Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Majene bersama Pemerintah Kecamatan Malunda serta Pemerintah Desa Maliaya mengunjungi Ruslan, korban pengeroyokan yang kasusnya sempat menjadi perhatian publik. Dalam kunjungan tersebut, Dinsos Majene turut menyerahkan bantuan berupa perlengkapan tidur, seperti kasur/matras dan selimut, serta perlengkapan mandi. Senin, (5/10/2025)
Kepala Bidang Dinas Sosial Kabupaten Majene, Saddam Husain, mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya melihat kondisi keluarga Ruslan yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.
“Setelah melihat kondisi keluarga Ruslan di media sosial, kami kemudian berupaya memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang ada,” ujar Saddam Husain.
Selain bantuan tersebut, Dinsos Majene juga berupaya mengusulkan Ruslan agar dapat memperoleh bantuan sosial lainnya. Saddam menjelaskan, berdasarkan data yang ada, Ruslan saat ini berada pada desil 3 dan baru menerima bantuan berupa sembako.
Pihaknya akan melakukan verifikasi dan validasi data untuk mengupayakan agar Ruslan dapat diusulkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sosial lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Saddam juga menyinggung persoalan data desil dalam penentuan penerima bantuan sosial. Ia mengimbau masyarakat yang merasa status desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya agar tidak segan melaporkannya kepada pemerintah desa, kecamatan, maupun Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti melalui proses verifikasi.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Malaya, Yusria, mengatakan kunjungan Dinsos bersama pemerintah kecamatan tidak hanya bertujuan menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan kondisi psikologis anak-anak Ruslan yang menyaksikan langsung peristiwa pengeroyokan tersebut.
Menurut Yusriah, perhatian terhadap kondisi anak-anak juga penting karena mereka menyaksikan peristiwa kekerasan yang menimpa orang tua mereka.
Ia juga mengungkapkan bahwa Komisi Perlindungan Anak telah mengunjungi keluarga Ruslan beberapa hari sebelumnya, pascaterjadinya kasus pengeroyokan yang disaksikan oleh kedua anaknya.Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi saat pelaksanaan pawai kuda atau khataman massal.

BERITA TAPA BATAS





Tinggalkan Balasan