‎Dinas PMD Sukses Gelar Pelantikan, Bupati Majene Kukuhkan 52 BPD PAW


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Majene, Sudirman, menggelar agenda pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tingkat kabupaten di Aula Kantor PMD Majene. kamis, (2/april/2026).

‎Kegiatan ini turut dihadiri oleh para camat, kepala desa, serta ketua BPD se-Kabupaten Majene. Sebanyak 52 anggota BPD PAW resmi dilantik langsung oleh Bupati Majene dalam suasana yang berlangsung khidmat, aman, dan tertib.

Dalam sambutannya, Bupati Majene menekankan pentingnya sinergi antara anggota BPD PAW dengan pemerintah desa. Ia berharap para anggota yang baru dilantik dapat menjalankan perannya sebagai mitra strategis kepala desa, khususnya dalam membangun komunikasi yang baik serta melaksanakan fungsi pengawasan secara efektif.

‎“BPD memiliki peran penting dalam mendukung jalannya pemerintahan desa. Oleh karena itu, saya berharap sinergi dengan kepala desa dapat terus terjalin demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

‎
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Majene, Sudirman, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pelantikan ini sebelumnya telah direncanakan pada bulan Ramadan, namun harus mengalami penjadwalan ulang karena padatnya agenda Bupati.

‎
“Alhamdulillah, kegiatan pelantikan ini akhirnya dapat terlaksana dengan baik dan berjalan lancar. Sebelumnya kami telah merencanakannya pada bulan Ramadan, namun karena berbagai agenda penting Bupati, termasuk kunjungan ke luar kota untuk bertemu dengan kementerian dalam rangka membahas program strategis daerah, maka pelaksanaan baru dapat dilakukan saat ini,” jelas Sudirman.

‎Ia juga menambahkan bahwa dengan telah dilantiknya 52 anggota BPD PAW ini, diharapkan kinerja pemerintahan desa semakin optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

‎©️EPN

Pemberitaan Tanpa Batas

  • ‎TABRAK LARI DI TALUDU MULAI TERUNGKAP! Polisi Kantongi Identitas Mobil, Ternyata Bukan Warna Kuning‎

    Kasus tabrak lari yang terjadi di wilayah Taludu, Kabupaten Mamuju, dan melibatkan korban warga Desa Mekatta, Kecamatan Malunda, mulai menemui titik terang.‎‎Sebelumnya, informasi awal dari saksi di lokasi menyebutkan bahwa kendaraan pelaku merupakan mobil berwarna kuning. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh Satuan Lalu Lintas melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, informasi tersebut tidak benar.‎‎Diduga,…

  • Bocah di Malunda Meninggal Dunia Tersambar Petir Saat Mandi di Laut

    Duka menyelimuti kecamatan Malunda, Seorang anak berusia 10 tahun, yang diketahui masih duduk di bangku kelas 4 SD, dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar petir di lingkungan Karewaca , Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Senin, 4 Mei, sekitar pukul 15.30 WITA. Berdasarkan keterangan warga setempat, peristiwa tragis ini terjadi saat korban bersama beberapa temannya sedang mandi…

  • Polsek Malunda Redam Kasus Guru-Siswa, Damai Tercapai Konflik Ditutup Dengan Bermartabat

    Rabu, 29 April 2026, Sekitar pukul 20:30 Wita, pihak Polsek Malunda Resor Mejene, memfasilitasi proses mediasi antara orang tua siswa dan pihak sekolah terkait kasus dugaan penganiayaan yang sebelumnya mencuat di lingkungan SMP Negeri 1 Malunda. Mediasi tersebut dihadiri langsung oleh kepala sekolah beserta jajaran guru, orang tua siswa, serta melibatkan tokoh masyarakat setempat sebagai…


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *