‎Polemik Wartawan dan LSM Warnai Jalannya Mediasi Sengketa Lahan di Majene

Polemik antara oknum wartawan dan oknum LSM menjadi perhatian publik setelah muncul dua pemberitaan berbeda terkait jalannya proses mediasi sengketa lahan yang berlangsung di Kabupaten Majene. Kamis (14-5-2026)

‎Berdasarkan kronologi yang beredar, peristiwa bermula saat proses mediasi sedang berlangsung dan mediator tengah melakukan komunikasi terhadap pihak yang bersengketa. Dalam situasi tersebut, seorang wartawan disebut mengajukan pertanyaan di tengah jalannya mediasi.


‎Tindakan itu kemudian mendapat respons dari pihak LSM yang hadir di lokasi. Pihak LSM menilai pertanyaan tersebut dilakukan pada waktu yang kurang tepat karena forum mediasi masih berlangsung dan belum memasuki sesi penyampaian keterangan kepada media.

‎Sementara dari sudut pandang wartawan, kehadiran pers dalam kegiatan tersebut dianggap sebagai bagian dari tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik. Dalam isi pemberitaan yang beredar, wartawan tersebut juga dikabarkan berencana membawa persoalan itu ke ranah hukum karena merasa tugas jurnalistiknya diduga dihalangi saat menjalankan peliputan.

‎Perbedaan pandangan itu kemudian memicu perdebatan mengenai batas etika peliputan dalam forum mediasi. Sebagian pihak menilai wartawan memiliki hak mencari informasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers, namun di sisi lain forum mediasi tertentu juga memiliki tata tertib, terlebih jika sifatnya tertutup atau belum membuka sesi wawancara.


‎Polemik ini pun menjadi pembelajaran bersama mengenai pentingnya menjaga profesionalitas, baik dari pihak insan pers maupun pihak lembaga atau organisasi yang terlibat dalam suatu forum resmi, agar kebebasan pers dan tata tertib kegiatan dapat berjalan beriringan tanpa menimbulkan kesalahpahaman.

***©️EPN

PEMBERITAAN TANPA BATAS

  • Merasa Tak Dapat Penjelasan, Keluarga Ahmad Nafis Minta Sekolah Datang Klarifikasi Langsung dan Dinas Terkait Turun Menelusuri Persoalan Ini,

    Persoalan yang dialami Ahmad Nafis, siswa SD Negeri 11 Karema, Kecamatan Tameroddo Sendana, Kabupaten Majene, terus menjadi perhatian keluarga besarnya. Setelah pengumuman kelulusan dan penamatan sekolah, keluarga mengaku masih mempertanyakan alasan sehingga Nafis yang selama ini dikenal sebagai siswa berprestasi tidak memperoleh peringkat seperti yang mereka harapkan.‎‎Saat ditemui di kediamannya, keluarga Ahmad Nafis yang dihadiri…

  • Inspektorat Majene Bongkar Satu per Satu Dugaan Persoalan di PKM Sendana

    MAJENE,– Inspektorat Kabupaten Majene kini tengah menaruh perhatian serius terhadap berbagai dugaan permasalahan yang mencuat di Puskesmas (PKM) Sendana 1. Sejumlah isu yang menjadi sorotan publik saat ini sedang ditelusuri dan didalami secara bertahap oleh tim pemeriksa. Kepala Inspektorat Kabupaten Majene, Kasman, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/6/2026), menegaskan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung…

  • Mekkatta Bergemuruh, Bupati, DPRD dan Ribuan Penonton Jadi Saksi Final Paling Panas di Bupati Cup Tahun Ini

    MAJENE – Grand Final Bupati Cup Bola Voli yang digelar di Lapangan Center Mekkata, Desa Mekkata, Kecamatan Malunda, berlangsung meriah dan sukses. Ribuan masyarakat memadati arena pertandingan untuk menyaksikan laga puncak yang mempertemukan Hakyu TB Sendana melawan Salotahongan dalam pertandingan sengit yang berlangsung hingga lima set. ‎Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Majene, Andi Achmad…


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *