DPRD Majene Bantah 3.000 PPPK Paruh Waktu Tak Dapat Gaji.Begini Penjelasannya

DPRD Komisi II DPRD Kabupaten Majene, Napirman, membantah informasi yang menyebut sekitar 3.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Majene tidak terakomodasi dalam penggajian. Rabu 28/10/2026

Saat di konfirmasi Menurut Napirman, dari total 5.749 PPPK yang terdaftar dalam database, sekitar 2.000 lebih telah dimasukkan dalam pembahasan anggaran perubahan. Sementara itu, sekitar 3.000 lainnya bukan berarti seluruhnya tidak menerima gaji.

Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 PPPK telah mendapatkan gaji melalui anggaran pada instansi tempat mereka bekerja masing masing.

Dengan demikian, persoalan yang masih perlu dicarikan solusi, menurut Napirman, adalah sekitar 2.000 PPPK yang belum memiliki sumber anggaran atau amparan gaji.

“Keliru kalau disebut 3.000 orang semuanya tidak ter-cover dalam penggajian. Dari jumlah itu, sekitar 1.000 lebih sudah digaji melalui instansi masing-masing. Yang belum memiliki amparan gaji sekitar 1.000 orang,” jelasnya.

Napirman mengatakan, pihaknya akan mendorong pendataan lebih lanjut untuk memastikan siapa saja PPPK pw yang aktif bekerja tetapi belum memiliki sumber anggaran untuk pembayaran gaji.

Ia juga menyebut DPRD akan memperjuangkan persoalan tersebut, termasuk dengan melihat kemungkinan ketersediaan anggaran daerah, seperti sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA).

“Data mereka harus dikumpulkan terlebih dahulu, siapa saja yang aktif bekerja dan belum memiliki ampara gaji. Insyaallah akan kami perjuangkan, apalagi jika masih ada anggaran atau SiLPA yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Napirman untuk PPPK Penuh waktu menyebut Paling lambat diterima bulan 11 dan akan dirapel,

“Laporkan ke DPRD jika ada PPPK yang tdk Terima gaji ful selama satu tahun anggaran” Ungkapnya

Klarifikasi ini menjadi bagian penting dari pembahasan persoalan penggajian PPPK paruh waktu dan penuh waktu di Kabupaten Majene.

Sebelumnya, perhatian publik tertuju pada nasib ribuan PPPK setelah muncul pertanyaan mengenai jumlah pegawai yang telah terakomodasi dalam APBD Perubahan.

Meski demikian, kepastian jumlah pegawai yang telah memiliki alokasi anggaran, besaran kebutuhan gaji, serta sumber pembiayaan bagi sekitar 2.000 PPPK paruh waktu yang belum memiliki amparan gaji masih perlu dipastikan melalui data resmi pemerintah daerah.

EPN Media akan terus mengikuti perkembangan persoalan tersebut, termasuk upaya DPRD dan pemerintah daerah dalam mencari solusi agar PPPK yang aktif bekerja memperoleh kepastian pembayaran haknya.

BERITA TANPA BATAS

  • Ketua PABPDSI Majene Resmi Berganti, Muhammad Ali Dilantik Gantikan Muhammad Sapri Bolong

    Ketua Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Majene resmi berganti. Jabatan yang sebelumnya diemban Muhammad Sapri Bolong kini dipercayakan kepada Muhammad Ali. Sabtu, (19/9/2026) ‎‎Muhammad Ali resmi dilantik sebagai Ketua PABPDSI Kabupaten Majene pada 12 September 2026.‎Pergantian kepengurusan tersebut dilakukan setelah melalui sejumlah tahapan proses dan pembahasan bersama anggota BPD dari berbagai…

  • Briefing Akhir Jam Pelajaran, Kepala SMKS Kota Tinggi Berikan Arahan kepada Guru‎

    ‎Kepala SMKS Kota Tinggi menggelar briefing bersama para guru di akhir jam pelajaran. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan arahan dan penguatan kepada seluruh guru dalam menjalankan tugas pendidikan.‎Dalam arahannya, kepala sekolah menekankan pentingnya integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen guru dalam mendidik dan membimbing peserta didik. Sabtu,(19/9/2026) ‎‎Guru tidak hanya berperan menyampaikan materi pelajaran,…

  • Lapangan Sepak Bola Sulai Berubah Cokelat, Dampak Kemarau dan Fenomena El Nino‎

    Kondisi lapangan sepak bola Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini tak lagi menghijau. Hamparan rumput yang biasanya tampak hijau mulai berubah kecokelatan dan mengering akibat musim kemarau.‎‎Lapangan tersebut merupakan salah satu lapangan utama yang kerap digunakan masyarakat untuk berbagai turnamen dan kegiatan sepak bola di Kecamatan Ulumanda. Foto Kondisi lapangan desa Sulai…

  • Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Aksi perampasan kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang perempuan yang akrab disapa Mama I’mang diduga menjadi korban perampasan tas di Karanamu, Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WITA, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Kamis (29/10/2026). Berdasarkan kronologi yang dihimpun, dua pria awalnya berteduh di salah…


  • DPRD Majene Bantah 3.000 PPPK Paruh Waktu Tak Dapat Gaji.Begini Penjelasannya

    DPRD Majene Bantah 3.000 PPPK Paruh Waktu Tak Dapat Gaji.Begini Penjelasannya

    DPRD Komisi II DPRD Kabupaten Majene, Napirman, membantah informasi yang menyebut sekitar 3.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Majene tidak terakomodasi dalam penggajian. Rabu 28/10/2026 Saat di konfirmasi Menurut Napirman, dari total 5.749 PPPK yang terdaftar dalam database, sekitar 2.000 lebih telah dimasukkan dalam pembahasan anggaran perubahan. Sementara itu, sekitar…


  • ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    MAJENE — Setelah berbulan-bulan diwarnai kelangkaan BBM bersubsidi dan antrean panjang di sejumlah SPBU, kondisi pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini mulai kembali normal. Kondisi ini patut diapresiasi sebagai langkah positif dalam upaya mengatasi persoalan yang sempat meresahkan masyarakat. ‎Pada September hingga Oktober 2026, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *