Penangkaran Dan Konservasi Minim, Buaya Liar Tampak Jinak, Tak Takut Manusia, Warga Saksikan Reptil Santai Menikmati Makanan

Kemunculan buaya di aliran Sungai Tubo, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali menjadi perhatian warga setelah sebuah video yang memperlihatkan reptil tersebut beredar di media sosial.

Video yang diunggah akun Facebook Iank Upi Iank pada 7 Maret 2026, memperlihatkan seekor buaya sedang memakan sisa pembersihan ayam potong di sekitar aliran sungai. Dalam rekaman tersebut, buaya tampak jelas di layar kamera dan terlihat cukup tenang di permukaan air.

Melalui keterangan video, pengunggah menyebut kemunculan buaya di sekitar Jembatan Tubo sudah hampir terjadi setiap hari.

“Buaya sudah hampir setiap hari bermunculan di Jembatan Tubo ini. Bukan cuma satu, tapi lebih dari satu yang selama ini masih dibiarkan. Semoga ada yang bisa menangkapnya sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dikhawatirkan nelayan dan anak-anak kalau masih berkeliaran di sungai,” tulisnya.

Kekhawatiran warga semakin bertambah setelah di sungai yang sama, tepatnya di Muara Tubo, pada Minggu pagi, 8 Maret 2026, seorang nelayan yang sedang memanah ikan juga dilaporkan sempat bertemu dengan seekor buaya.

Jembatan Tubo sendiri berada di wilayah perbatasan Kec, ulumanda kec, Tubo Sendana, Kabupaten Majene, yang dilintasi salah satu sungai terbesar di daerah tersebut. Sungai ini menjadi tempat aktivitas masyarakat, terutama nelayan yang mencari ikan.

Selain itu, dari Jembatan Tubo menuju Jembatan Dekin di Kecamatan Malunda jaraknya diperkirakan sekitar 10 kilometer. Di sekitar Jembatan Dekin, kemunculan buaya juga beberapa kali terlihat oleh warga dan bahkan sempat menghebohkan masyarakat beberapa waktu lalu.

Fenomena ini membuat warga mulai khawatir terhadap keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai, terutama nelayan dan anak-anak yang kerap bermain atau mandi di sekitar perairan tersebut.

Di sisi lain, persoalan penanganan satwa liar seperti buaya di wilayah ini juga menjadi perhatian. Pasalnya, di Kabupaten Majene bahkan di tingkat Provinsi Sulawesi Barat, keberadaan penangkaran atau konservasi buaya hampir tidak ditemukan yang dikelola secara memadai.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa tempat penangkaran yang pernah ada pun tidak terawat dengan baik, bahkan pernah terjadi pelepasan buaya dari penangkaran karena kesulitan penyediaan pakan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai bagaimana langkah penanganan yang akan dilakukan jika kemunculan buaya di sungai-sungai permukiman terus terjadi, sementara fasilitas konservasi atau penanganan satwa liar di daerah ini masih sangat terbatas


@EPN

PEMBERITAAN TANPA BATAS

  • Hari Libur Tak Berarti Tutup, Disdukcapil Majene Tetap Buka Pelayanan di Hari Minggu

    11 September 2026- Tekan Antrean dan Permudah Warga, Disdukcapil Majene Gencarkan Pelayanan Jemput BolaDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Majene terus melakukan berbagai terobosan untuk mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab berbagai keluhan masyarakat yang selama ini harus datang langsung ke kantor Disdukcapil untuk mengurus dokumen kependudukan. Antrean panjang…

  • BBM Langka, Nelayan Malunda Enggan Melaut, Harga Ikan Tembus Rp55 Ribu per Kilogram

    MAJENE, — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mulai memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk para nelayan di Kecamatan Malunda. Selasa (8/9/2026) Kondisi tersebut salah satunya dirasakan nelayan di dusun Toppo, Desa Lombong, Kecamatan Malunda. Sejumlah nelayan mengaku memilih mengurangi aktivitas melaut karena sulit mendapatkan BBM dengan harga terjangkau.…

  • Komisi II DPRD Majene Janji Kawal Kelangkaan BBM, Siap Turun ke Lapangan

    MAJENE — Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Majene, Napirman, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan antrean panjang BBM bersubsidi yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Majene.Persoalan tersebut akan dibahas melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 8 September 2026, dengan menghadirkan sejumlah pihak terkait. Saat dikonfirmasi melalui telepon, Napirman…

  • Dermawan Buka Suara! Akui Pukul Ilham, Sebut Dipicu Utang Piutang

    Dermawan Buka Suara! Akui Pukul Ilham, Sebut Dipicu Utang Piutang

    MAJENE, EPN Media – Seorang pria bernama Dermawan mengaku terlibat dalam pemukulan terhadap Ilham. Ia menegaskan, peristiwa tersebut dipicu persoalan pribadi terkait utang-piutang dan penggunaan namanya untuk meminjam uang, bukan berkaitan dengan laporan dugaan suap dan penipuan proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene. Dalam klarifikasinya, Dermawan mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, dirinya sempat bertemu dan berbincang…


  • Pemdes Sulai Gelar Musyawarah Perubahan APBDes 2026, Anggaran Siltap Dialihkan‎

    Pemdes Sulai Gelar Musyawarah Perubahan APBDes 2026, Anggaran Siltap Dialihkan‎

    Pemerintah Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, menggelar musyawarah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut dihadiri pendamping desa, para kepala dusun, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Jumat, (30/10/2026). ‎‎Dalam musyawarah tersebut, salah satu pembahasan utama adalah pergeseran anggaran penghasilan tetap (siltap) yang sebelumnya dialokasikan untuk…


  • Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Aksi perampasan kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang perempuan yang akrab disapa Mama I’mang diduga menjadi korban perampasan tas di Karanamu, Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WITA, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Kamis (29/10/2026). Berdasarkan kronologi yang dihimpun, dua pria awalnya berteduh di salah…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *