Cuaca Ekstrem Mengamuk Di Malunda Puluhan Rumah Warga Rusak

CUACA EKSTREM MENGAMUK DI MALUNDA, PULUHAN RUMAH RUSAK, WARGA MINTA BPBD TURUN TANGAN

MAJENE, — Warga Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dilanda kepanikan setelah hujan deras yang disertai angin kencang dan suara guntur menggelegar menerjang wilayah tersebut, Sabtu (31/10/2026).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.40 WITA itu berlangsung kurang lebih 30 menit. Meski relatif singkat, cuaca ekstrem tersebut dilaporkan mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dan beberapa pohon tumbang .

Sejumlah wilayah yang terdampak di antaranya Lingkungan Karewaca, Sasende, dan Kalorang. Warga dibuat panik saat angin kencang menerjang bersamaan dengan hujan deras dan suara guntur yang menggelegar.

Foto: kondisi rumah dedi warga karewaca pasca di terpa hujan dan angin kencang

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan akibat terjangan angin.

Menyikapi kejadian itu, pemerintah Kabupaten Majene, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), diminta segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan, meninjau tingkat kerusakan, serta memberikan bantuan kepada warga terdampak.

Langkah cepat pemerintah sangat dibutuhkan agar kondisi warga dapat segera ditangani, terutama bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan dan membutuhkan bantuan mendesak.

Hingga berita ini disusun, jumlah pasti rumah yang rusak serta tingkat kerusakannya masih memerlukan pendataan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Menurut Dedi, warga Lingkungan Karewaca, angin kencang yang menerjang wilayah Malunda menyerupai angin puting beliung. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WITA dan berlangsung kurang lebih 30 menit.

Hujan deras yang disertai angin kencang serta suara guntur menggelegar itu mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Kondisi tersebut sempat membuat warga panik saat angin menerjang permukiman mereka.

Dedi berharap pemerintah Kabupaten Majene, khususnya BPBD, segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

BERITA TANPA BATAS

  • Briefing Akhir Jam Pelajaran, Kepala SMKS Kota Tinggi Berikan Arahan kepada Guru‎

    ‎Kepala SMKS Kota Tinggi menggelar briefing bersama para guru di akhir jam pelajaran. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan arahan dan penguatan kepada seluruh guru dalam menjalankan tugas pendidikan.‎Dalam arahannya, kepala sekolah menekankan pentingnya integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen guru dalam mendidik dan membimbing peserta didik. Sabtu,(19/9/2026) ‎‎Guru tidak hanya berperan menyampaikan materi pelajaran,…

  • Lapangan Sepak Bola Sulai Berubah Cokelat, Dampak Kemarau dan Fenomena El Nino‎

    Kondisi lapangan sepak bola Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini tak lagi menghijau. Hamparan rumput yang biasanya tampak hijau mulai berubah kecokelatan dan mengering akibat musim kemarau.‎‎Lapangan tersebut merupakan salah satu lapangan utama yang kerap digunakan masyarakat untuk berbagai turnamen dan kegiatan sepak bola di Kecamatan Ulumanda. Foto Kondisi lapangan desa Sulai…

  • KORMI Makassar Dilaporkan ke Kejati Sulsel, Diduga Ada Penyimpangan Dana Hibah Rp1,5 Miliar

    MAKASSAR, 18 September 2026 — Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Makassar dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana hibah Pemerintah Kota Makassar sekitar Rp1,5 miliar Tahun Anggaran 2025. Laporan tersebut disampaikan oleh Gerakan Revolusi Hukum (GRH) melalui Ketua M. Ishadul, S.H., didampingi Ketua Aliansi Pemuda Anti…


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *