MAJENE — Praktik penangkapan ikan yang diduga menggunakan bahan pembius kembali menjadi perhatian setelah sebuah benda berisi cairan ditemukan oleh nelayan di sekitar Pantai Rawa-Rawang, Desa Bonde-Bonde, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Benda tersebut ditemukan oleh nelayan penangkap cumi, pada malam Senin, 18 Oktober. Temuan ini menimbulkan dugaan adanya alat atau bahan yang berpotensi digunakan untuk praktik penangkapan ikan secara ilegal.
Sekretaris Desa Bonde-Bonde, Nuradin, menyampaikan bahwa benda tersebut diduga bukan bom ikan, melainkan alat atau bahan pembius ikan karena ditemukan dalam kondisi berisi cairan. Namun, jenis dan kandungan cairan tersebut belum dapat dipastikan melalui pemeriksaan yang berwenang.
“Dugaan sementara bukan bom ikan, melainkan bius ikan karena berisi cairan,” ujar Nuradin.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pemerintah desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas telah melakukan pengecekan. Benda yang ditemukan itu kemudian diamankan di kantor desa untuk penanganan lebih lanjut.
Pemerintah desa juga telah menindaklanjuti persoalan tersebut bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), termasuk membahas upaya memperkuat peraturan desa terkait pencegahan praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing).

Temuan ini menjadi pengingat bahwa laut bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Jika praktik penangkapan ikan menggunakan bahan berbahaya benar-benar terjadi, dampaknya berpotensi mengancam biota laut, merusak keseimbangan ekosistem, dan merugikan nelayan yang menggantungkan hidup pada hasil laut.
Karena itu, diperlukan langkah serius dari pemerintah desa, aparat keamanan, serta instansi terkait untuk memastikan jenis benda yang ditemukan, menelusuri asal-usulnya, dan mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan pelanggaran.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak menggunakan metode penangkapan ikan yang merusak lingkungan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.
Laut yang rusak hari ini adalah ancaman bagi kehidupan nelayan esok hari. Menjaga laut bukan sekadar imbauan, melainkan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan sumber daya laut bagi generasi mendatang.

BERITA TANPA BATAS





Tinggalkan Balasan