Sopir dan Keluarga Korban Berdamai Diam-diam, Polisi Sempat Kesulitan Telusuri Kasus Lakalantas di Salutambung


MAJENE – Seorang perempuan bernama Pesu (57) yang menurut keluarga Menderita Gangguan mental, warga Dusun salututambung, Desa Salutambung, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, menjadi korban kecelakaan lalu lintas setelah diduga ditabrak sebuah mobil saat berjalan kaki menuju sungai di belakang masjid di dusun liba’ Desa salutuambung , Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
‎

‎Menurut keterangan keluarga, korban sejak lama mengalami gangguan mental dan setiap hari memiliki kebiasaan mandi di sungai yang berada di belakang masjid salutambung yang terletak didusun Liba. Saat hendak menyebrang jalan menuju lokasi tersebut, korban diduga ditabrak kendaraan roda empat yang melaju dari arah selatan menuju utara.
‎
‎Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian kepala hingga harus mendapatkan jahitan, luka pada lutut, serta kesulitan berjalan. Setelah mendapat penanganan medis di Puskesmas Salutambung, korban diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan di rumah.
‎
‎”Kata perawat sudah bisa pulang dirawat di rumah, dan terpaksa kami taruh di lantai karena korban tidak mau menggunakan kasur dan bantal” ujar pihak keluarga korban
‎

‎Lebih lanjut, berdasarkan keterangan Seorang perawat Puskesmas Salutambung yang ikut menangani korban mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kondisi pasien dinilai stabil sehingga diperbolehkan menjalani perawatan di rumah.
‎
‎”Setelah diperiksa dokter, pasien dinyatakan boleh pulang. Biaya pengobatan telah dibayar oleh sopir dan kedua belah pihak telah menyatakan berdamai secara lisan.”ujar perawat tersebut.
‎
‎Menurut keluarga, sopir penabrak menyatakan bersedia bertanggung jawab apabila di kemudian hari kondisi korban mengalami perubahan atau membutuhkan penanganan lanjutan.
‎
‎Pihak keluarga menyebut sopir yang diduga menabrak korban juga membawa korban ke Puskesmas Salutambung, kemudian mengantarkannya kembali ke rumah setelah mendapat penanganan medis.
‎
‎keluarga juga mengakui telah menerima uang sebesar Rp150 ribu dari sopir sebagai bentuk bantuan awal. Namun, keluarga mengaku tidak sempat meminta identitas maupun nomor telepon sopir karena masih panik usai kejadian.
‎
‎”Saya panik waktu itu, jadi tidak sempat meminta nomor telepon ataupun identitas sopir,,” ujar Judding, ipar korban.


Sementara itu, saat pihak media bersama personel Polsek Malunda menelusuri informasi kejadian tersebut, polisi sempat mengalami kesulitan karena ketika mendatangi Puskesmas Salutambung, korban sudah tidak berada di lokasi lantaran telah dipulangkan ke rumah.
‎
‎Polisi kemudian melanjutkan dengan menjenguk korban di kediaman keluarganya untuk memastikan kondisi korban sekaligus meminta keterangan dari pihak keluarga. Saat itu, informasi mengenai adanya kesepakatan damai antara keluarga korban dan sopir belum disampaikan kepada polisi maupun pihak media.
‎
‎Setelah berbincang dengan keluarga, personel kepolisian kembali mendatangi Puskesmas Salutambung guna melakukan konfirmasi terkait hasil pemeriksaan medis serta alasan korban diperbolehkan pulang.
‎
‎Dari hasil konfirmasi tersebut, polisi memperoleh penjelasan bahwa korban telah diperiksa oleh dokter dan dinyatakan dapat menjalani rawat jalan.
‎
‎Pihak puskesmas juga menjelaskan bahwa seluruh biaya pengobatan telah dibayarkan oleh sopir serta kedua belah pihak telah menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan melalui kesepakatan. Fakta inilah yang kemudian menjelaskan bahwa perdamaian telah lebih dulu dilakukan sebelum polisi memperoleh informasi tersebut.


Berdasarkan hasil klarifikasi tersebut, kepolisian tidak melakukan penanganan lebih lanjut karena kedua belah pihak telah menyelesaikan persoalan secara damai.
‎
‎Meski demikian, polisi tetap mengimbau keluarga korban agar segera membawa korban ke fasilitas kesehatan dan melaporkan kembali kepada pihak kepolisian apabila kondisi korban memburuk atau muncul keluhan baru akibat kecelakaan tersebut.

PEMBERITAAN TANPA BATAS

  • Honorer Kantor Camat Malunda Keluhkan Gaji 2025 Belum Cair, Sudah Lebih dari Enam Bulan

    Sejumlah pegawai honorer di Kantor Camat Malunda mengeluhkan belum cairnya insentif atau gaji mereka untuk tahun 2025. Hingga kini, memasuki tahun 2026 dan telah melewati lebih dari enam bulan, pembayaran tersebut belum juga diterima. Senin,(9/3/2026) Salah satu pegawai honorer yang enggan disebutkan namanya menyampaikan harapannya agar persoalan ini mendapat perhatian dari pihak terkait. “Kami mempertanyakan…

  • Sorotan Administrasi Pemanfaatan Aset dalam Pembangunan KOPDES di Desa Sulai

    Program Koperasi Desa Merah Putih (KOPDES) merupakan program nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat desa. Karena itu, pelaksanaannya tentu patut didukung oleh semua pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat desa. Namun demikian, percepatan pembangunan program tersebut juga tetap harus memperhatikan prinsip tertib administrasi dalam pengelolaan aset pemerintah daerah. Mengacu pada **Surat Edaran Menteri Dalam Negeri…

  • Aset Pemda Untuk KOPDES Dipertanyakan, DPRD dan BPKAD Didesak Segera Tuntaskan Legalitas Lahan

    Majene-Persoalan status lahan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KOPDES) di sejumlah desa di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali menjadi sorotan persoalan Legalitas Lahan , BPKAD berikan penjelasan. Setelah sebelumnya mencuat di Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, diketahui bahwa tidak hanya satu lokasi yang menggunakan lahan milik pemerintah daerah yang hingga kini belum dihibahkan secara resmi kepada…

  • Fasilitas Penanganan ODGJ Didorong Jadi Prioritas, Kadinkes Majene Apresiasi Aspirasi BPKP NKRI,‎

    Fasilitas Penanganan ODGJ Didorong Jadi Prioritas, Kadinkes Majene Apresiasi Aspirasi BPKP NKRI,‎

    Kadis kesehatan Majene: Dra. Hj. Yuliani, M.Adm.Pemb.


  • Dermawan Buka Suara! Akui Pukul Ilham, Sebut Dipicu Utang Piutang

    Dermawan Buka Suara! Akui Pukul Ilham, Sebut Dipicu Utang Piutang

    MAJENE, EPN Media – Seorang pria bernama Dermawan mengaku terlibat dalam pemukulan terhadap Ilham. Ia menegaskan, peristiwa tersebut dipicu persoalan pribadi terkait utang-piutang dan penggunaan namanya untuk meminjam uang, bukan berkaitan dengan laporan dugaan suap dan penipuan proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene. Dalam klarifikasinya, Dermawan mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, dirinya sempat bertemu dan berbincang…


  • Pemdes Sulai Gelar Musyawarah Perubahan APBDes 2026, Anggaran Siltap Dialihkan‎

    Pemdes Sulai Gelar Musyawarah Perubahan APBDes 2026, Anggaran Siltap Dialihkan‎

    Pemerintah Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, menggelar musyawarah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut dihadiri pendamping desa, para kepala dusun, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Jumat, (30/10/2026). ‎‎Dalam musyawarah tersebut, salah satu pembahasan utama adalah pergeseran anggaran penghasilan tetap (siltap) yang sebelumnya dialokasikan untuk…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *