Di Tengah Polemik yang Belum Tuntas, Apresiasi Puskesmas Sendana I Tuai Tanda Tanya‎



‎MAJENE, 7 Juni 2026 — Pemberian apresiasi terhadap prestasi pelayanan Puskesmas Sendana I oleh Bupati Majene tentu merupakan hak dan kewenangan pemerintah daerah. Prestasi yang diraih sebuah institusi pelayanan publik memang layak mendapat penghargaan sebagai bentuk motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Namun di sisi lain, publik juga belum melupakan berbagai polemik yang dalam beberapa waktu terakhir mencuat dan menjadi perhatian masyarakat terkait Puskesmas Sendana I.
‎
‎Mulai dari keluhan keterlambatan pencairan dana kapitasi dan non kapitasi yang disampaikan sejumlah dokter dan tenaga kesehatan kepada Bupati Majene, munculnya surat pernyataan tidak percaya terhadap kepemimpinan kepala puskesmas, hingga dugaan intimidasi terhadap tenaga kesehatan yang ikut menyuarakan aspirasi mereka.
‎
‎Berbagai persoalan tersebut telah menjadi konsumsi publik dan mendapat perhatian dari berbagai pihak.
‎
‎Tak hanya itu, sejumlah persoalan terkait pelayanan dan manajemen Puskesmas Sendana I juga sempat menjadi pembahasan dalam forum DPRD Majene. Berbagai masukan dan kritik yang muncul kala itu menunjukkan adanya harapan besar agar pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas terus dibenahi dan ditingkatkan.
‎
‎Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan yang wajar dari masyarakat.
‎Apakah seluruh persoalan yang sempat menjadi sorotan publik telah selesai?
‎Jika telah diselesaikan, tentu masyarakat berhak mengetahui hasil evaluasi, langkah penyelesaian, serta kebijakan yang telah ditempuh oleh pihak terkait.
‎
‎Sebaliknya, apabila masih terdapat persoalan yang belum terselesaikan, maka evaluasi yang menyeluruh menjadi penting agar apresiasi yang diberikan benar-benar didasarkan pada kondisi yang utuh, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
‎
‎Dalam tata kelola pemerintahan yang baik, apresiasi dan evaluasi seharusnya berjalan beriringan. Prestasi yang diraih tidak boleh diabaikan.
‎
‎Namun kritik, masukan, dan keluhan yang muncul juga tidak boleh dipinggirkan.
‎Karena tujuan akhirnya bukan untuk mempertahankan citra seseorang ataupun menjatuhkan pihak tertentu, melainkan memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan maksimal, profesional, dan transparan.
‎
‎Publik saat ini tidak membutuhkan polemik yang berkepanjangan. Publik membutuhkan kejelasan. Apakah Dinas Kesehatan telah melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang sempat mencuat?, Apakah Inspektorat telah melakukan pemeriksaan terhadap hal-hal yang menjadi perhatian tenaga kesehatan maupun masyarakat?
‎Apa hasilnya?
‎Apa rekomendasinya?
‎Dan langkah apa yang akan dilakukan pemerintah daerah ke depan?
‎
‎Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka agar tidak menimbulkan ruang spekulasi yang justru dapat merugikan semua pihak.
‎Sebab apabila prestasi yang diraih memang telah melalui proses penilaian yang objektif dan terukur, maka apresiasi yang diberikan tentu akan diterima masyarakat dengan penuh penghormatan.
‎
‎Sebaliknya, apabila masih terdapat persoalan yang memerlukan penyelesaian, maka masyarakat juga berhak mengetahui proses dan langkah penyelesaiannya secara transparan.‎Pada akhirnya, masyarakat Sendana dan Kabupaten Majene tidak sedang mencari siapa yang menang atau siapa yang kalah dalam polemik ini.
‎
‎Masyarakat hanya ingin memastikan satu hal, ahwa pelayanan kesehatan berjalan dengan baik, hak tenaga kesehatan terpenuhi, tata kelola keuangan dilakukan secara transparan, dan setiap persoalan yang sempat menjadi perhatian publik diselesaikan secara terbuka, profesional, dan akuntabel.
‎
‎Karena kepercayaan publik tidak lahir dari pujian semata, melainkan dari keterbukaan informasi, keberanian melakukan evaluasi, dan kesediaan menjawab setiap persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.***
‎
‎©️EPN

#RilisOpini

PEMBERITAAN TANPA BATAS

  • ‎Dukcapil Majene JEBOL di Malunda, Layani Warga Malunda dan Ulumanda hingga Malam

    Masyarakat Kecamatan Malunda dan Ulumanda mendapat kemudahan dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Majene turun langsung memberikan pelayanan JEBOL ( jemput bola )di Aula Kantor Kecamatan Malunda, dan diserbu ratusan wrag, Selasa (4/8/2026). ‎Pelayanan tersebut menyasar dua wilayah sekaligus, yakni Kecamatan Malunda dan Kecamatan Ulumanda. Warga tidak perlu lagi…

  • ‎Kadis Dukcapil Majene Turunkan Layanan Administrasi Kependudukan, Warga Malunda-Ulumanda Tak Perlu Jauh ke Majene

    Kabar baik bagi masyarakat Kecamatan Malunda dan Ulumanda. Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) akan menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan secara langsung di wilayah kecamatan. Pelayanan tersebut dijadwalkan berlangsung Selasa, 4 Agustus 2026, pukul 09.00 hingga 17.00 WITA, bertempat di Kantor Camat Malunda. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Dinas Dukcapil Kabupaten…

  • Dua Bersaudara Ukir Prestasi Pencak Silat, Aishwa Usia 5 Tahun Kini Sabet Emas Sulbar Championship

    MAJENE, – Prestasi membanggakan kembali datang dari keluarga Arman Ahmad dan Risma Umami. Setelah sebelumnya Aisyah Afifah Arman mengharumkan nama Kabupaten Majene melalui cabang olahraga pencak silat, kini sang adik, Aishwa Akhlaqul Arman, juga mulai menunjukkan prestasinya di usia yang masih sangat dini. Aishwa yang baru berusia 5 tahun berhasil meraih Juara 1 Pencak Silat…

  • ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    MAJENE — Setelah berbulan-bulan diwarnai kelangkaan BBM bersubsidi dan antrean panjang di sejumlah SPBU, kondisi pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini mulai kembali normal. Kondisi ini patut diapresiasi sebagai langkah positif dalam upaya mengatasi persoalan yang sempat meresahkan masyarakat. ‎Pada September hingga Oktober 2026, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter…


  • NCW Desak Kejari Majene Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dugaan Intervensi Diminta Diklarifikasi

    NCW Desak Kejari Majene Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dugaan Intervensi Diminta Diklarifikasi

    MAJENE, — Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nusantara Corruption Watch (NCW), Muh. Falar Anwar, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene agar proaktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Majene Tahun Anggaran 2026. Desakan tersebut disampaikan melalui pernyataan tertulis yang diterima EPN Media. Dalam pernyataannya, Muh. Falar menyoroti adanya isu dugaan intervensi dan…


  • Pos tanpa judul 1253

    Pemda dan Tim Hukum Cermati Pemberitaan Setoran Rp540 Juta Anggaran Revitalisasi Sekolah Disorot MAJENE — Dugaan setoran Rp540 juta yang dikaitkan dengan anggaran revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terus menjadi sorotan. Persoalan ini turut menjadi perhatian setelah media Teluk Mandar memberitakan pernyataan Pemerintah Daerah (Pemda) yang bersama tim hukum akan mencermati perkembangan pemberitaan…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *