Berteduh Saat Hujan, Perempuan di Tapalang Diduga Jadi Korban Perampasan Tas Berisi Uang Rp7 Juta

Aksi perampasan kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang perempuan yang akrab disapa Mama I’mang diduga menjadi korban perampasan tas di Karanamu, Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WITA, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Kamis (29/10/2026).

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, dua pria awalnya berteduh di salah satu rumah warga. Saat Mama I’mang keluar untuk melayani pembeli bensin, salah seorang pria yang diduga pelaku tiba-tiba menghampirinya, menarik tas korban, lalu menendangnya hingga terjatuh.

Tarikan tersebut membuat tas korban putus. Pelaku kemudian membawa kabur tas tersebut dan melarikan diri menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX berwarna hitam kearah Majene.

Akibat kejadian itu, korban kehilangan dompet berisi uang tunai lebih dari Rp7 juta, kartu tanda penduduk (KTP), serta sebuah telepon genggam.

Andi Nur Alim, warga Kasambang, membenarkan informasi kejadian tersebut saat diwawancarai. Ia menyebut pelaku kini sedang dalam pengejaran.

“Telah terjadi perampokan di Karanamu. Pelaku mengambil dompet yang berisi uang senilai lebih dari Rp7 juta, KTP, dan HP. Pelaku sedang dalam pengejaran, menggunakan motor NMAX warna hitam,” ujar Andi Nur Alim.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tetap waspada terhadap orang tak dikenal, termasuk mereka yang terlihat sedang berteduh atau berada di sekitar permukiman warga.

EPN Media mendorong agar kejadian ini segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Apabila masyarakat memiliki informasi yang relevan mengenai dugaan pelaku atau kendaraan yang digunakan, informasi tersebut dapat disampaikan kepada aparat berwenang untuk membantu proses penyelidikan.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai laporan resmi kepolisian dan perkembangan pengejaran pelaku masih perlu dikonfirmasi.***

BERITA TANPA BATAS

  • Kadis Kesehatan Majene: Merusak Alam Berarti Mengancam Kesehatan Manusia

    Kadis Kesehatan Majene: Merusak Alam Berarti Mengancam Kesehatan Manusia

    MAJENE – Menjaga kelestarian alam bukan sekadar menyelamatkan flora dan fauna, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan manusia. Pesan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Dra. Hj. Yuliani, M.Adm.Pemb, menyambut Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang diperingati setiap 5 November. Menurut Yuliani, alam yang terjaga menghadirkan lingkungan sehat sekaligus mendukung ketenangan…


  • Bapenda Majene Tinjau Reklame di Malunda, Nur Arfiati Tegaskan Fokus pada Pajak dan Kerusakan Papan Iklan

    Bapenda Majene Tinjau Reklame di Malunda, Nur Arfiati Tegaskan Fokus pada Pajak dan Kerusakan Papan Iklan

    Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Majene turun ke Kecamatan Malunda untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan sebelum melaksanakan survei lapangan terhadap papan reklame yang rusak akibat angin puting beliung. Selasa 3/11/2026 Kedatangan rombongan Bapenda tersebut disambut di halaman Kantor Camat Malunda, Selasa (3/11/2026). Rombongan dipimpin Kepala Bidang, Nur Arfiati, S.Sos., yang menjelaskan bahwa kunjungan tersebut…


  • Wakil Bupati Majene Buka Peluang Bantuan Rumah Rusak Berat Lewat BTT. Dua Kali Kunjungi Korban Puting Beliung Malunda,‎

    Wakil Bupati Majene Buka Peluang Bantuan Rumah Rusak Berat Lewat BTT. Dua Kali Kunjungi Korban Puting Beliung Malunda,‎

    ‎Wakil Bupati Majene, Andi Rita, kembali mengunjungi Kecamatan Malunda untuk kedua kalinya pascabencana angin puting beliung yang mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, Selasa (3/11/2026). ‎Dalam kunjungan tersebut, Andi Rita kembali menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Pemerintah Kecamatan Malunda. Bantuan yang disalurkan kali ini berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI), sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat…



Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *