Rekaman Dugaan Jatah Proyek Revitalisasi untuk APH Beredar, NCW Tantang Kejaksaan Buka Suara

MAJENE – Pegiat hukum sekaligus Ketua Bidang Investigasi LSM Nusantara Corruption Watch (NCW), Muh. Falar Anwar Bulan, mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majene memberikan penjelasan secara terbuka terkait rekaman suara berdurasi hampir 30 menit yang beredar dan menjadi sorotan publik.

Menurut Falar, Kepala Dinas Pendidikan perlu menjelaskan sekaligus memperjelas maksud dari sejumlah pernyataan yang disampaikan dalam rekaman tersebut. Terutama terkait tujuan dikumpulkannya para kepala sekolah penerima program revitalisasi pendidikan bersama Bupati Majene.

Ia juga menyoroti adanya pernyataan dalam rekaman yang diduga mencatut nama aparat penegak hukum (APH), dengan menyebut bahwa sekolah-sekolah penerima manfaat program revitalisasi pendidikan merupakan jatah bagi aparat penegak hukum.

“Ini harus dijelaskan secara terang. Apa maksud pernyataan tersebut, siapa yang dimaksud, dan dalam konteks apa nama aparat penegak hukum disebut-sebut sebagai pihak yang mendapatkan jatah proyek revitalisasi sekolah?” tegas Falar.

Falar turut mempertanyakan sikap Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat yang hingga kini belum memberikan tanggapan terbuka terkait rekaman yang menyebut adanya dugaan jatah proyek revitalisasi sekolah bagi oknum kejaksaan di Kabupaten Majene.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan menjadi spekulasi di tengah masyarakat. Apalagi, jika benar terdapat pihak yang membawa-bawa institusi penegak hukum dalam pembagian atau pengaturan proyek pemerintah, hal itu harus ditelusuri secara serius.

Ia menegaskan, pihaknya akan mengupayakan agar rekaman tersebut dibawa dan disampaikan kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia serta Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk mendapatkan perhatian dan penelusuran lebih lanjut.

“Kami akan mengupayakan membawa rekaman ini ke Kejaksaan Agung dan Mabes Polri. Ini penting agar persoalannya terang dan tidak ada institusi yang namanya dicatut untuk kepentingan tertentu,” ujarnya.

Falar juga mempertanyakan apakah dugaan yang disebut dalam rekaman tersebut hanya sebatas pencatutan nama oknum aparat, atau terdapat persoalan lain yang perlu ditelusuri lebih jauh.

“Kalau memang tidak ada keterlibatan, tentu harus ada penjelasan dan klarifikasi. Namun, jika ada indikasi keterlibatan pihak tertentu, siapa pun orangnya harus diperiksa sesuai ketentuan hukum. Jangan sampai nama institusi penegak hukum justru menjadi tameng dalam dugaan praktik penyimpangan proyek pemerintah,” pungkasnya.

Hingga berita ini disusun, diperlukan klarifikasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majene maupun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat terkait substansi rekaman tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebutkan.

BERITA TANPA BATAS

  • DPRD Majene Gelar Rapat Dengar Pendapat Bahas Kelangkaan BBM Bersubsidi

    MAJENE,— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene melalui Komisi II Bidang Perekonomian dan Pembangunan akan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk membahas persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Majene. Senin (7/9/2026) Rapat tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat internal Komisi II DPRD Kabupaten Majene yang dilaksanakan pada 7 Agustus 2026,…

  • Pemda dan DPRD Diam di Tengah Kelangkaan BBM Subsidi, Rakyat Terus Dipaksa Mengantre

    MAJENE — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Majene hingga kini masih menjadi keluhan serius masyarakat. Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU bahkan telah menjadi pemandangan yang nyaris setiap hari. Bahkan kelangkaan BBM subsidi dik di kecamatan malunda harga enceran mencapai 15.000 per liter. Minggu (6/9/2026) Respons lembaga…

  • SPBU Malunda Dipasangi Plang Pembinaan, Pasokan BBM Subsidi Dihentikan Selama 7 Hari

    Majene — Terhitung hari ini, 6 September 2026, SPBU 74.914.01 Malunda, Kabupaten Majene, mulai dipasangi spanduk pemberitahuan bertuliskan “SPBU Ini Sedang Dalam Pembinaan PT Pertamina Patra Niaga”. Minggu (6/9/2026) Pemasangan spanduk tersebut dilakukan setelah SPBU Malunda secara resmi menerima Surat Peringatan dan Sanksi Penyaluran Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) dari PT Pertamina Patra Niaga Regional…


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *