Niat Tertibkan dan Bersihkan Kota, Pemkab Majene Malah Diprotes: Defyul Meidam Soroti Potensi Bertambahnya Pengangguran

MAJENE — Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh petugas gabungan di sejumlah kawasan perkotaan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Kamis (27/8/2026), mendapat sorotan dari pelaku UMKM.


Protes tersebut disampaikan Pelaku UMKM Sekaligus Kreator Digital, Defyul Meidam melalui siaran langsung Facebook berdurasi sekitar 28 menit yang dikutip dari unggahannya akun milik pribadinya, ketika proses penertiban tengah berlangsung.


Defyul mediam mempertanyakan penertiban lapak UMKM yang selama ini menjadi tempat masyarakat mencari nafkah. Ia menilai keberadaan sejumlah lapak di Jalan Sudirman tidak mengganggu aktivitas pejalan kaki karena pedagang berupaya menjaga kawasan tetap bersih dan tertata.


“jualan say tidak di torotoar tidak mengganggu pejalan kaki, tertata bagus diatas got, misalakan buntu saat hujan tinggal ankat papanya mudah dibersikan. Tempatnya terta rapi bersih, bahkan menjadi tempat berteduh atau istirahat bagi orang yang lewat,” ujar Defyul Meidam yg kerap di sapa Mama

Foto Tangkapan layar, saat Defyul Meidam Live di parfum FB


Ia juga mempertanyakan solusi bagi pedagang yang diminta memindahkan aktivitas usahanya ke kawasan pasar oleh-oleh. Menurutnya, pemindahan lokasi belum tentu membuat usaha mereka tetap berjalan karena persoalan utama adalah akses dan keberadaan pembeli.


“Kalau dibongkar, saya mau usaha di mana? Saya juga ambil kredit di bank, nanti kita mau bayar apa?” keluhnya.


Mama Daeful juga menyoroti tenaga kerja yang bergantung pada usaha tersebut. Ia menyebut usahanya mempekerjakan delapan orang.


“Katanya pemerintah mau mengurangi pengangguran. Bagaimana nasib mereka kalau usaha UMKM dimatikan?” katanya.


Ia mengaku tetap menghargai pemerintah daerah dan menyebut dirinya sebagai pendukung Bupati Majene Namun, ia berharap penataan kota tidak menghilangkan ruang masyarakat kecil untuk mencari penghasilan.

Menurutnya, jika pemerintah ingin melakukan pembenahan Kota Majene, masih banyak persoalan lain yang perlu menjadi perhatian, seperti sampah dan penerangan jalan yang di sejumlah titik masih minim.


“Pak Bupati dan Wakil Bupati, kami juga ingin hidup, jualan kami tempat untuk cari makan, ini usaha kami adalah sumber pengasiilan untuk kebutuhan sehari hari kami” tegas Defyul Meidam penuh rasa kecewa


Smentara itu Pemkab Majena Sebut Penertiban untuk Penataan Kota Sementara itu, penertiban tersebut merupakan bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Majene dalam menata kawasan perkotaan agar lebih tertib, bersih, aman dan nyaman, sekaligus mendukung program Majene Mappacing menjelang penilaian Adipura.

Foto: pemkab pembahasan teknis di aula masiga


Sebelum penertiban dilakukan, Pemkab Majene telah menggelar rapat teknis bersama sejumlah perangkat daerah dan unsur terkait di Aula Masiga, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Majene, Rabu (26/8/2026).


Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Majene, Nahdlah Bachyt Fattah, meminta agar proses penertiban mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.


“Kalau besok melakukan penertiban bersama Wakil Bupati Majene, kita harus mengedepankan cara-cara yang humanis,” tegasnya.


Kepala Bidang PSDA DPUPR Majene, Syamsul Maarif, juga meminta agar barang atau perlengkapan milik pedagang yang diangkut dalam proses penertiban didata dan memiliki administrasi yang jelas guna menghindari kesalahpahaman.

Lebih lanjut Rilis Polres Majene yang berjudul, Dukung Penertiban Humanis,
Dalam pelaksanaan penertiban pada Kamis (27/8/2026), Pemkab Majene melibatkan unsur TNI-Polri dan sejumlah perangkat daerah.


Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Bupati Majene Dr. Andi Rita Mariani Basharu dan melibatkan Satpol PP, Bapenda, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Polres Majene serta Kodim 1401/Majene.


Kasat Binmas Polres Majene AKP Muh. Irwan mengatakan keterlibatan kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah dalam menciptakan kondisi yang aman, tertib dan kondusif.


“Kami mendukung langkah pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan secara humanis kepada para pedagang. Penataan ini bukan semata-mata penertiban, tetapi bagaimana menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus tetap memperhatikan kepentingan para pelaku usaha,” ujarnya.


Penertiban menyasar PKL yang menggunakan area trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkab Majene menyebut sosialisasi dan pemberitahuan kepada para pedagang telah dilakukan sebelum penertiban dilaksanakan.


Di satu sisi, pemerintah berkepentingan memastikan trotoar dan ruang publik dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Namun di sisi lain, keluhan para pelaku UMKM menunjukkan adanya persoalan keberlangsungan usaha yang juga perlu mendapatkan perhatian.


Karena itu, penataan PKL di Majene tidak hanya menjadi soal penertiban ruang publik, tetapi juga bagaimana pemerintah menghadirkan solusi yang tetap memberikan ruang bagi masyarakat kecil untuk mencari nafkah.

BERITA TANPA BATAS

  • IMM Sulbar Soroti THR PPPK di Majene. Hak ASN Tidak Boleh Terabaikan

    Majene- Polemik terkait belum dibayarkannya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Majene turut mendapat sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Irwan Japaruddin, Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Barat. Dalam diskusi yang berlangsung di grup Media Center Kabupaten Majene,…

  • THR PPPK di Majene Dipastikan Belum Ada, Pemda Sebut Anggaran Hanya Cukup Gaji Enam Bulan

    Pemerintah Daerah Kabupaten Majene memastikan bahwa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk sementara belum dapat menerima Tunjangan Hari Raya (THR).tahun 2026. Hal tersebut terungkap dalam diskusi di grup Media Center Kabupaten Majene yang diikuti langsung oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Majene, Kasman. Diskusi berlangsung cukup dinamis dengan berbagai pertanyaan dari anggota…

  • Wakil Ketua DPRD Majene Janji Tindak Lanjuti Polemik Lahan Pembangunan KOPDES Sulai yang Tak Libatkan Pemerintah Desa

    Majene — Polemik pembangunan Koperasi Desa (KOPDES) di Desa Sulai, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, yang disebut-sebut tidak melibatkan pemerintah desa dalam proses pengadministrasian lahan, akhirnya sampai ke telinga pimpinan DPRD Majene. Hal itu mencuat dalam momen buka puasa bersama yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Majene Junaedi Nuhun, pihak Polsek, Camat Malunda, serta sejumlah konten kreator…

  • Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

    Aksi perampasan kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang perempuan yang akrab disapa Mama I’mang diduga menjadi korban perampasan tas di Karanamu, Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WITA, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Kamis (29/10/2026). Berdasarkan kronologi yang dihimpun, dua pria awalnya berteduh di salah…


  • DPRD Majene Bantah 3.000 PPPK Paruh Waktu Tak Dapat Gaji.Begini Penjelasannya

    DPRD Majene Bantah 3.000 PPPK Paruh Waktu Tak Dapat Gaji.Begini Penjelasannya

    DPRD Komisi II DPRD Kabupaten Majene, Napirman, membantah informasi yang menyebut sekitar 3.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Majene tidak terakomodasi dalam penggajian. Rabu 28/10/2026 Saat di konfirmasi Menurut Napirman, dari total 5.749 PPPK yang terdaftar dalam database, sekitar 2.000 lebih telah dimasukkan dalam pembahasan anggaran perubahan. Sementara itu, sekitar…


  • ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    ‎‎BBM Kembali Stabil, Pemerintah Kabupaten Majene Patut Diapresiasi: Antrean Panjang Berangsur Hilang

    MAJENE — Setelah berbulan-bulan diwarnai kelangkaan BBM bersubsidi dan antrean panjang di sejumlah SPBU, kondisi pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini mulai kembali normal. Kondisi ini patut diapresiasi sebagai langkah positif dalam upaya mengatasi persoalan yang sempat meresahkan masyarakat. ‎Pada September hingga Oktober 2026, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *