene Bantah 3.000 PPPK Paruh Waktu Tak Dapat Gaji.Begini Penjelasannya

    DPRD Komisi II DPRD Kabupaten Majene, Napirman, membantah informasi yang menyebut sekitar 3.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Majene tidak terakomodasi dalam penggajian. Rabu 28/10/2026 Saat di konfirmasi Menurut Napirman, dari total 5.749 PPPK yang terdaftar dalam database, sekitar 2.000 lebih telah dimasukkan dalam pembahasan anggaran perubahan. Sementara itu, sekitar…


  • ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    MAJENE — Setelah berbulan-bulan diwarnai kelangkaan BBM bersubsidi dan antrean panjang di sejumlah SPBU, kondisi pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini mulai kembali normal. Kondisi ini patut diapresiasi sebagai langkah positif dalam upaya mengatasi persoalan yang sempat meresahkan masyarakat. ‎Pada September hingga Oktober 2026, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *