Sampah Laut Jadi Rezeki, PSC 119 Siapkan Skema Beli Plastik dari Nelayan dan Warga Pesisir.

Majene, 7 Juni 2026 – Upaya menekan pencemaran sampah di wilayah pesisir terus didorong berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua PSC 119, Aslan Sidang, yang menggagas program pembelian sampah plastik dari masyarakat pesisir dan para nelayan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan laut.

Gagasan tersebut disampaikan Aslan pada Minggu (7/6/2026). Ia menilai persoalan sampah laut merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Karena itu, keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga ekosistem pesisir.

‎Menurut Aslan, sampah plastik yang berhasil dikumpulkan masyarakat nantinya akan dibeli dan dikelola lebih lanjut sehingga memiliki nilai ekonomi. Dengan cara tersebut, masyarakat diharapkan terdorong untuk mengumpulkan sampah daripada membiarkannya mencemari laut.

“Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga laut adalah tanggung jawab semua pihak. Sampah plastik yang dikumpulkan nantinya akan memiliki nilai ekonomi sehingga masyarakat mendapatkan manfaat sekaligus membantu menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap pergantian musim, kawasan pesisir sering dipenuhi sampah kiriman yang terbawa arus laut dari berbagai daerah. Kondisi ini tidak hanya merusak keindahan pantai, tetapi juga berdampak terhadap kelestarian ekosistem dan aktivitas nelayan.

‎Sebagai bagian dari program tersebut, PSC 119 berencana melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat pesisir mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Materi yang disampaikan mencakup pemilahan sampah, pengumpulan plastik untuk didaur ulang, hingga pentingnya menjaga laut sebagai sumber penghidupan masyarakat.

‎Aslan menambahkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan vendor atau mitra yang siap menampung dan mengolah sampah plastik hasil pengumpulan masyarakat. Dengan demikian, sampah yang terkumpul tidak hanya berhenti di tempat penampungan, tetapi dapat diproses kembali menjadi produk yang bermanfaat.

‎Selain sampah plastik, PSC 119 juga mendorong pemanfaatan limbah organik berupa kayu-kayuan yang sering terdampar di kawasan pantai akibat terbawa ombak. Material tersebut dinilai masih memiliki nilai guna, baik sebagai kayu bakar maupun bahan baku pembuatan arang.

‎Ia berharap program tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, sekolah, komunitas lingkungan, pelaku usaha, hingga masyarakat umum. Melalui kerja sama yang baik, persoalan sampah laut diharapkan dapat ditekan secara bertahap.

‎Aslan optimistis bahwa perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah akan memberikan dampak besar terhadap kebersihan laut di masa mendatang. Menurutnya, semakin banyak sampah yang dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali, semakin sedikit pula limbah yang mencemari pesisir dan lautan.

‎Program pembelian sampah plastik ini diharapkan mampu menjadi solusi yang tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir. Dengan semangat gotong royong, edukasi, dan kolaborasi, gerakan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kelestarian laut melalui pendekatan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

PEMBERITAAN TANPA BATAS
‎
‎

‎

  • SETAHUN BERLALU, JALAN MASIH JALAN DI TEMPAT! YUDI SUDIRMAN: SAMPAI KAPAN WARGA HARUS DITANDU?

    MAJENE — Setahun berlalu, persoalan akses jalan yang menghubungkan Desa Lombang-Lombang Timur dengan Salutahongan, Kecamatan Malunda, kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam datang dari Anggota DPRD Kabupaten Majene, Yudi Sudirman, dalam momentum Hari Jadi Majene ke-481, Sabtu (15/8/2026). Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat yang hadir mewakili Gubernur Sulbar, Yudi…

  • HUT RI Baru Dibuka, Camat Ulumanda Bergegas Tinggalkan Acara, Dampak Kebakaran Hutan!

    Ulumanda, Senin 10 Agustus 2026 — Di tengah berlangsungnya pembukaan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tingkat Kecamatan Ulumanda, Camat Ulumanda Muhammad Arif justru harus meninggalkan kegiatan dan terjun langsung membantu memadamkan kebakaran hutan di Desa Sulai, Dusun Sulawesi Selatan. Foto: saat camat menghadiri pembukaan HUT RI Muhammad Arif bersama Kepala Dusun Sulai Selatan, masyarakat sekitar,…

  • ‎Dosen UNY Latih KWT Guwosari Bertani Sayuran Tanpa Tanah dan Listrik‎

    BANTUL — Keterbatasan lahan pekarangan tidak menghalangi Kelompok Wanita Tani (KWT) Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, untuk mengembangkan budidaya sayuran. Dengan pendampingan dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), anggota KWT belajar menanam berbagai jenis sayuran menggunakan teknologi hidroponik sederhana yang tidak membutuhkan tanah maupun listrik.‎‎Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026, melalui…

  • NCW Desak Kejari Majene Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dugaan Intervensi Diminta Diklarifikasi

    NCW Desak Kejari Majene Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dugaan Intervensi Diminta Diklarifikasi

    MAJENE,–Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nusantara Corruption Watch (NCW) Yaang di Ketuai Muh falar anwar mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Majene pada Tahun Anggaran 2026. Desakan tersebut muncul menyusul adanya isu mengenai dugaan intervensi serta indikasi praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan program…


  • Pos tanpa judul 1253

    Pemda dan Tim Hukum Cermati Pemberitaan Setoran Rp540 Juta Anggaran Revitalisasi Sekolah Disorot MAJENE — Dugaan setoran Rp540 juta yang dikaitkan dengan anggaran revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terus menjadi sorotan. Persoalan ini turut menjadi perhatian setelah media Teluk Mandar memberitakan pernyataan Pemerintah Daerah (Pemda) yang bersama tim hukum akan mencermati perkembangan pemberitaan…


  • Sekda Majene Buka Suara soal Dugaan Aliran Dana Rp540 Juta Revitalisasi Sekolah, Tegaskan Tak Terlibat

    Sekda Majene Buka Suara soal Dugaan Aliran Dana Rp540 Juta Revitalisasi Sekolah, Tegaskan Tak Terlibat

    MAJENE — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majene, H. Ardiansyah, S.STP., memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan aliran dana sebesar Rp540 juta yang dikaitkan dengan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Dalam pemberitaan Teluk Mandar yang terbit pada 24 Oktober 2026, Ardiansyah membantah keterlibatan dirinya bersama Bupati Majene dalam dugaan aliran dana tersebut. Klarifikasi itu…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *