RSUD Majene Memprihatingkan DPRD Baru Tersadar Atau Selama Ini Tidur?

MAJENE – Kondisi ruang rawat inap Kelas I Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene yang terlihat memprihatinkan menjadi sorotan setelah salah seorang anggota DPRD mengunggah foto di media sosial pada minggu, 7/11/2206. yang memperlihatkan kondisi fasilitas rumah sakit tersebut melalui akun FB.

Unggahan yang dimaksudkan untuk mengkritik kondisi pelayanan dan fasilitas rumah sakit itu justru memunculkan pertanyaan lain yang tidak kalah penting: selama ini ke mana fungsi pengawasan DPRD?

foto: unggahan salah seorang DPRD Majene di media sosial

Persoalan fasilitas pelayanan kesehatan bukanlah sesuatu yang semestinya baru diketahui ketika kondisinya sudah terlanjur memprihatinkan. DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah, termasuk memastikan pelayanan publik berjalan sebagaimana mestinya.

Lantas, apakah selama ini DPRD tidak pernah melakukan kunjungan kerja, monitoring, evaluasi, atau mempertanyakan alokasi dan realisasi anggaran untuk peningkatan fasilitas RSUD Majene?

Tentu, pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit harus dimintai pertanggungjawaban atas kondisi fasilitas pelayanan kesehatan tersebut. Namun, DPRD juga tidak bisa melepaskan diri dari tanggung jawab pengawasan.

Ironis jika wakil rakyat baru tampil mengkritik setelah persoalan menjadi konsumsi publik. Padahal, salah satu tugas penting DPRD adalah mengawasi, mengingatkan, dan memastikan kebijakan serta penggunaan anggaran pemerintah benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.

Masyarakat tentu berhak mengkritik pemerintah maupun DPRD ketika pelayanan publik tidak berjalan baik. Sebab, masyarakat adalah pihak yang menerima langsung dampak dari buruknya pelayanan tersebut.

Namun, ketika kritik justru datang dari anggota DPRD terhadap pemerintah yang menjadi mitra kerjanya, pertanyaan mendasarnya adalah: apakah fungsi pengawasan selama ini sudah benar-benar dijalankan?

Perlu diingat, DPRD bukan sekadar lembaga yang hadir untuk memberikan komentar ketika persoalan muncul. DPRD memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan yang harus dijalankan secara nyata.

Jangan sampai masyarakat justru lebih dahulu mengetahui dan merasakan buruknya fasilitas pelayanan publik, sementara lembaga yang memiliki kewenangan pengawasan baru bersuara setelah kondisi tersebut viral.

Pada akhirnya, rakyat tidak membutuhkan wakil rakyat yang sekadar pandai mengunggah kekurangan pemerintah. Rakyat membutuhkan wakil yang aktif mengawasi sejak awal, mempertanyakan anggaran, mengawal pembangunan, dan memastikan fasilitas pelayanan publik benar-benar layak.

Kalau kondisi RSUD Majene sampai memprihatinkan, pemerintah harus menjawab. Namun, DPRD juga harus menjelaskan: selama ini pengawasannya berjalan atau justru baru tersadar sekarang?

Sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip keberimbangan dan profesionalitas jurnalistik, EPN Media tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi Pemerintah Kabupaten Majene, manajemen RSUD Majene, maupun DPRD Majene untuk menyampaikan klarifikasi, tanggapan, dan hak jawab atas kritik serta pertanyaan yang disampaikan dalam pemberitaan ini. Setiap penjelasan yang disertai fakta akan menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan informasi yang berimbang kepada publik.

BERITA TANPA BATAS

  • GMMPH kecam dugaan pembebanan biaya listrik kepada orang tua siswa SDN Mangkura 1, desak kepala sekolah dievaluasi

    MAKASSAR — Gerakan Mahasiswa Masyarakat Pemerhati Hukum (GMMPH) mengecam rencana pembebanan biaya pemasangan kWh meter dan iuran listrik kepada orang tua siswa SDN Mangkura 1, Kota Makassar. GMMPH mendesak Dinas Pendidikan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengevaluasi kepala sekolah apabila ditemukan pelanggaran. Ketua GMMPH, Ishadul, S.H., menegaskan bahwa persoalan teknis kelistrikan sekolah negeri harus diselesaikan melalui…

  • Dari Jalanan untuk Konstitusi, Ketum GRH Sulsel Tantang Prabowo-Gibran: 21 Inpres Dinilai Rampas Kewenangan DPR

    MAKASSAR – Ketua Umum DPD Gerakan Revolusi Hukum (GRH) Sulawesi Selatan, M. Ishadul Islami Akbar, S.H., melontarkan kritik terhadap penggunaan 21 Instruksi Presiden (Inpres) pada masa pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menilai, penggunaan instrumen tersebut berpotensi menimbulkan persoalan konstitusional apabila memasuki ranah legislasi dan penganggaran yang menjadi kewenangan lembaga negara lain. Mengusung semangat “Dari Jalanan untuk Konstitusi”,…

  • ‎UANG MAINAN BERNILAI Rp203,8 JUTA DIDUGA DIGUNAKAN DALAM MODUS PENIPUAN PENGGANDAAN UANG DI MAMUJU

    MAMUJU — Modus penipuan berkedok ritual penggandaan uang kembali menjadi perhatian publik. Di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, polisi mengungkap dugaan penipuan yang melibatkan uang mainan dengan nilai nominal mencapai Rp203,8 juta dan menyebabkan korban mengalami kerugian hingga Rp80 juta. Kasus ini menyeret seorang pria berinisial RM (50), yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim…

  • RSUD Majene Memprihatingkan DPRD Baru Tersadar Atau Selama Ini Tidur?

    RSUD Majene Memprihatingkan DPRD Baru  Tersadar  Atau  Selama Ini Tidur?

    MAJENE – Kondisi ruang rawat inap Kelas I Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene yang terlihat memprihatinkan menjadi sorotan setelah salah seorang anggota DPRD mengunggah foto di media sosial pada minggu, 7/11/2206. yang memperlihatkan kondisi fasilitas rumah sakit tersebut melalui akun FB. Unggahan yang dimaksudkan untuk mengkritik kondisi pelayanan dan fasilitas rumah sakit itu justru…


  • JANGAN GADUH SOAL PENULIS, JAWAB SUBSTANSI KRITIK! EPN MEDIA: DPRD BUKAN LEMBAGA YANG KEBAL PENGAWASAN PUBLIK

    JANGAN GADUH SOAL PENULIS, JAWAB SUBSTANSI KRITIK! EPN MEDIA: DPRD BUKAN LEMBAGA YANG KEBAL PENGAWASAN PUBLIK

    TANGGAPAN REDAKSI: KRITIK DIBALAS DENGAN DATA, BUKAN MENYERANG PENULIS Majene- Menanggapi tulisan salah satu media online yang mempersoalkan produk tulisan EPN Media, mulai dari tudingan tidak memenuhi kaidah jurnalistik, penggunaan identitas Edhy Putra Negara, hingga dugaan penggunaan aplikasi AI, kami memandang kritik tersebut sah-sah saja. Namun, kritik juga harus disertai argumentasi dan fakta yang jelas.…


  • DPRD Majene Kritik Kondisi RSUD, Masyarakat: Jangan Hanya Jago Berkomentar di Media Sosial

    DPRD Majene Kritik Kondisi RSUD, Masyarakat: Jangan Hanya Jago Berkomentar di Media Sosial

    MAJENE, – Ramainya sorotan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene terhadap kondisi fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene melalui media sosial justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Sabtu, 7/11/2026 Publik mulai mempertanyakan sejauh mana fungsi penganggaran dan pengawasan yang selama ini dijalankan para wakil rakyat terhadap rumah sakit milik pemerintah…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *