Karhutla di Desa Sulai Bikin Warga Panik, Api Mendekati Permukiman Kades Beri Himbauan

Kebakaran lahan kembali terjadi di Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, di dusun Parihuang Selasa malam. Kobaran api mulai membesar saat hari beranjak gelap dan semakin mendekati kawasan permukiman warga.

‎

Situasi sempat membuat warga panik. Petugas Bhabinkamtibmas, Babinsa bersama masyarakat berjibaku melakukan pemadaman secara manual.

Dengan peralatan seadanya, warga memukul kobaran api menggunakan ranting kayu sekaligus membuat jalur pembatas untuk mencegah api terus merembet.‎Kondisi vegetasi yang didominasi pohon jati, ilalang dan rerumputan kering akibat musim kemarau membuat api dengan cepat menjalar.‎

Kepala Desa Abdullah Sulai terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran kebun maupun lahan secara sembarangan selama musim kemarau. Ia menyayangkan kembali terjadinya kebakaran di tengah kondisi wilayah yang rawan terbakar.‎

“Warga kami imbau untuk berhati-hati. Jangan membakar kebun sembarangan, karena kondisi sekarang sangat kering. Banyak ilalang dan rumput yang sudah kering sehingga api sangat cepat merembet,” ujarnya.‎‎

Hingga saat ini, sumber api atau titik awal kebakaran belum diketahui secara pasti. Berkat kesigapan warga bersama aparat dan petugas terkait, kobaran api untuk sementara berhasil dikendalikan sehingga tidak sampai meluas ke permukiman.

‎‎Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melaporkan apabila melihat titik api, terutama selama musim kemarau.‎Hingga berita ini diturunkan warga bersama petugas masih stembai di lokasi untuk memastikan kobaran Api.

‎‎Hingga berita ini diturunkan, masyarakat bersama petugas masih bertahan di lokasi untuk melakukan pemantauan dan memastikan tidak ada lagi kobaran api yang kembali muncul. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi api kembali berkobar dan merembet hingga mendekati permukiman warga.‎

BERITA TAPA BATAS

  • ‎Datang Membawa Kesalahan, Pulang Membawa Maaf, Mediasi Insiden Khataman Al-Qur’an di Malaiya Berujung Damai

    ‎Datang Membawa Kesalahan, Pulang Membawa Maaf, Mediasi Insiden Khataman Al-Qur’an di Malaiya Berujung Damai

    Perselisihan yang terjadi dalam acara khataman Al-Qur’an di Desa Maliaya, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang melibatkan warga Desa Bababuko utara dan warga desa Maliaya berujung damai setelah kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan melalui mediasi pada Rabu, 21-oktober 2026 ‎Mediasi berlangsung di Kantor Desa Maliaya dan dihadiri keluarga kedua belah pihak, baik dari pihak korban…


  • GMMPH kecam dugaan pembebanan biaya listrik kepada orang tua siswa SDN Mangkura 1, desak kepala sekolah dievaluasi

    GMMPH kecam dugaan pembebanan biaya listrik kepada orang tua siswa SDN Mangkura 1, desak kepala sekolah dievaluasi

    MAKASSAR — Gerakan Mahasiswa Masyarakat Pemerhati Hukum (GMMPH) mengecam rencana pembebanan biaya pemasangan kWh meter dan iuran listrik kepada orang tua siswa SDN Mangkura 1, Kota Makassar. GMMPH mendesak Dinas Pendidikan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengevaluasi kepala sekolah apabila ditemukan pelanggaran. Ketua GMMPH, Ishadul, S.H., menegaskan bahwa persoalan teknis kelistrikan sekolah negeri harus diselesaikan melalui…


  • Dari Jalanan untuk Konstitusi, Ketum GRH Sulsel Tantang Prabowo-Gibran: 21 Inpres Dinilai Rampas Kewenangan DPR

    Dari Jalanan untuk Konstitusi, Ketum GRH Sulsel Tantang Prabowo-Gibran: 21 Inpres Dinilai Rampas Kewenangan DPR

    MAKASSAR – Ketua Umum DPD Gerakan Revolusi Hukum (GRH) Sulawesi Selatan, M. Ishadul Islami Akbar, S.H., melontarkan kritik terhadap penggunaan 21 Instruksi Presiden (Inpres) pada masa pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menilai, penggunaan instrumen tersebut berpotensi menimbulkan persoalan konstitusional apabila memasuki ranah legislasi dan penganggaran yang menjadi kewenangan lembaga negara lain. Mengusung semangat “Dari Jalanan untuk Konstitusi”,…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *