Majene Kota Pendidikan, Namun Dugaan Ketidakadilan Penilaian di SDN 11 Karema Jadi Sorotan

Kasus yang dialami Ahmad Nafis, siswa SD Negeri 11 Karema, Kecamatan Tameroddo Sendana, Kabupaten Majene, terus menjadi perhatian publik. Keluarga kini mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Majene dan pihak terkait untuk segera turun tangan menelusuri persoalan yang mereka nilai perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka.
‎
‎Keluarga Ahmad Nafis mengaku masih mempertanyakan hasil penilaian akhir yang menyebabkan anak mereka tidak memperoleh peringkat sebagaimana yang mereka harapkan berdasarkan rekam jejak prestasinya selama ini.
‎
‎Menurut keluarga, Ahmad Nafis sejak kelas III hingga kelas V dikenal sebagai siswa yang konsisten berada di jajaran peringkat atas dan kerap mewakili sekolah dalam berbagai kegiatan.
‎
‎Atas dasar itu, keluarga meminta pihak sekolah datang langsung menemui mereka untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi resmi mengenai mekanisme serta dasar penentuan peringkat siswa. Namun hingga saat ini, menurut keluarga, mereka belum menerima penjelasan yang dianggap memadai terkait persoalan tersebut.
‎
‎”Kami hanya ingin penjelasan yang terbuka dan transparan. Kalau memang ada dasar penilaiannya, silakan dijelaskan kepada keluarga agar persoalan ini tidak terus menjadi tanda tanya,” ungkap salah seorang anggota keluarga.
‎
‎Bahkan, keluarga mengaku sangat yakin terhadap kemampuan akademik Ahmad Nafis. Mereka menilai prestasi yang selama ini diraih anak tersebut seharusnya menjadi pertimbangan yang dapat dijelaskan secara objektif kepada publik maupun keluarga.
‎
‎Karena itu, keluarga mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Majene untuk turun melakukan penelusuran dan memastikan bahwa seluruh proses penilaian telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka berharap langkah tersebut dapat menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.
‎
‎Majene selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang menjunjung tinggi dunia pendidikan. Karena itu, keluarga berharap persoalan yang mencuat ini tidak dibiarkan berlarut-larut dan dapat diselesaikan secara terbuka demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.
‎
‎Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak SD Negeri 11 Karema terus dilakukan. Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai pertanyaan dan aspirasi yang disampaikan keluarga Ahmad Nafis.
‎
‎Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi seluas-luasnya kepada pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Majene, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan resmi demi terciptanya informasi yang berimbang dan objektif***”

Kamis,(18/6/2026)

PEMBERITAAN TANPA BATAS

  • ‎Keteladanan Ketua BPD Desa Lombang, Mundur Terhormat, Kembalikan Seluruh Aset Desa

    Kiprah Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Lombang, Arman, patut menjadi contoh bagi para penyelenggara pemerintahan desa di berbagai wilayah. Selama menjabat, Arman dikenal sebagai sosok yang aktif dan tegas dalam menjalankan fungsi pengawasan, bahkan terlibat langsung dalam mengawal dan membuka dugaan kasus korupsi di desanya hingga menjadi terang. ‎Catatan pengawasannya yang impresif tidak hanya…

  • ‎Viral Motor BGN untuk Program MBG, Harga Tembus Puluhan Juta per Unit. Fakta vs Persepsi Publik

    EPN — Jagat media sosial kembali diguncang oleh beredarnya video yang memperlihatkan ratusan hingga ribuan sepeda motor berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Motor-motor tersebut disebut-sebut akan digunakan dalam operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun justru memicu gelombang spekulasi di tengah masyarakat.Sorotan utama publik bukan hanya pada jumlah, tetapi juga nilai anggaran yang melekat pada…

  • Dari 52 ke 47 SPPG Ditutup. Alarm Keras bagi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

    Kebijakan tegas kembali diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sulawesi Barat. Melalui surat resmi tertanggal 6 April 2026, BGN menetapkan penghentian operasional sementara terhadap sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar kelayakan. ‎Langkah ini diambil setelah ditemukan bahwa beberapa SPPG belum mengantongi Sertifikat…

  • ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    MAJENE — Setelah berbulan-bulan diwarnai kelangkaan BBM bersubsidi dan antrean panjang di sejumlah SPBU, kondisi pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini mulai kembali normal. Kondisi ini patut diapresiasi sebagai langkah positif dalam upaya mengatasi persoalan yang sempat meresahkan masyarakat. ‎Pada September hingga Oktober 2026, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter…


  • NCW Desak Kejari Majene Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dugaan Intervensi Diminta Diklarifikasi

    NCW Desak Kejari Majene Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dugaan Intervensi Diminta Diklarifikasi

    MAJENE, — Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nusantara Corruption Watch (NCW), Muh. Falar Anwar, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene agar proaktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Majene Tahun Anggaran 2026. Desakan tersebut disampaikan melalui pernyataan tertulis yang diterima EPN Media. Dalam pernyataannya, Muh. Falar menyoroti adanya isu dugaan intervensi dan…


  • Pos tanpa judul 1253

    Pemda dan Tim Hukum Cermati Pemberitaan Setoran Rp540 Juta Anggaran Revitalisasi Sekolah Disorot MAJENE — Dugaan setoran Rp540 juta yang dikaitkan dengan anggaran revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terus menjadi sorotan. Persoalan ini turut menjadi perhatian setelah media Teluk Mandar memberitakan pernyataan Pemerintah Daerah (Pemda) yang bersama tim hukum akan mencermati perkembangan pemberitaan…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *