Wakil Ketua DPRD Majene Janji Tindak Lanjuti Polemik Lahan Pembangunan KOPDES Sulai yang Tak Libatkan Pemerintah Desa

Majene — Polemik pembangunan Koperasi Desa (KOPDES) di Desa Sulai, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, yang disebut-sebut tidak melibatkan pemerintah desa dalam proses pengadministrasian lahan, akhirnya sampai ke telinga pimpinan DPRD Majene.

Hal itu mencuat dalam momen buka puasa bersama yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Majene Junaedi Nuhun, pihak Polsek, Camat Malunda, serta sejumlah konten kreator di Kecamatan Malunda dan Tappalang, di desa lombong Minggu, Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu perwakilan konten kreator yang juga merupakan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sulai memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi langsung dengan Wakil Ketua DPRD Majene terkait persoalan lahan pembangunan KOPDES di Desa Sulai kecamatan Ulumanda.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan tersebut diduga berjalan tanpa melibatkan pemerintah desa dalam proses administrasi lahan, sehingga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Menanggapi informasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Majene Junaedi Nuhun menyatakan akan menindaklanjuti persoalan itu setelah kembali ke Majene.

“Nanti setelah tiba di Majene, kami akan sampaikan kepada teman-teman di DPRD terkait persoalan pembangunan KOPDES di Desa Sulai ini,” ujar Junaedi.

Pernyataan itu menjadi sinyal awal bahwa DPRD Majene berpotensi menaruh perhatian terhadap polemik administrasi lahan pembangunan KOPDES di Desa Sulai yang kini mulai menjadi perbincangan publik.

Sejumlah pihak berharap agar persoalan ini dapat segera diperjelas, khususnya terkait status dan proses administrasi lahan, sehingga pembangunan yang dilakukan tidak menimbulkan persoalan hukum maupun konflik di kemudian hari.

Diskusi singkat dalam suasana buka puasa bersama tersebut pun menjadi ruang awal bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat, dengan harapan persoalan yang muncul di tingkat desa dapat segera mendapatkan perhatian di tingkat kabupaten.

©️EPN

©️EPN
Minggu 15/3/2025

  • Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan, Keluarga Bocah di Lombong Timur Menolak Dilakukan Otopsi

    Terkait penemuan jenazah seorang bocah di Desa Lombong pada pukul 17:00 kamis, (5/3/2026) hanyut di sungai yang ditemukan seorang pemancing di kolong jembatan deking , Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, pihak kepolisian menyampaikan klarifikasi resmi mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal atau visum luar yang dilakukan oleh tenaga medis di Puskesmas Malunda, tidak…

  • Kapolsek Malunda Pimpin Langsung Penanganan Kasus Bocah Ditemukan Hanyut di Jembatan Deking

    Menindaklanjuti penemuan jenazah bocah berinisial Sa (L) di bawah kolong Jembatan Deking pada pukul 17:00, Manaraya dusun lombong induk, Desa Lombong, Kecamatan Malunda, aparat kepolisian dari Polsek Malunda segera bergerak melakukan penanganan. Kamis (5/3/2026). Kapolsek Malunda, IPTU Antonius , bersama jajaran anggota turun langsung ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat. Jenazah korban kemudian…

  • Warga Malunda Digegerkan, Bocah 3 Tahun yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Jembatan Deking

    Warga Dusun Manaraya, Desa Lombong, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang bocah yang diperkirakan berusia sekitar 3–4 tahun, pada Kamis sore, (5/3/2026). Sebelumnya pukul 14 :00 WITA Warga setempat melaporkan bahwa seorang bocah hilang dan sedang dicari oleh keluarga serta masyarakat sekitar. Pencarian sempat dilakukan oleh warga di sekitar lingkungan tempat tinggal…


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *