‎DPRD Majene Apresiasi Jebol Dukcapil di Malunda, 500 Warga Antre hingga Larut Malam

Pelayanan administrasi kependudukan melalui program jemput bola (Jebol) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Majene di Aula Kantor Kecamatan Malunda, Selasa (4/8/2026), mendapat respons tinggi dari masyarakat.

‎Sejak pagi, warga Kecamatan Malunda dan Ulumanda berdatangan untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan, mulai dari perekaman KTP elektronik, perbaikan data, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran hingga akta kematian.

‎Hingga malam hari, tercatat kurang lebih 500 warga telah melakukan registrasi untuk mendapatkan pelayanan. Tingginya jumlah warga yang datang membuat pelayanan tetap berlangsung meski waktu telah memasuki malam.

‎Sekitar pukul 22.00 WITA, puluhan warga masih terlihat menunggu giliran, khususnya masyarakat yang belum melakukan perekaman KTP. Pihak Dukcapil menyebut masih terdapat sekitar 60 warga yang berada dalam antrean untuk menjalani proses perekaman.

Pelayanan pun tidak serta-merta dihentikan. Petugas tetap melanjutkan proses untuk menyelesaikan warga yang telah melakukan registrasi.Bahkan, pelayanan diperkirakan berlangsung hingga pukul 01.00–02.00 WITA dini hari.

‎“Kami sudah biasa. Terkadang sampai subuh atau pagi baru selesai. Yang pastinya, kami tidak akan pulang kalau data warga yang sudah terdaftar belum selesai,” ujar pihak Dukcapil.

‎Di tengah pelayanan yang berlangsung hingga larut malam tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Majene, Sudirman, turut hadir dan membersamai Kepala Dinas Dukcapil Majene di Aula Kantor Camat Malunda. Ia berbincang langsung dengan Kepala Dinas sekaligus melihat proses pelayanan yang masih berjalan.

‎Sudirman memberikan apresiasi terhadap langkah Dukcapil yang menghadirkan pelayanan langsung ke wilayah masyarakat.

‎Menurutnya, program jemput bola seperti ini sangat penting, terutama bagi warga Malunda dan Ulumanda yang harus menempuh jarak cukup jauh apabila hendak mengurus dokumen kependudukan ke pusat pelayanan di Majene.

‎Ia berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan di wilayah lain yang membutuhkan.

‎“Kami sangat mengapresiasi adanya pelayanan jemput bola ini. Mudah-mudahan ke depan bisa konsisten dilaksanakan terus-menerus,” ujar Sudirman.

‎Bagi Sudirman, tingginya jumlah masyarakat yang datang menjadi gambaran nyata bahwa pelayanan administrasi kependudukan yang didekatkan langsung ke masyarakat memang masih sangat dibutuhkan.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Majene, Andi Devianti Arna, S.H., tetap berada di Aula Kantor Camat Malunda hingga malam hari untuk mendampingi jajaran dalam memberikan pelayanan, khususnya proses perekaman KTP.

‎Kehadiran pimpinan Dukcapil hingga larut malam menjadi bagian dari upaya memastikan warga yang telah melakukan registrasi tetap mendapatkan pelayanan dan tidak pulang tanpa kepastian.

‎
Angka 500 warga dalam satu kegiatan menjadi catatan penting. Bukan sekadar menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, tetapi juga memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap dokumen kependudukan masih besar, terutama bagi warga yang selama ini terkendala jarak, waktu dan biaya untuk mendapatkan pelayanan di pusat kota.

Program jemput bola akhirnya bukan hanya soal memindahkan tempat pelayanan, tetapi bagaimana pemerintah hadir lebih dekat ketika masyarakat memang membutuhkan.

‎Dan seperti yang disampaikan Sudirman, jangan sampai jemput bola hanya ramai saat digelar, tetapi harus konsisten hadir untuk masyarakat yang membutuhkan.
©️EPN

BERITA TANPA BATAS

  • MESIN KATINTING MILIK NELAYAN DIGONDOL MALING. WARGA PAO PAO GEGER di PAGI BUTA !‎

    ‎‎MAJENE- Warga pesisir Pao Pao Talallelere , Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, digegerkan dugaan pencurian mesin perahu katinting pada Kamis pagi, 20 Agustus 2026.‎‎Sejumlah nelayan dibuat panik setelah mendapati tiga mesin katinting milik nelayan di pinggir pantai telah diacak-acak. Dari tiga mesin tersebut, satu mesin dilaporkan hilang dan diduga dibawa oleh pelaku.‎‎Sabri, salah seorang…

  • ‎Kemarau Panjang Ancam Gagal Panen, Petani Malunda Terpaksa Jadikan Padi Pakan Ternak‎: Bendungan Kayu Angin di Pertanyakan

    Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Majene mulai memukul sektor pertanian. Di Kecamatan Malunda, sejumlah petani bahkan terpaksa mengambil keputusan pahit karena tanaman padi mereka terancam gagal panen. Senin 17/8/2026)‎‎Kondisi tersebut terlihat di areal persawahan Kalambangan, Lingkungan Banua. Sebagian tanaman padi tampak sudah mengering, sementara sebagian lainnya masih hijau. Karena khawatir tanaman tidak…

  • SETAHUN BERLALU, JALAN MASIH JALAN DI TEMPAT! YUDI SUDIRMAN: SAMPAI KAPAN WARGA HARUS DITANDU?

    MAJENE — Setahun berlalu, persoalan akses jalan yang menghubungkan Desa Lombang-Lombang Timur dengan Salutahongan, Kecamatan Malunda, kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam datang dari Anggota DPRD Kabupaten Majene, Yudi Sudirman, dalam momentum Hari Jadi Majene ke-481, Sabtu (15/8/2026). Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat yang hadir mewakili Gubernur Sulbar, Yudi…

  • DPRD Majene Bantah 3.000 PPPK Paruh Waktu Tak Dapat Gaji.Begini Penjelasannya

    DPRD Majene Bantah 3.000 PPPK Paruh Waktu Tak Dapat Gaji.Begini Penjelasannya

    DPRD Komisi II DPRD Kabupaten Majene, Napirman, membantah informasi yang menyebut sekitar 3.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Majene tidak terakomodasi dalam penggajian. Rabu 28/10/2026 Saat di konfirmasi Menurut Napirman, dari total 5.749 PPPK yang terdaftar dalam database, sekitar 2.000 lebih telah dimasukkan dalam pembahasan anggaran perubahan. Sementara itu, sekitar…


  • ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    MAJENE — Setelah berbulan-bulan diwarnai kelangkaan BBM bersubsidi dan antrean panjang di sejumlah SPBU, kondisi pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini mulai kembali normal. Kondisi ini patut diapresiasi sebagai langkah positif dalam upaya mengatasi persoalan yang sempat meresahkan masyarakat. ‎Pada September hingga Oktober 2026, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter…


  • NCW Desak Kejari Majene Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dugaan Intervensi Diminta Diklarifikasi

    NCW Desak Kejari Majene Awasi Proyek Revitalisasi Sekolah 2026, Dugaan Intervensi Diminta Diklarifikasi

    MAJENE, — Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nusantara Corruption Watch (NCW), Muh. Falar Anwar, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene agar proaktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Majene Tahun Anggaran 2026. Desakan tersebut disampaikan melalui pernyataan tertulis yang diterima EPN Media. Dalam pernyataannya, Muh. Falar menyoroti adanya isu dugaan intervensi dan…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *