‎Dugaan Penganiayaan Siswa oleh Oknum Guru di SMPN 1 Malunda, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Seorang siswa bernama Muhammad Revan, warga Kaloran, Kecamatan Malunda, diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum guru di lingkungan SMP Negeri 1 Malunda. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada hari Senin 27/4/2026, usai pelaksanaan upacara bendera di area sekolah.
‎
‎Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula saat seorang guru perempuan mencukur rambut Revan karena dianggap terlalu panjang. Namun, dalam proses tersebut, Revan diduga mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan guru.
‎
‎Situasi kemudian memanas hingga seorang guru laki-laki yang berada di sekitar lokasi diduga melakukan pemukulan ke bagian kepala siswa tersebut.
‎
‎Awalnya, kejadian ini tidak disampaikan kepada pihak keluarga. Namun, pihak sekolah kemudian mengirimkan surat kepada orang tua siswa dengan alasan lain. Dari situ, keluarga mulai mengetahui adanya dugaan pemukulan yang dialami Revan.
‎
‎Pada malam harinya, nenek Revan bersama korban mendatangi rumah Kepala Sekolah, Muhammad Yusuf. Dalam pertemuan tersebut, kepala sekolah mengaku belum mengetahui kejadian tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti serta meminta agar pihak keluarga datang ke sekolah keesokan harinya untuk penyelesaian.
‎
‎Namun, saat orang tua Revan, Darsudin, mendatangi sekolah keesokan harinya, kepala sekolah tidak berada di tempat dan tidak ada penyelesaian yang didapatkan. Merasa tidak mendapatkan kejelasan, pihak keluarga akhirnya melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.
‎
‎Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah Muhammad Yusuf membantah keras adanya kejadian penganiayaan tersebut. Ia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua siswa, agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas dan melakukan klarifikasi langsung kepada pihak sekolah.
‎
‎Di sisi lain, orang tua korban, Darsudin, mengaku sangat terpukul atas kejadian yang menimpa anaknya. Ia menyebut bahwa terdapat banyak saksi dari kalangan siswa yang melihat langsung kejadian tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa anaknya memiliki riwayat kesehatan pada bagian kepala, sehingga dugaan pemukulan tersebut semakin mengkhawatirkan.
‎
‎”banyak saksi yg melihat anak sya dipukul, termasuk teman teman , dan anak say juga mengaku dipukul bagian kepala” ujar Darsudin
‎
‎Sementara itu, pihak UPTD Kecamatan Malunda menyatakan sangat menyayangkan jika kejadian tersebut benar terjadi dan memastikan akan menindaklanjuti laporan tersebut ke Dinas Pendidikan setempat.
‎
‎Pihak kepolisian juga membenarkan telah menerima laporan dari orang tua korban. Saat ini, kasus tersebut tengah dalam proses penanganan, dan pihak kepolisian berencana memanggil kedua belah pihak guna melakukan klarifikasi serta mencari penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku. **

Perkembangan kasus ini akan terus kami pantau dan kami sajikan kepada publik secara terbuka dan berimbang.
‎
‎©️EPN

PEMBERITAAN TANPA BATAS

  • Sekda Majene Buka Suara soal Dugaan Aliran Dana Rp540 Juta Revitalisasi Sekolah, Tegaskan Tak Terlibat

    MAJENE — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majene, H. Ardiansyah, S.STP., memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan aliran dana sebesar Rp540 juta yang dikaitkan dengan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Dalam pemberitaan Teluk Mandar yang terbit pada 24 Oktober 2026, Ardiansyah membantah keterlibatan dirinya bersama Bupati Majene dalam dugaan aliran dana tersebut. Klarifikasi itu…

  • Majene Bersiap Hadapi Ancaman Wabah, Karantina Kesehatan Mulai Dirintis, Vaksin Internasional Dibidik

    MAJENE, — Pemerintah Kabupaten Majene mulai merintis layanan karantina kesehatan dan mempersiapkan pelayanan vaksinasi internasional. Langkah ini menjadi upaya memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman penyakit menular sekaligus mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. ‎Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, persiapan tersebut dimatangkan lewat kunjungan kaji tiru ke Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Sulawesi Selatan di…

  • Dugaan Setoran Rp540 Juta di Majene, Nama Bupati dan Sekda Disebut dalam Pengakuan Ilham

    MAJENE — Dugaan setoran dana sebesar Rp540 juta yang dikaitkan dengan kegiatan revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, memunculkan pertanyaan mengenai tujuan pembayaran, pihak-pihak yang terkait, serta pertanggungjawaban dana tersebut. Jumat 23 (Oktober 2026) ‎‎Informasi ini berasal dari keterangan Ilham, yang mengaku mengetahui dan terlibat dalam pengurusan penyetoran dana tersebut. Menurut pengakuannya, uang sebesar…

  • ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    MAJENE — Setelah berbulan-bulan diwarnai kelangkaan BBM bersubsidi dan antrean panjang di sejumlah SPBU, kondisi pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini mulai kembali normal. Kondisi ini patut diapresiasi sebagai langkah positif dalam upaya mengatasi persoalan yang sempat meresahkan masyarakat. ‎Pada September hingga Oktober 2026, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter…


  • NCW Desak Kejari Majene Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dugaan Intervensi Diminta Diklarifikasi

    NCW Desak Kejari Majene Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dugaan Intervensi Diminta Diklarifikasi

    MAJENE, — Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nusantara Corruption Watch (NCW), Muh. Falar Anwar, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene agar proaktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Majene Tahun Anggaran 2026. Desakan tersebut disampaikan melalui pernyataan tertulis yang diterima EPN Media. Dalam pernyataannya, Muh. Falar menyoroti adanya isu dugaan intervensi dan…


  • Pos tanpa judul 1253

    Pemda dan Tim Hukum Cermati Pemberitaan Setoran Rp540 Juta Anggaran Revitalisasi Sekolah Disorot MAJENE — Dugaan setoran Rp540 juta yang dikaitkan dengan anggaran revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terus menjadi sorotan. Persoalan ini turut menjadi perhatian setelah media Teluk Mandar memberitakan pernyataan Pemerintah Daerah (Pemda) yang bersama tim hukum akan mencermati perkembangan pemberitaan…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *