‎Monyet Hitam Berkeliaran di Permukiman Majene, Warga Khawatir Keselamatan Ibu dan Bayi

Keberadaan tiga ekor monyet hitam atau Lezan yang berkeliaran di sekitar permukiman warga di wilayah Tande, kampung Tarobbo, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mulai menimbulkan keresahan. Kamis 5/11/2026
‎
‎Informasi tersebut diterima EPN Media melalui pesan langsung (DM) dari seorang warga yang meminta perhatian dan penanganan segera dari pemerintah, khususnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Barat.
‎
‎Berdasarkan laporan warga, satwa tersebut terdiri dari seekor induk berukuran besar bersama dua anakan. Ketiganya diketahui beberapa hari terakhir berada di kawasan semak-semak dan pepohonan yang berdekatan dengan rumah penduduk.
‎
‎Situasi ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi seorang ibu yang tinggal bersama bayinya. Pasalnya, keberadaan induk monyet tersebut dinilai berpotensi membahayakan apabila sewaktu-waktu terjadi kontak langsung dengan penghuni rumah.
‎
‎Warga mengaku telah berupaya mengusir satwa tersebut menggunakan cara sederhana. Namun, keberadaannya masih kembali terlihat, terutama pada sore hari.
‎
‎Kondisi ini tentu tidak bisa dianggap sepele. Apalagi, kawasan tempat satwa tersebut berkeliaran berdekatan dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk anak-anak.
‎
‎Meski demikian, warga menegaskan tidak ingin menyakiti ataupun membunuh satwa tersebut. Mereka berharap ada penanganan langsung dari petugas berwenang melalui proses evakuasi atau pemindahan secara aman dan sesuai prosedur konservasi.
‎
‎EPN Media mendorong BKSDA Sulawesi Barat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait agar segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
‎
‎Penanganan cepat diperlukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar. Keselamatan warga harus menjadi perhatian, tetapi perlindungan terhadap satwa juga tetap harus dikedepankan.
‎
‎Jangan menunggu sampai terjadi insiden baru ada tindakan. Laporan warga ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah agar masyarakat merasa aman dan satwa liar tetap terlindungi.
‎
‎Hingga berita ini disusun, informasi tersebut masih berdasarkan laporan warga yang diterima redaksi. EPN Media membuka ruang konfirmasi dan tindak lanjut dari BKSDA Sulawesi Barat maupun instansi terkait.

BERITA TANPA BATAS

  • Bekerja Sejak Pagi, Petugas Dukcapil Sesak Napas hingga Dilarikan ke Puskesmas

    Ditengah pelayanan administrasi kependudukan yang berlangsung hingga larut malam, salah seorang petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Majene harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Malunda, Selasa (4/8/2026).‎‎Petugas tersebut dilarikan ke Puskesmas sekitar pukul 22 :30 wita setelah mengalami sesak napas saat pelayanan jemput bola (Jebol) di Aula Kantor Kecamatan Malunda. Berdasarkan informasi sementara…

  • ‎DPRD Majene Apresiasi Jebol Dukcapil di Malunda, 500 Warga Antre hingga Larut Malam

    Pelayanan administrasi kependudukan melalui program jemput bola (Jebol) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Majene di Aula Kantor Kecamatan Malunda, Selasa (4/8/2026), mendapat respons tinggi dari masyarakat. ‎Sejak pagi, warga Kecamatan Malunda dan Ulumanda berdatangan untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan, mulai dari perekaman KTP elektronik, perbaikan data, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran hingga akta…

  • ‎Dukcapil Majene JEBOL di Malunda, Layani Warga Malunda dan Ulumanda hingga Malam

    Masyarakat Kecamatan Malunda dan Ulumanda mendapat kemudahan dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Majene turun langsung memberikan pelayanan JEBOL ( jemput bola )di Aula Kantor Kecamatan Malunda, dan diserbu ratusan wrag, Selasa (4/8/2026). ‎Pelayanan tersebut menyasar dua wilayah sekaligus, yakni Kecamatan Malunda dan Kecamatan Ulumanda. Warga tidak perlu lagi…

  • JANGAN GADUH SOAL PENULIS, JAWAB SUBSTANSI KRITIK! EPN MEDIA: DPRD BUKAN LEMBAGA YANG KEBAL PENGAWASAN PUBLIK

    JANGAN GADUH SOAL PENULIS, JAWAB SUBSTANSI KRITIK! EPN MEDIA: DPRD BUKAN LEMBAGA YANG KEBAL PENGAWASAN PUBLIK

    TANGGAPAN REDAKSI: KRITIK DIBALAS DENGAN DATA, BUKAN MENYERANG PENULIS Majene- Menanggapi tulisan salah satu media online yang mempersoalkan produk tulisan EPN Media, mulai dari tudingan tidak memenuhi kaidah jurnalistik, penggunaan identitas Edhy Putra Negara, hingga dugaan penggunaan aplikasi AI, kami memandang kritik tersebut sah-sah saja. Namun, kritik juga harus disertai argumentasi dan fakta yang jelas.…


  • DPRD Majene Kritik Kondisi RSUD, Masyarakat: Jangan Hanya Jago Berkomentar di Media Sosial

    DPRD Majene Kritik Kondisi RSUD, Masyarakat: Jangan Hanya Jago Berkomentar di Media Sosial

    MAJENE, – Ramainya sorotan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene terhadap kondisi fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene melalui media sosial justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Sabtu, 7/11/2026 Publik mulai mempertanyakan sejauh mana fungsi penganggaran dan pengawasan yang selama ini dijalankan para wakil rakyat terhadap rumah sakit milik pemerintah…


  • Sekcam Malunda Yusria Ungkap Bapenda Sudah Hubungi Vendor Reklame Tumbang, Tindakan Tegas Menanti Jika Tak Segera Diperbaiki

    Sekcam Malunda Yusria Ungkap Bapenda Sudah Hubungi Vendor Reklame Tumbang, Tindakan Tegas Menanti Jika Tak Segera Diperbaiki

    MALUNDA,– Penanganan reklame yang tumbang akibat angin puting beliung di wilayah Kecamatan Malunda mulai mendapat perhatian Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).jumat 6/11/2026 Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Malunda, Yusria, S.IP., mengungkapkan bahwa pihak Bapenda telah menghubungi pimpinan vendor yang bertanggung jawab atas reklame tersebut untuk meminta tindak lanjut perbaikan. Menurut informasi yang diperolehnya setelah melakukan konfirmasi kepada Bapenda,…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *