Kebakaran 4 Hektare di Lombang, Polisi Ingatkan Bahaya Bakar Lahan Saat Kemarau

MAJENE – Kebakaran lahan kembali menjadi peringatan serius bagi warga di tengah musim kemarau dan kondisi angin kencang. Lahan milik warga di Dusun Buttutala, Desa Lombang, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, terbakar pada Senin (5/10/2026), dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 4 hektare.


Informasi kebakaran pertama kali diterima pihak kepolisian sekitar pukul 16.00 WITA setelah warga melaporkan adanya kobaran api. Personel Polsek Malunda kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan sekaligus mencegah api merambat ke wilayah lainnya.


Setibanya di lokasi, personel kepolisian bersama warga langsung berjibaku memadamkan api. Keterbatasan peralatan membuat proses pemadaman dilakukan menggunakan sarana seadanya, termasuk dahan dan ranting pohon.


Situasi semakin sulit karena hembusan angin berpotensi membuat api dengan cepat menjalar ke lahan di sekitarnya.
Lahan yang terbakar diketahui milik Sukiman (27), Rizal (24), Darmi (56), dan Rasid (45), yang seluruhnya merupakan warga Dusun Buttutala, Desa Lombang.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Situasi di sekitar lokasi juga dilaporkan tetap aman dan terkendali.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa api yang awalnya kecil dapat dengan cepat berubah menjadi ancaman besar ketika bertemu lahan kering dan tiupan angin.


Kapolsek Malunda Iptu Antonius B. mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama dalam kondisi cuaca panas dan berangin.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan sengaja maupun aktivitas lain yang dapat memicu munculnya api. Dalam kondisi angin kencang, api sangat mudah menjalar dan apabila tidak segera ditangani dapat meluas hingga mendekati permukiman warga,” ujar Iptu Antonius B.


Kapolsek juga mengapresiasi keterlibatan warga yang turun langsung membantu petugas melakukan pemadaman.Respons cepat masyarakat dinilai penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.


Polisi kembali mengingatkan, jangan membakar lahan di tengah musim kemarau. Api yang dianggap kecil bisa menjadi kebakaran besar, mengancam lahan, lingkungan, bahkan permukiman warga.

BERITA TANPA BATAS

  • Remaja di Malunda Ditahan Usai Insiden Pengeroyokan dan Pembakaran Motor, Berawal dari Candaan Sahur-Sahur

    Majene-Sebuah insiden yang berawal dari candaan saat kegiatan membangunkan sahur berujung pada dugaan pengeroyokan dan pembakaran Dua sepeda motor di wilayah Dusun Lombong Induk, Desa Lombong, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene. Informasi yang dihimpun dari warga setempat dan pihak keluarga menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu dini hari, 11 Maret 2026, saat sekelompok remaja dari…

  • Legalitas Lahan KOPDES Sulai Dipersoalkan, DPRD Majene Siap Turun Tangan

    MAJENE – Persoalan legalitas lahan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KOPDES) di Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, mulai mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Majene. Komisi I DPRD menyatakan siap menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sulai terkait penggunaan lahan yang dinilai belum memiliki kepastian administrasi. Selasa,(10/3/2026) Melalui sambungan telepon, anggota Komisi I DPRD…

  • Honorer Kantor Camat Malunda Keluhkan Gaji 2025 Belum Cair, Sudah Lebih dari Enam Bulan

    Sejumlah pegawai honorer di Kantor Camat Malunda mengeluhkan belum cairnya insentif atau gaji mereka untuk tahun 2025. Hingga kini, memasuki tahun 2026 dan telah melewati lebih dari enam bulan, pembayaran tersebut belum juga diterima. Senin,(9/3/2026) Salah satu pegawai honorer yang enggan disebutkan namanya menyampaikan harapannya agar persoalan ini mendapat perhatian dari pihak terkait. “Kami mempertanyakan…

  • Pos tanpa judul 1253

    Pemda dan Tim Hukum Cermati Pemberitaan Setoran Rp540 Juta Anggaran Revitalisasi Sekolah Disorot MAJENE — Dugaan setoran Rp540 juta yang dikaitkan dengan anggaran revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terus menjadi sorotan. Persoalan ini turut menjadi perhatian setelah media Teluk Mandar memberitakan pernyataan Pemerintah Daerah (Pemda) yang bersama tim hukum akan mencermati perkembangan pemberitaan…


  • Sekda Majene Buka Suara soal Dugaan Aliran Dana Rp540 Juta Revitalisasi Sekolah, Tegaskan Tak Terlibat

    Sekda Majene Buka Suara soal Dugaan Aliran Dana Rp540 Juta Revitalisasi Sekolah, Tegaskan Tak Terlibat

    MAJENE — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majene, H. Ardiansyah, S.STP., memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan aliran dana sebesar Rp540 juta yang dikaitkan dengan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Dalam pemberitaan Teluk Mandar yang terbit pada 24 Oktober 2026, Ardiansyah membantah keterlibatan dirinya bersama Bupati Majene dalam dugaan aliran dana tersebut. Klarifikasi itu…


  • Majene Bersiap Hadapi Ancaman Wabah, Karantina Kesehatan Mulai Dirintis, Vaksin Internasional Dibidik

    Majene Bersiap Hadapi Ancaman Wabah, Karantina Kesehatan Mulai Dirintis, Vaksin Internasional Dibidik

    MAJENE, — Pemerintah Kabupaten Majene mulai merintis layanan karantina kesehatan dan mempersiapkan pelayanan vaksinasi internasional. Langkah ini menjadi upaya memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman penyakit menular sekaligus mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. ‎Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, persiapan tersebut dimatangkan lewat kunjungan kaji tiru ke Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Sulawesi Selatan di…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *